alexametrics
22.3 C
Malang
Sunday, 2 October 2022

Start Paling Edan Singo Edan

MALANG KOTA- Arema FC tidak hanya memecahkan kutukan tidak pernah menang di Pulau Dewata saat berjumpa Bali United sejak 2017 pada pekan ke-4 BRI Liga 1 (13/8) lalu. Tiga poin tersebut juga membuat mereka mencatatkan start lebih baik dari musim-musim sebelumnya. Saat ini Arema mengumpulkan 7 poin dari empat laga telah dijalani. Inilah start liga paling edan untuk tim berjuluk Singo Edan ini

Catatan koran ini terakhir kali Singo Edan mengumpulkan poin di atas lima dalam empat laga adalah pada musim 2017 lalu. Ketika itu dalam empat pertandingan Jhon Alfarizi dan kawan-kawan mendapatkan 10 poin. Hasil dari tiga kali menang dan sekali imbang. Sedangkan, di musim 2018, 2019, dan 2021 poin terbanyak dapat dikumpulkan dalam empat laga adalah tiga.

Seperti salah satu contohnya adalah musim 2021/2022 lalu. Ketika itu dalam empat laga awal tim hanya mengumpulkan tiga poin. Di mana Arema FC bermain imbang tiga kali dan sekali imbang. Kondisi tersebut sempat membuat mereka dalam posisi kurang aman yakni ada di papan bawah. (Selengkapnya baca grafis).

Catatan start lebih bagus kali ini hebatnya didapatkan dalam situasi terbilang tidak gampang. Itu karena mereka memulai kompetisi dengan kalah telak dari Borneo FC dan mendapatkan banyak kritikan akan gaya bermain dinilai masih kurang bagus. Di mana belum menunjukkan ciri khas mereka.

Nah, mengenai hasil di awal yang lebih bagus dari musim-musim sebelumnya Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida menilai tidak ada rahasia khusus. Menurutnya tim berusaha menjalani satu pertandingan ke pertandingan lainnya dengan sebaik mungkin. “Kami hanya berusaha melakukan yang terbaik untuk pekerjaan kami,”kata pelatih asal Portugal itu.

Menurutnya sebuah kesebelasan bisa bermain dengan beragam cara. Mulai dari skema A, B, atau C. Tapi yang terpenting adalah berusaha mendapatkan kemenangan. “Itu tujuan utamanya. Tapi, kadang kami mendapatkannya (kemenangan,red) dan tidak,”katanya.

Tapi, dengan terus menargetkan hasil maksimal membuat semua bekerja keras sepanjang laga.

Berangkat dari hal tersebut eks tactician Semen Padang itu mengaku kalau tim tidak akan  melakukan euforia berlebihan dengan catatan itu. Itu disebabkan lantaran dinilai perjalanan tim masih sangat panjang. Di mana masih ada 30 pertandingan lagi. Karenanya hari ini (15/8) tim akan langsung fokus ke laga selanjutnya.

Di mana tim akan memulainya dengan melakukan recovery terlebih dahulu. Selain itu Eduardo juga menyebutkan tim pelatih akan  melakukan analisis dari sebelumnya. Ini dilakukan sebagai upaya melihat hal-hal yang masih menjadi kekuarangan tim Singo Edan.

Terpisah, menurut Manager Arema FC Muhammad Ali Rifki performa positif salah satunya adalah karena hasrat ingin terus lebih baik. “Kami selalu ingin mendobrak sejarah,”ungkapnya.

Karena catatan minor sebelumnya menjadi pelecut semangat untuk membuat sesuatu lebih bagus lagi.

Contohnya adalah rekor sulit menang di kandang Bali United. Di mana sebelumnya tim juga disebut tidak pernah menang di sana.

Selain itu, Ali mengungkapkan tim juga berusaha untuk tidak merasa inferior setiap pertandingan. Para pemain harus percaya diri melawan siapa saja. “Ini bukan angkuh atau sombong. Tapi, memang perlu untuk pede kepada kemampuan sendiri dan tim,”tuturnya.

Berkat sikap itu dinilai tim selalu mempunyai motivasi lebih mendapatkan hasil lebih baik lagi.

