alexametrics
29.2 C
Malang
Saturday, 28 May 2022

Tim Pincang, Almeida Optimis Raih Poin Penuh Lawan Persija

MALANG KOTA – Laga pekan kedua BRI Liga 1 Arema FC melawan Persija Jakarta, Minggu (17/10) malam dipastikan sedikit tereduksi. Pasalnya, masa karantina yang dilakoni Dedik Setiawan dan Kushedya Hari Yudo diprediksi baru akan berakhir di hari H pertandingan tersebut, usai keduanya membela Timnas di play-off kualifikasi Piala Asia 2023 di Thailand pada 13 Oktober.

Potensi absennya dua ujung tombak Arema FC itu tak lantas membuat pelatih Eduardo Almeida khawatir. ”Kami sudah menyamakan visi, yakni memenangkan pertandingan pertama di seri kedua,” kata pelatih yang mengantongi lisensi UEFA Pro tersebut.

Sikap percaya diri itu bukanlah tanpa sebab. Menurutnya, kondisi tim terus menunjukkan perkem- bangan yang positif. Grafiknya terus meningkat selama masa persiapan lebih dari satu minggu. ”Kami siap karena kondisi pemain saat ini juga lebih bagus,” tambah pria berusia 43 tahun itu.

Proses persiapan menyambut seri kedua sudah dimulai tim Singo Edan 7 Oktober lalu, dan diakhiri kemarin (15/10) pagi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Selama masa persiapan tersebut, mereka juga sempat melakukan pemusatan latihan di Kota Batu selama 4 hari. Mulai 9 sampai 12 Oktober.

Beranjak dari itu, Eduardo memastikan bila timnya sudah sangat siap menyambut laga perdana di seri kedua BRI Liga 1. ”Level fisik kami sudah mencapai 100 persen,” tuturnya.

Tercatat, pada seri 2 BRI Liga 1, tim pelatih Arema FC memboyong 24 nama pemain. Komposisinya tak berubah drastis dibandingkan seri pertama. Kombinasi pemain muda dan senior tetap tersaji. Selain itu, para penggawa asing juga komplet. Adilson Maringa, Renshi Yamaguchi, Sergio Silva, dan Carlos Fortes siap diturunkan.

”Kami hanya memilih pemain-pemain yang benar-benar bagus dan siap,” kata Eduardo.

Rombongan Arema FC sendiri berangkat ke Solo melalui perjalanan darat. Dimulai kemarin siang sekitar pukul 14.00 WIB. Sehari sebelumnya, para pemain juga dikuatkan bekal spiritualitasnya. Dendi Santoso dan kawan-kawan melakukan ngaji bersama dengan Habib Muhammad bin Anis Syahab.

Terpisah, center back Arema FC Sergio Silva juga mengaku siap untuk menjalani seri selanjutnya. Dia melihat bila timnya tiap hari semakin kompak. Para pemain juga semakin paham untuk menerjemahkan apa yang diinginkan pelatih Eduardo Almeida.

”Saya rasa kami terus meningkat. Tidak hanya dari segi permainan, tapi juga pengertian satu sama lain,” jelas pemain asal Portugal itu.

Lebih lanjut, Sergio mengaku sudah terbiasa dengan cuaca di Indonesia. Dia perlahan-lahan sudah mulai bisa melakukan penyesuaian. ”Saya mengerti budaya dan sudah beradaptasi di sini,” kata dia.

Terkait tim-tim lawan yang bakal dihadapi, dia mengaku tak gentar. Sejak seri pertama, Sergio menyadari bila BRI Liga 1 cukup kompetitif. Kualitas tim-timnya tak berbeda jauh satu sama lain. (gp/by/rmc)

MALANG KOTA – Laga pekan kedua BRI Liga 1 Arema FC melawan Persija Jakarta, Minggu (17/10) malam dipastikan sedikit tereduksi. Pasalnya, masa karantina yang dilakoni Dedik Setiawan dan Kushedya Hari Yudo diprediksi baru akan berakhir di hari H pertandingan tersebut, usai keduanya membela Timnas di play-off kualifikasi Piala Asia 2023 di Thailand pada 13 Oktober.

Potensi absennya dua ujung tombak Arema FC itu tak lantas membuat pelatih Eduardo Almeida khawatir. ”Kami sudah menyamakan visi, yakni memenangkan pertandingan pertama di seri kedua,” kata pelatih yang mengantongi lisensi UEFA Pro tersebut.

Sikap percaya diri itu bukanlah tanpa sebab. Menurutnya, kondisi tim terus menunjukkan perkem- bangan yang positif. Grafiknya terus meningkat selama masa persiapan lebih dari satu minggu. ”Kami siap karena kondisi pemain saat ini juga lebih bagus,” tambah pria berusia 43 tahun itu.

Proses persiapan menyambut seri kedua sudah dimulai tim Singo Edan 7 Oktober lalu, dan diakhiri kemarin (15/10) pagi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Selama masa persiapan tersebut, mereka juga sempat melakukan pemusatan latihan di Kota Batu selama 4 hari. Mulai 9 sampai 12 Oktober.

Beranjak dari itu, Eduardo memastikan bila timnya sudah sangat siap menyambut laga perdana di seri kedua BRI Liga 1. ”Level fisik kami sudah mencapai 100 persen,” tuturnya.

Tercatat, pada seri 2 BRI Liga 1, tim pelatih Arema FC memboyong 24 nama pemain. Komposisinya tak berubah drastis dibandingkan seri pertama. Kombinasi pemain muda dan senior tetap tersaji. Selain itu, para penggawa asing juga komplet. Adilson Maringa, Renshi Yamaguchi, Sergio Silva, dan Carlos Fortes siap diturunkan.

”Kami hanya memilih pemain-pemain yang benar-benar bagus dan siap,” kata Eduardo.

Rombongan Arema FC sendiri berangkat ke Solo melalui perjalanan darat. Dimulai kemarin siang sekitar pukul 14.00 WIB. Sehari sebelumnya, para pemain juga dikuatkan bekal spiritualitasnya. Dendi Santoso dan kawan-kawan melakukan ngaji bersama dengan Habib Muhammad bin Anis Syahab.

Terpisah, center back Arema FC Sergio Silva juga mengaku siap untuk menjalani seri selanjutnya. Dia melihat bila timnya tiap hari semakin kompak. Para pemain juga semakin paham untuk menerjemahkan apa yang diinginkan pelatih Eduardo Almeida.

”Saya rasa kami terus meningkat. Tidak hanya dari segi permainan, tapi juga pengertian satu sama lain,” jelas pemain asal Portugal itu.

Lebih lanjut, Sergio mengaku sudah terbiasa dengan cuaca di Indonesia. Dia perlahan-lahan sudah mulai bisa melakukan penyesuaian. ”Saya mengerti budaya dan sudah beradaptasi di sini,” kata dia.

Terkait tim-tim lawan yang bakal dihadapi, dia mengaku tak gentar. Sejak seri pertama, Sergio menyadari bila BRI Liga 1 cukup kompetitif. Kualitas tim-timnya tak berbeda jauh satu sama lain. (gp/by/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/