alexametrics
21.5 C
Malang
Sunday, 2 October 2022

”Pesawat” Singo Edan Mengudara

Kemenangan Tandang Perdana di Markas Serdadu Tridatu

BALI – Misi Eduardo Almeida untuk mengukir cerita baru kala Arema FC bertandang ke Pulau Bali akhirnya kesampaian. Di laga pekan keempat BRI Liga 1 tadi malam, anak asuhnya berhasil mengungguli tuan rumah Bali United dengan skor 2-1. 

Sejak kompetisi bertajuk Liga 1 di tahun 2017, itu adalah kemenangan pertama Singo Edan di markas tim berjuluk Serdadu Tridatu tersebut. 

Sebelumnya, dalam sesi press conference sehari sebelum laga, Eduardo menyatakan dua misi besarnya saat bertandang ke kandang Bali United. Yang pertama menginginkan kemenangan, agar bisa dijadikan kado ulang tahun Arema FC ke-35. Misi kedua, dia memang ingin mengukir cerita baru saat timnya bertandang ke Stadion Kapten I Wayan Dipta. Pelatih asal Portugal itu tahu betul bila timnya belum pernah menang saat berlaga di sana melawan Bali United. 

Kemenangan di laga tadi malam juga menjadi pesan baru dari Eduardo Almeida untuk tim-tim kontestan BRI Liga 1. Dia yang sebelumnya terkenal dengan istilah ”parkir pesawat” atau taktik bertahan total, kini juga bisa membuat Singo Edan tampil menyerang. Itu terlihat dari jumlah shot on target Arema FC sepanjang laga tadi malam. Mereka mencatatkan lima shot on target, sementara Bali United hanya dua (selengkapnya baca grafis). ”Pesawat” yang dinakhodai Eduardo tak hanya terparkir saja, namun juga bisa mengudara. 

Pasca laga, Eduardo membalas pesan yang dikirimkan Jawa Pos Radar Malang. ”Inilah sepak bola. Kami datang untuk menang, seperti biasanya, dan hari ini kami menang,” kata dia. Saat sesi press conference, dia menyebut beberapa kunci kemenangan timnya. ”Kami mempunyai persiapan yang bagus untuk mendapatkan tiga poin,” terang pelatih berlisensi UEFA Pro itu. Eduardo turut mengapresiasi kinerja pemainnya, yang mampu menjaga konsentrasi dan fokus sepanjang laga. ”Terima kasih juga untuk para suporter yang selalu ada di momen bagus dan buruk kami,” kata dia. 

Pelatih berusia 44 tahun itu turut menyinggung gol dari Abel Camara. ”Saya pikir gol akan selalu bagus untuk striker. Itu akan menjadi tambahan motivasi untuk dia (Camara) ke depannya,” imbuhnya. Di tiga pertandingan sebelumnya, barisan penyerang Arema FC memang belum menunjukkan tajinya. Baru di laga tadi malam striker Singo Edan bisa mencatatkan namanya di papan skor. 

Sementara itu, gelandang Gian Zola turut mengucap syukur terhadap kemenangan timnya tadi malam. ”(Kemenangan) ini tidak mungkin terjadi kalau kami tidak bekerja keras sepanjang pertandingan,” kata dia. 

Ya, sejak menit awal babak pertama, permainan dengan tempo tinggi memang langsung tersaji. Tak hanya solid dalam bertahan, Arema FC juga mampu tampil menyerang. Buktinya, peluang pertama di laga tadi malam justru diciptakan Singo Edan. Tepatnya di menit ke-3 lewat sontekan Abel Camara. 

Bali United baru bisa memberikan ancaman di menit ke-14 lewat tendangan jarak jauh dari Privat Mbarga. Itu pun masih lemah dan dengan mudah ditangkap Adilson Maringa. Singo Edan yang lebih banyak mengandalkan sektor sayap akhirnya mampu membuka keunggulan lebih dulu di menit ke-21. 

Ialah Abel Camara yang menjadi aktornya. Dia mampu memperdaya kiper Nadeo Argawinata setelah mendapat umpan dari Renshi Yamaguchi. Sayangnya, keunggulan tersebut hanya bertahan enam menit saja. Sebab di menit ke-27, Privat Mbarga mampu menyamakan kedudukan. Dia memanfaatkan tendangan bebas yang dilepaskan Fadhil Sausu. 

Tempo cepat di babak pertama juga diwarnai kartu kuning. Dari kubu Bali United, ada dua pemain yang diganjar kartu kuning. Yakni Willian Pacheco dan Eber Bessa. Sementara dari kubu Singo Edan, kapten Jhon Alfarizi yang mendapat ganjaran kartu kuning. Bila dilihat secara umum, jalannya babak pertama cukup berimbang. Bali United menciptakan tiga shot on goal, Arema FC menciptakan dua shot on goal. 

Di interval kedua, Arema FC tetap tampil menyerang. Masuknya Ilham Udin Armaiyn, Irsyad Maulana, dan Arkhan Fikri terbukti mampu menambah variasi serangan. Dari kubu Bali United, mereka tetap tampil mengandalkan barisan pemain sayap. Privat Mbarga, Eber Bessa, dan Yabes Roni terus menerus memberi ancaman. Meski begitu, tidak ada peluang berbahaya yang mereka ciptakan hingga menit ke 70. Masuknya Irfan Jaya dan Ramdani Lestaluhu juga membuat pertahanan Singo Edan harus tampil lebih ekstra. 

Arema FC yang juga mengandalkan sektor sayap akhirnya mampu mencuri gol di menit ke-83. Berawal dari tusukan Jhon Alfarizi di sisi kiri pertahanan Bali United. Dengan tenang, pemain asal Kabupaten Malang itu mengirimkan umpan ke Ilham Udin Armaiyn. Dengan kaki kirinya, Ilham mengirimkan tendangan ke gawang Bali United. Ricky Fajrin yang berusaha menghalau bola itu malah memasukkannya ke gawang timnya sendiri. Skor pun berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan Singo Edan. 

Lima menit setelah gol itu, tepatnya di menit ke-88, Ilija Spasojevic sempat membahayakan gawang Adilson Maringa. Beruntung, bola masih membentur tiang gawang. Meski unggul, Arema FC tetap tampil menyerang. Buktinya, di pengujung babak kedua mereka sempat menciptakan dua peluang. Pertama lewat Jayus Hariono di menit ke-89. Kedua lewat Hanis Saghara di menit 90+3. 

Menanggapi kekalahan timnya, Pelatih Kepala Bali United Stefano Cugurra menyebut bila keberuntungan memang berada di pihak Arema FC. ”Pemain kami membuat (gol) bunuh diri. Saya pikir Ricky Fajrin hari ini mengalami hari yang tidak bagus,” kata dia. Pria yang akrab disapa Coach Teco itu juga menyebut bila dua gol Singo Edan seharusnya bisa diantisipasi. ”Seharusnya gol kedua mereka tidak lahir jika kami melakukan pressing lebih ketat,” tambahnya. (gp/by)

Kemenangan Tandang Perdana di Markas Serdadu Tridatu

BALI – Misi Eduardo Almeida untuk mengukir cerita baru kala Arema FC bertandang ke Pulau Bali akhirnya kesampaian. Di laga pekan keempat BRI Liga 1 tadi malam, anak asuhnya berhasil mengungguli tuan rumah Bali United dengan skor 2-1. 

Sejak kompetisi bertajuk Liga 1 di tahun 2017, itu adalah kemenangan pertama Singo Edan di markas tim berjuluk Serdadu Tridatu tersebut. 

Sebelumnya, dalam sesi press conference sehari sebelum laga, Eduardo menyatakan dua misi besarnya saat bertandang ke kandang Bali United. Yang pertama menginginkan kemenangan, agar bisa dijadikan kado ulang tahun Arema FC ke-35. Misi kedua, dia memang ingin mengukir cerita baru saat timnya bertandang ke Stadion Kapten I Wayan Dipta. Pelatih asal Portugal itu tahu betul bila timnya belum pernah menang saat berlaga di sana melawan Bali United. 

Kemenangan di laga tadi malam juga menjadi pesan baru dari Eduardo Almeida untuk tim-tim kontestan BRI Liga 1. Dia yang sebelumnya terkenal dengan istilah ”parkir pesawat” atau taktik bertahan total, kini juga bisa membuat Singo Edan tampil menyerang. Itu terlihat dari jumlah shot on target Arema FC sepanjang laga tadi malam. Mereka mencatatkan lima shot on target, sementara Bali United hanya dua (selengkapnya baca grafis). ”Pesawat” yang dinakhodai Eduardo tak hanya terparkir saja, namun juga bisa mengudara. 

Pasca laga, Eduardo membalas pesan yang dikirimkan Jawa Pos Radar Malang. ”Inilah sepak bola. Kami datang untuk menang, seperti biasanya, dan hari ini kami menang,” kata dia. Saat sesi press conference, dia menyebut beberapa kunci kemenangan timnya. ”Kami mempunyai persiapan yang bagus untuk mendapatkan tiga poin,” terang pelatih berlisensi UEFA Pro itu. Eduardo turut mengapresiasi kinerja pemainnya, yang mampu menjaga konsentrasi dan fokus sepanjang laga. ”Terima kasih juga untuk para suporter yang selalu ada di momen bagus dan buruk kami,” kata dia. 

Pelatih berusia 44 tahun itu turut menyinggung gol dari Abel Camara. ”Saya pikir gol akan selalu bagus untuk striker. Itu akan menjadi tambahan motivasi untuk dia (Camara) ke depannya,” imbuhnya. Di tiga pertandingan sebelumnya, barisan penyerang Arema FC memang belum menunjukkan tajinya. Baru di laga tadi malam striker Singo Edan bisa mencatatkan namanya di papan skor. 

Sementara itu, gelandang Gian Zola turut mengucap syukur terhadap kemenangan timnya tadi malam. ”(Kemenangan) ini tidak mungkin terjadi kalau kami tidak bekerja keras sepanjang pertandingan,” kata dia. 

Ya, sejak menit awal babak pertama, permainan dengan tempo tinggi memang langsung tersaji. Tak hanya solid dalam bertahan, Arema FC juga mampu tampil menyerang. Buktinya, peluang pertama di laga tadi malam justru diciptakan Singo Edan. Tepatnya di menit ke-3 lewat sontekan Abel Camara. 

Bali United baru bisa memberikan ancaman di menit ke-14 lewat tendangan jarak jauh dari Privat Mbarga. Itu pun masih lemah dan dengan mudah ditangkap Adilson Maringa. Singo Edan yang lebih banyak mengandalkan sektor sayap akhirnya mampu membuka keunggulan lebih dulu di menit ke-21. 

Ialah Abel Camara yang menjadi aktornya. Dia mampu memperdaya kiper Nadeo Argawinata setelah mendapat umpan dari Renshi Yamaguchi. Sayangnya, keunggulan tersebut hanya bertahan enam menit saja. Sebab di menit ke-27, Privat Mbarga mampu menyamakan kedudukan. Dia memanfaatkan tendangan bebas yang dilepaskan Fadhil Sausu. 

Tempo cepat di babak pertama juga diwarnai kartu kuning. Dari kubu Bali United, ada dua pemain yang diganjar kartu kuning. Yakni Willian Pacheco dan Eber Bessa. Sementara dari kubu Singo Edan, kapten Jhon Alfarizi yang mendapat ganjaran kartu kuning. Bila dilihat secara umum, jalannya babak pertama cukup berimbang. Bali United menciptakan tiga shot on goal, Arema FC menciptakan dua shot on goal. 

Di interval kedua, Arema FC tetap tampil menyerang. Masuknya Ilham Udin Armaiyn, Irsyad Maulana, dan Arkhan Fikri terbukti mampu menambah variasi serangan. Dari kubu Bali United, mereka tetap tampil mengandalkan barisan pemain sayap. Privat Mbarga, Eber Bessa, dan Yabes Roni terus menerus memberi ancaman. Meski begitu, tidak ada peluang berbahaya yang mereka ciptakan hingga menit ke 70. Masuknya Irfan Jaya dan Ramdani Lestaluhu juga membuat pertahanan Singo Edan harus tampil lebih ekstra. 

Arema FC yang juga mengandalkan sektor sayap akhirnya mampu mencuri gol di menit ke-83. Berawal dari tusukan Jhon Alfarizi di sisi kiri pertahanan Bali United. Dengan tenang, pemain asal Kabupaten Malang itu mengirimkan umpan ke Ilham Udin Armaiyn. Dengan kaki kirinya, Ilham mengirimkan tendangan ke gawang Bali United. Ricky Fajrin yang berusaha menghalau bola itu malah memasukkannya ke gawang timnya sendiri. Skor pun berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan Singo Edan. 

Lima menit setelah gol itu, tepatnya di menit ke-88, Ilija Spasojevic sempat membahayakan gawang Adilson Maringa. Beruntung, bola masih membentur tiang gawang. Meski unggul, Arema FC tetap tampil menyerang. Buktinya, di pengujung babak kedua mereka sempat menciptakan dua peluang. Pertama lewat Jayus Hariono di menit ke-89. Kedua lewat Hanis Saghara di menit 90+3. 

Menanggapi kekalahan timnya, Pelatih Kepala Bali United Stefano Cugurra menyebut bila keberuntungan memang berada di pihak Arema FC. ”Pemain kami membuat (gol) bunuh diri. Saya pikir Ricky Fajrin hari ini mengalami hari yang tidak bagus,” kata dia. Pria yang akrab disapa Coach Teco itu juga menyebut bila dua gol Singo Edan seharusnya bisa diantisipasi. ”Seharusnya gol kedua mereka tidak lahir jika kami melakukan pressing lebih ketat,” tambahnya. (gp/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/