Arema FC sendiri secara statistik dalam empat pertandingan sukses mencatatkan torehan positif. Di mana membuat 20 shoot on target, 795 passes, 40 tackles, 97 intercept, 27 clearance. Sampai kemarin sore mereka berada di peringkat ke-5 berjarak dua poin saja dari tim-tim tiga besar. (gp/abm)

MALANG KOTA- Arema FC tidak hanya memecahkan kutukan tidak pernah menang di Pulau Dewata saat berjumpa Bali United sejak 2017 pada pekan ke-4 BRI Liga 1 (13/8) lalu. Tiga poin tersebut juga membuat mereka mencatatkan start lebih baik dari musim-musim sebelumnya. Saat ini Arema mengumpulkan 7 poin dari empat laga telah dijalani. Inilah start liga paling edan untuk tim berjuluk Singo Edan ini

Catatan koran ini terakhir kali Singo Edan mengumpulkan poin di atas lima dalam empat laga adalah pada musim 2017 lalu. Ketika itu dalam empat pertandingan Jhon Alfarizi dan kawan-kawan mendapatkan 10 poin. Hasil dari tiga kali menang dan sekali imbang. Sedangkan, di musim 2018, 2019, dan 2021 poin terbanyak dapat dikumpulkan dalam empat laga adalah tiga.

Seperti salah satu contohnya adalah musim 2021/2022 lalu. Ketika itu dalam empat laga awal tim hanya mengumpulkan tiga poin. Di mana Arema FC bermain imbang tiga kali dan sekali imbang. Kondisi tersebut sempat membuat mereka dalam posisi kurang aman yakni ada di papan bawah. (Selengkapnya baca grafis).

Catatan start lebih bagus kali ini hebatnya didapatkan dalam situasi terbilang tidak gampang. Itu karena mereka memulai kompetisi dengan kalah telak dari Borneo FC dan mendapatkan banyak kritikan akan gaya bermain dinilai masih kurang bagus. Di mana belum menunjukkan ciri khas mereka.

Nah, mengenai hasil di awal yang lebih bagus dari musim-musim sebelumnya Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida menilai tidak ada rahasia khusus. Menurutnya tim berusaha menjalani satu pertandingan ke pertandingan lainnya dengan sebaik mungkin. “Kami hanya berusaha melakukan yang terbaik untuk pekerjaan kami,”kata pelatih asal Portugal itu.

Menurutnya sebuah kesebelasan bisa bermain dengan beragam cara. Mulai dari skema A, B, atau C. Tapi yang terpenting adalah berusaha mendapatkan kemenangan. “Itu tujuan utamanya. Tapi, kadang kami mendapatkannya (kemenangan,red) dan tidak,”katanya.

Tapi, dengan terus menargetkan hasil maksimal membuat semua bekerja keras sepanjang laga.

Berangkat dari hal tersebut eks tactician Semen Padang itu mengaku kalau tim tidak akan  melakukan euforia berlebihan dengan catatan itu. Itu disebabkan lantaran dinilai perjalanan tim masih sangat panjang. Di mana masih ada 30 pertandingan lagi. Karenanya hari ini (15/8) tim akan langsung fokus ke laga selanjutnya.

Di mana tim akan memulainya dengan melakukan recovery terlebih dahulu. Selain itu Eduardo juga menyebutkan tim pelatih akan  melakukan analisis dari sebelumnya. Ini dilakukan sebagai upaya melihat hal-hal yang masih menjadi kekuarangan tim Singo Edan.

Terpisah, menurut Manager Arema FC Muhammad Ali Rifki performa positif salah satunya adalah karena hasrat ingin terus lebih baik. “Kami selalu ingin mendobrak sejarah,”ungkapnya.

Karena catatan minor sebelumnya menjadi pelecut semangat untuk membuat sesuatu lebih bagus lagi.

Contohnya adalah rekor sulit menang di kandang Bali United. Di mana sebelumnya tim juga disebut tidak pernah menang di sana.

Selain itu, Ali mengungkapkan tim juga berusaha untuk tidak merasa inferior setiap pertandingan. Para pemain harus percaya diri melawan siapa saja. “Ini bukan angkuh atau sombong. Tapi, memang perlu untuk pede kepada kemampuan sendiri dan tim,”tuturnya.

Berkat sikap itu dinilai tim selalu mempunyai motivasi lebih mendapatkan hasil lebih baik lagi.

Arema FC sendiri secara statistik dalam empat pertandingan sukses mencatatkan torehan positif. Di mana membuat 20 shoot on target, 795 passes, 40 tackles, 97 intercept, 27 clearance. Sampai kemarin sore mereka berada di peringkat ke-5 berjarak dua poin saja dari tim-tim tiga besar. (gp/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/