alexametrics
25.1 C
Malang
Sunday, 25 July 2021

Tak Ada Kompetisi, Atlet BMX Kota Malang Rindu Balapan

MALANG KOTA – Selama pandemi, tidak banyak event balap BMX yang digelar. Hal ini membuat atlet Kota Malang merindukan atmosfir persaingan tersebut.

Salah satunya yakni atlet BMX Kota Malang Whillia Ardisa. Dia menuturkan, dirinya sangat merindukan adanya perlombaan. Sebab dari kompetisi itulah dia mampu mengukur kemampuan yang dimilikinya.

”Selama pandemi ini latihan terus tidak ada balapan. Jadi seperti tidak ada tujuannya. Sementara ini hanya bersaing dengan teman sendiri, menunjukkan yang terbaik di setiap latihan,” ujar Disa-sapaan akrabnya.

Sebelum pandemi, hampir setiap dua bulan sekali digelar event balap BMX. Namun pada situasi seperti ini, perlombaan tersebut jarang terlaksana karena berbagai alasan.

Tidak adanya kompetisi juga seringkali membuat atlet jenuh. ”Kadang ada rasa bosan, karena hanya latihan terus. Kadang kami bikin game sama temen-temen. Nah yang kalah nanti beres-beres atau membersihkan tempat latihan ,” jelas Disa.

Meskipun diliputi rasa bosan, keseriusan tetap ditunjukkan oleh setiap atlet yang berlatih. Tak jarang, mereka berjibaku maupun bersenggolan pada sesi latihan.

Ke depannya, Disa hanya bisa berharap semakin banyak perlombaan yang akan digelar. ”Harapannya ke depan ada turnamen lagi. Agar kami lebih semangat lagi dalam latihan,” tuturnya.

Pewarta: Andika Satria

MALANG KOTA – Selama pandemi, tidak banyak event balap BMX yang digelar. Hal ini membuat atlet Kota Malang merindukan atmosfir persaingan tersebut.

Salah satunya yakni atlet BMX Kota Malang Whillia Ardisa. Dia menuturkan, dirinya sangat merindukan adanya perlombaan. Sebab dari kompetisi itulah dia mampu mengukur kemampuan yang dimilikinya.

”Selama pandemi ini latihan terus tidak ada balapan. Jadi seperti tidak ada tujuannya. Sementara ini hanya bersaing dengan teman sendiri, menunjukkan yang terbaik di setiap latihan,” ujar Disa-sapaan akrabnya.

Sebelum pandemi, hampir setiap dua bulan sekali digelar event balap BMX. Namun pada situasi seperti ini, perlombaan tersebut jarang terlaksana karena berbagai alasan.

Tidak adanya kompetisi juga seringkali membuat atlet jenuh. ”Kadang ada rasa bosan, karena hanya latihan terus. Kadang kami bikin game sama temen-temen. Nah yang kalah nanti beres-beres atau membersihkan tempat latihan ,” jelas Disa.

Meskipun diliputi rasa bosan, keseriusan tetap ditunjukkan oleh setiap atlet yang berlatih. Tak jarang, mereka berjibaku maupun bersenggolan pada sesi latihan.

Ke depannya, Disa hanya bisa berharap semakin banyak perlombaan yang akan digelar. ”Harapannya ke depan ada turnamen lagi. Agar kami lebih semangat lagi dalam latihan,” tuturnya.

Pewarta: Andika Satria

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru