alexametrics
22.3 C
Malang
Sunday, 2 October 2022

Stefano Cugurra Sebut Pemecatan Pelatih Tidak Bagus

Momen sejumlah pelatih yang kehilangan jabatannya di pekan-pekan awal BRI Liga 1 2022/2023 mendapat perhatian khusus dari Pelatih Bali United Stefano Cugurra. Dia menyebut bila itu menjadi hal yang kurang bagus, dan bisa memberikan efek negatif untuk sepak bola Indonesia. Sebelumnya, tercatat ada dua pelatih yang kehilangan jabatannya. Mereka adalah Roberts Rene Alberts dan Javier Rocha. 

Keduanya harus meletakkan jabatannya karena kesebelasan yang dinakhodai tidak mendapat hasil positif. Misalnya Persib Bandung, yang dalam tiga pertandingan hanya bisa memperoleh satu poin saja. Selain nama itu, juru taktik seperti Jackson F Tiago sampai Eduardo Almeida juga berada dalam posisi yang rawan. ”Saya pikir mengganti pelatih saat ini adalah sesuatu yang terlalu awal,” kata juru taktik asal Brazil tersebut. 

Salah satu efek kurang bagusnya, dia menyebut bila itu bisa menjadi ulangan dari musim lalu. Saat itu, memang cukup banyak klub yang mengganti pelatih. Hingga akhir musim hanya ada lima juru taktik yang bertahan di klubnya. Salah satu yang membuat Teco heran dengan kondisi tersebut yakni posisi di klasemen, yang sejatinya jarak poin antar klub tidak berbeda jauh. ”Semua masih berpeluang (juara),” kata dia. Meski berada di pihak yang kurang menyukai kondisi tersebut, namun Teco mengaku tidak mau menyalahkan siapa-siapa. (gp/by)

Momen sejumlah pelatih yang kehilangan jabatannya di pekan-pekan awal BRI Liga 1 2022/2023 mendapat perhatian khusus dari Pelatih Bali United Stefano Cugurra. Dia menyebut bila itu menjadi hal yang kurang bagus, dan bisa memberikan efek negatif untuk sepak bola Indonesia. Sebelumnya, tercatat ada dua pelatih yang kehilangan jabatannya. Mereka adalah Roberts Rene Alberts dan Javier Rocha. 

Keduanya harus meletakkan jabatannya karena kesebelasan yang dinakhodai tidak mendapat hasil positif. Misalnya Persib Bandung, yang dalam tiga pertandingan hanya bisa memperoleh satu poin saja. Selain nama itu, juru taktik seperti Jackson F Tiago sampai Eduardo Almeida juga berada dalam posisi yang rawan. ”Saya pikir mengganti pelatih saat ini adalah sesuatu yang terlalu awal,” kata juru taktik asal Brazil tersebut. 

Salah satu efek kurang bagusnya, dia menyebut bila itu bisa menjadi ulangan dari musim lalu. Saat itu, memang cukup banyak klub yang mengganti pelatih. Hingga akhir musim hanya ada lima juru taktik yang bertahan di klubnya. Salah satu yang membuat Teco heran dengan kondisi tersebut yakni posisi di klasemen, yang sejatinya jarak poin antar klub tidak berbeda jauh. ”Semua masih berpeluang (juara),” kata dia. Meski berada di pihak yang kurang menyukai kondisi tersebut, namun Teco mengaku tidak mau menyalahkan siapa-siapa. (gp/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/