alexametrics
23C
Malang
Tuesday, 2 March 2021

Liga 1 Digeber Bulan Maret? Seperti Ini Respon Tim Arema FC

MALANG KOTA – Agenda owner meeting yang digelar PT Liga Indonesia Baru (LIB) dengan para kontestan Liga 1 Jumat malam lalu (15/1) menghadirkan harapan baru. Pertemuan yang digelar secara virtual itu menghasilkan sejumlah aspirasi. Salah satunya yakni menghentikan Liga 1 musim 2020 dan langsung melanjutkan kompetisi untuk musim 2021.

Meski belum ada kabar pasti soal jadwal Liga, kubu Arema FC mengaku tetap optimistis.
Bagi mereka, sepak bola tidak sekadar olahraga di atas lapangan. Lebih jauh, sepak bola juga sudah dianggap sebagai api semangat untuk semua kalangan. ”Sebab, sepak bola ini menghidupi banyak orang,” kata Media Officer Arema FC Sudarmaji. Maka dari itu, dia menuturkan pentingnya peran stakeholder lain agar sepak bola bisa bergulir, seperti peran sponsor, pemerintah daerah, dan stasiun televisi. ”Karena itu, kami sangat berharap ada solusi alternatif dan bijak terkait kondisi sepak bola Indonesia,” tambah pria asal Banyuwangi itu.

Lebih lanjut soal bagaimana nasib kompetisi, dia menyebut hal itu akan jadi salah satu momen pembuktian bagi aparat kepolisian yang hendak mempunyai ”nakhoda” baru. ”Kami berusaha untuk optimistis sepak bola bisa digelar lagi karena itu momentum fit and proper test pucuk pimpinan Polri,” jelasnya. Tim Singo Edan, tambahnya, bakal patuh terhadap aturan dari pemerintah tentang protokol kesehatan saat kompetisi bergulir.

Sementara itu, General Manager (GM) Arema FC Ruddy Widodo menyebut apa pun keputusan yang diambil PSSI harus tetap dipikir secara matang-matang. Sebab, di dalam beberapa opsi kebijakan pasti ada konsekuensi yang mengikutinya. ”Salah satu yang harus dilihat adalah bagaimana efek jika pilihan-pilihan itu diambil,” paparnya. Bila PSSI pada akhirnya menyetop Liga 1 2020 dan akan menggeber musim 2021 juga tidak apa-apa. Yang jelas menurut dia, perjanjian dengan pihak-pihak eksternal tetap harus mendapat perhatian.

Terkait kejelasan kompetisi, pemain-pemain Arema FC hingga kini terus menunggunya. Pada umumnya mereka sudah tidak sabar untuk kembali turun gelanggang. ”Ya kalau pemain sepak bola pasti rindu untuk bermain,” terang kapten tim Arema FC Hendro Siswanto.

Senada dengan dia, Titan Agung juga mengaku sangat menantikan kompetisi. Menurut dia, lanjutan Liga sangat diperlukan. ”Sebab, menjadi sarana untuk berkembang,” ucapnya.(rmc/gp/c1/by)

MALANG KOTA – Agenda owner meeting yang digelar PT Liga Indonesia Baru (LIB) dengan para kontestan Liga 1 Jumat malam lalu (15/1) menghadirkan harapan baru. Pertemuan yang digelar secara virtual itu menghasilkan sejumlah aspirasi. Salah satunya yakni menghentikan Liga 1 musim 2020 dan langsung melanjutkan kompetisi untuk musim 2021.

Meski belum ada kabar pasti soal jadwal Liga, kubu Arema FC mengaku tetap optimistis.
Bagi mereka, sepak bola tidak sekadar olahraga di atas lapangan. Lebih jauh, sepak bola juga sudah dianggap sebagai api semangat untuk semua kalangan. ”Sebab, sepak bola ini menghidupi banyak orang,” kata Media Officer Arema FC Sudarmaji. Maka dari itu, dia menuturkan pentingnya peran stakeholder lain agar sepak bola bisa bergulir, seperti peran sponsor, pemerintah daerah, dan stasiun televisi. ”Karena itu, kami sangat berharap ada solusi alternatif dan bijak terkait kondisi sepak bola Indonesia,” tambah pria asal Banyuwangi itu.

Lebih lanjut soal bagaimana nasib kompetisi, dia menyebut hal itu akan jadi salah satu momen pembuktian bagi aparat kepolisian yang hendak mempunyai ”nakhoda” baru. ”Kami berusaha untuk optimistis sepak bola bisa digelar lagi karena itu momentum fit and proper test pucuk pimpinan Polri,” jelasnya. Tim Singo Edan, tambahnya, bakal patuh terhadap aturan dari pemerintah tentang protokol kesehatan saat kompetisi bergulir.

Sementara itu, General Manager (GM) Arema FC Ruddy Widodo menyebut apa pun keputusan yang diambil PSSI harus tetap dipikir secara matang-matang. Sebab, di dalam beberapa opsi kebijakan pasti ada konsekuensi yang mengikutinya. ”Salah satu yang harus dilihat adalah bagaimana efek jika pilihan-pilihan itu diambil,” paparnya. Bila PSSI pada akhirnya menyetop Liga 1 2020 dan akan menggeber musim 2021 juga tidak apa-apa. Yang jelas menurut dia, perjanjian dengan pihak-pihak eksternal tetap harus mendapat perhatian.

Terkait kejelasan kompetisi, pemain-pemain Arema FC hingga kini terus menunggunya. Pada umumnya mereka sudah tidak sabar untuk kembali turun gelanggang. ”Ya kalau pemain sepak bola pasti rindu untuk bermain,” terang kapten tim Arema FC Hendro Siswanto.

Senada dengan dia, Titan Agung juga mengaku sangat menantikan kompetisi. Menurut dia, lanjutan Liga sangat diperlukan. ”Sebab, menjadi sarana untuk berkembang,” ucapnya.(rmc/gp/c1/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru