alexametrics
25.1 C
Malang
Sunday, 23 January 2022

Simak! Ini Kesan Empat Rekrutan Baru Arema FC

MALANG-Wajah Genta Alparedo tampak semringah usai laga Arema FC melawan PSS Sleman Kamis malam (13/1). Pemain berusia 20 tahun bahagia karena akhirnya bisa menjalani debut bersama tim Singo Edan. Ya, sebelumnya dia memang harus menunggu dua pertandingan untuk akhirnya turun gelanggang. Karena itu, meski tidak tampil full, dirinya sangat bersyukur atas diberikan kepercayaan yang diberikan pelatih.

Alhamdulillah diberikan kelancaran dan kemenangan di pertandingan perdana bersama dengan tim,” tutur pemain pinjaman dari Semen Padang tersebut. Pada laga melawan PSS Sleman itu, dia tampil selama sekitar 20 menit. Mulai masuk ke lapangan di menit ke-70, menggantikan Kushedya Hari Yudo yang harus mengakhiri pertandingan lebih cepat karena masalah di kakinya.

Selama 20 menit berada di lapangan, Genta mampu menunjukkan penampilan yang lumayan. Kepercayaan dirinya patut diacungi jempol. Itu terlihat dari keberaniannya membawa bola dan melakukan pergerakan. Dia juga cukup disiplin dalam membantu serangan dan menggalang pertahanan.

Dari pengalaman itu, dia mendapat beberapa kesan soal jalannya BRI Liga 1. ”Dibandingkan Liga 2, permainan di Liga 1 (berjalan) lebih cepat,” kata dia. Di awal-awal, dia mengaku sempat kesulitan dalam beradaptasi. Beruntung, ada bantuan dari para pemain senior di Arema FC. ”Mereka terus menyemangati saya dan menyebut kalau saya pasti bisa,” tutur Genta. Ungkapan itu pun mampu menambah kepercayaan dirinya.

Genta mengaku bila support sistem di Arema FC tidak hanya tersaji di lapangan saja. Lebih jauh, sejak pertama bergabung dengan Arema FC, semua elemen tim juga cukup welcome kepadanya. Berkat itu, meski Arema FC menjadi tim pertamanya di Liga 1 dan luar Sumatera, dia langsung merasa nyaman. ”Rasa kekeluargaannya sangat kental di sini (Arema FC). Kami selalu saling support. Baik itu antar pemain asing, senior, sampai junior,” terangnya.

Senada dengan Genta, Ryan Kurnia juga cukup menikmati debutnya bersama Arema FC Kamis lalu (13/1). Berbeda dengan Genta, itu bukanlah penampilan pertamanya di kompetisi kasta teratas Indonesia. Sebab sebelumnya dia juga sempat memperkuat tim Persita Tangerang di musim 2020. ”Bersyukur bisa kembali bermain di Liga 1 dan langsung menang di laga pertama,” tuturnya.

Ryan sendiri bermain di interval kedua. Dia menggantikan Dendi Santoso di menit 84. Penampilannya juga terbilang positif. Sebab Ryan mampu memberi kontribusi untuk lini serang lewat kecepatan dan umpan-umpannya. Penampilan debut Ryan itu semakin spesial lantaran di hari tersebut bertepatan dengan ulang tahun istrinya. ”Mungkin penampilan ini juga menjadi kado untuk dia,” kata dia kepada koran ini.

Dalam pertandingan itu, Ryan tampak langsung tune-in dengan skema permainan Singo Edan. Salah satu indikasinya terlihat ketika dia mampu mengikuti ritme permainan yang cepat. ”Semua orang di sini (Arema FC) sangat welcome. Mereka seperti langsung menganggap saya layaknya keluarga,” kata dia. Berkat hal tersebut, dia langsung nyaman untuk menjalani babak baru bersama Arema FC.

Di tim besutan Eduardo Almeida, dia juga merasakan kekuatan salam satu jiwa. Menurutnya, salam itu selalu mampu membakar semangat para pemain sebelum menjalani pertandingan. Sementara itu, bagi Fabiano Beltrame, kembali ke Arema FC adalah sebuah hal yang menyenangkan. Sebab, dia bisa melanjutkan cerita bersama Tim Singo Edan.

Sebelumnya dia bergabung dengan tim kebanggaan warga Malang raya pada bulan Desember 2014 lalu. Total sudah ada empat trofi yang dia dapatkan bersama Arema FC. Di antaranya adalah Trofeo Persija Jakarta, Bali Island Cup, juara Surya Citra Media (SCM) Cup 2015, dan Inter Island Cup. Fabiano merasa tidak banyak hal yang berubah di tim Singo Edan. Chemistry antara semua elemen tim masih sangat kuat.

Lalu, antusiasme dari Aremania juga luar biasa. Dia mengaku telah menerima banyak pesan lewat sosial media usai gabung tim. ”Rasa kekeluargaan di sini (Arema FC) selalu kuat,” kata dia. Fabiano juga melihat bila tim Arema FC musim ini cukup luar biasa. ”Saya lihat Arema saat ini sudah bagus dan kompak,” tuturnya. Karenanya, dia berharap bisa membantu tim di kompetisi musim ini.

Terpisah, Sandi Sute yang sudah seminggu gabung Arema FC mengaku tidak seperti pemain baru. Sebab, semua elemen tim menerimanya dengan sangat baik. Alhasil, dia mudah untuk membaur dengan pemain lain. ”Kami sudah seperti keluarga. Mesti baru bermain bersama,” kata dia. Hal itu juga memudahkan proses adaptasinya. (gp/by)

MALANG-Wajah Genta Alparedo tampak semringah usai laga Arema FC melawan PSS Sleman Kamis malam (13/1). Pemain berusia 20 tahun bahagia karena akhirnya bisa menjalani debut bersama tim Singo Edan. Ya, sebelumnya dia memang harus menunggu dua pertandingan untuk akhirnya turun gelanggang. Karena itu, meski tidak tampil full, dirinya sangat bersyukur atas diberikan kepercayaan yang diberikan pelatih.

Alhamdulillah diberikan kelancaran dan kemenangan di pertandingan perdana bersama dengan tim,” tutur pemain pinjaman dari Semen Padang tersebut. Pada laga melawan PSS Sleman itu, dia tampil selama sekitar 20 menit. Mulai masuk ke lapangan di menit ke-70, menggantikan Kushedya Hari Yudo yang harus mengakhiri pertandingan lebih cepat karena masalah di kakinya.

Selama 20 menit berada di lapangan, Genta mampu menunjukkan penampilan yang lumayan. Kepercayaan dirinya patut diacungi jempol. Itu terlihat dari keberaniannya membawa bola dan melakukan pergerakan. Dia juga cukup disiplin dalam membantu serangan dan menggalang pertahanan.

Dari pengalaman itu, dia mendapat beberapa kesan soal jalannya BRI Liga 1. ”Dibandingkan Liga 2, permainan di Liga 1 (berjalan) lebih cepat,” kata dia. Di awal-awal, dia mengaku sempat kesulitan dalam beradaptasi. Beruntung, ada bantuan dari para pemain senior di Arema FC. ”Mereka terus menyemangati saya dan menyebut kalau saya pasti bisa,” tutur Genta. Ungkapan itu pun mampu menambah kepercayaan dirinya.

Genta mengaku bila support sistem di Arema FC tidak hanya tersaji di lapangan saja. Lebih jauh, sejak pertama bergabung dengan Arema FC, semua elemen tim juga cukup welcome kepadanya. Berkat itu, meski Arema FC menjadi tim pertamanya di Liga 1 dan luar Sumatera, dia langsung merasa nyaman. ”Rasa kekeluargaannya sangat kental di sini (Arema FC). Kami selalu saling support. Baik itu antar pemain asing, senior, sampai junior,” terangnya.

Senada dengan Genta, Ryan Kurnia juga cukup menikmati debutnya bersama Arema FC Kamis lalu (13/1). Berbeda dengan Genta, itu bukanlah penampilan pertamanya di kompetisi kasta teratas Indonesia. Sebab sebelumnya dia juga sempat memperkuat tim Persita Tangerang di musim 2020. ”Bersyukur bisa kembali bermain di Liga 1 dan langsung menang di laga pertama,” tuturnya.

Ryan sendiri bermain di interval kedua. Dia menggantikan Dendi Santoso di menit 84. Penampilannya juga terbilang positif. Sebab Ryan mampu memberi kontribusi untuk lini serang lewat kecepatan dan umpan-umpannya. Penampilan debut Ryan itu semakin spesial lantaran di hari tersebut bertepatan dengan ulang tahun istrinya. ”Mungkin penampilan ini juga menjadi kado untuk dia,” kata dia kepada koran ini.

Dalam pertandingan itu, Ryan tampak langsung tune-in dengan skema permainan Singo Edan. Salah satu indikasinya terlihat ketika dia mampu mengikuti ritme permainan yang cepat. ”Semua orang di sini (Arema FC) sangat welcome. Mereka seperti langsung menganggap saya layaknya keluarga,” kata dia. Berkat hal tersebut, dia langsung nyaman untuk menjalani babak baru bersama Arema FC.

Di tim besutan Eduardo Almeida, dia juga merasakan kekuatan salam satu jiwa. Menurutnya, salam itu selalu mampu membakar semangat para pemain sebelum menjalani pertandingan. Sementara itu, bagi Fabiano Beltrame, kembali ke Arema FC adalah sebuah hal yang menyenangkan. Sebab, dia bisa melanjutkan cerita bersama Tim Singo Edan.

Sebelumnya dia bergabung dengan tim kebanggaan warga Malang raya pada bulan Desember 2014 lalu. Total sudah ada empat trofi yang dia dapatkan bersama Arema FC. Di antaranya adalah Trofeo Persija Jakarta, Bali Island Cup, juara Surya Citra Media (SCM) Cup 2015, dan Inter Island Cup. Fabiano merasa tidak banyak hal yang berubah di tim Singo Edan. Chemistry antara semua elemen tim masih sangat kuat.

Lalu, antusiasme dari Aremania juga luar biasa. Dia mengaku telah menerima banyak pesan lewat sosial media usai gabung tim. ”Rasa kekeluargaan di sini (Arema FC) selalu kuat,” kata dia. Fabiano juga melihat bila tim Arema FC musim ini cukup luar biasa. ”Saya lihat Arema saat ini sudah bagus dan kompak,” tuturnya. Karenanya, dia berharap bisa membantu tim di kompetisi musim ini.

Terpisah, Sandi Sute yang sudah seminggu gabung Arema FC mengaku tidak seperti pemain baru. Sebab, semua elemen tim menerimanya dengan sangat baik. Alhasil, dia mudah untuk membaur dengan pemain lain. ”Kami sudah seperti keluarga. Mesti baru bermain bersama,” kata dia. Hal itu juga memudahkan proses adaptasinya. (gp/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru