alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Panpel Kerahkan Jurus Cegah Cluster Covid Digelaran Piala Menpora

MALANG – Panitia pelaksana (panpel) Piala Menpora terus melakukan persiapan matang untuk menyukseskan penyelenggaraan pertandingan Grup B di Stadion Kanjuruhan, 21 Maret mendatang. Event ini menjadi krusial karena menjadi taruhan untuk bisa menggelar kompetisi Liga 1 mendatang. Jika sampai ada noda dalam penyelenggaraan, izin gelaran Liga 1 bisa terhalang.

Karena itu, pihak panpel Piala Menpora Grup di B Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang melakukan persiapan serius. Kemungkinan ada celah terjadinya pelanggaran aturan protokol kesehatan diantisipasi.

Baca juga : Stadion Kanjuruhan Siap Jadi Tuan Rumah Piala Menpora

Sejak Senin lalu (15/3), panpel menggelar simulasi penerapan regulasi terkait pelaksana turnamen pada ajang tersebut. Seperti melakukan pengamanan berlapis, simulasi swab test, lalu menerapkan akses satu pintu, sampai dengan menggelar latihan bersama secara tertutup.

Media Officer (MO) Arema FC Sudarmaji menyebut, simulasi pada Senin bukanlah yang terakhir. Ke depannya, mereka akan kembali menggelar kegiatan seperti itu mendekati hari H Piala Menpora Minggu mendatang (21/3). ”Simulasi ini kami lakukan lagi antara H-1 atau H-2 sebelum digelarnya Piala Menpora,” ujar pria asal Banyuwangi itu.

Lebih lanjut, panpel Stadion Kanjuruhan tidak hanya melakukan simulasi. Sudarmaji menyebut, sebelumnya juga telah melakukan kampanye agar suporter menonton sepak bola di rumah saja.

”Sosialisasi agar tidak datang ke stadion juga telah intensif dilakukan,” paparnya.

Beberapa perwakilan suporter Arema FC diajak komunikasi sekaligus bersinergi untuk menyukseskan ajang Piala Menpora itu.

Salah satu prioritas panpel adalah jangan sampai ada penonton yang memaksa hadir di area stadion. Sebab, itu menjadi salah satu syarat utama dari pihak keamanan pasca mengeluarkan izin diselenggarakannya Piala Menpora.
Tujuannya adalah agar tidak terjadi klaster baru di lapangan.

Untuk memenuhi hal tersebut, Sudarmaji menyebut pengamanan di kawasan Stadion Kanjuruhan ada tiga-sampai empat lapis. Di mana terbagi ke dalam beberapa zona yakni 1, 2, dan 3.

”Nantinya akan ada sekitar 64 personel dari pihak keamanan yang disigiakan di beberapa titik,” jelasnya.

Terpisah, Panpel Arema FC Abdul Haris mengaku kalau secara umum Stadion Kanjuruhan siap menyambut gelaran Piala Menpora. Tidak hanya dari segi lapangan, namun juga penerapan protokol-protokol kesehatan. Misalnya, untuk tes swab sebelum pertandingan.

”Untuk aturan swab test sudah kami koordinasikan dengan pihak terkait,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, untuk Piala Menpora, elemen tim yang datang ke stadion wajib melakukan tes terlebih dahulu. Begitu juga dengan awak media, dua jam sebelum kickoff juga harus swab test antigen.

Lebih lanjut, Haris juga mengaku kalau orang-orang tidak berkepentingan dalam pertandingan dilarang masuk. ”Sedangkan mereka yang masuk wajib memakai masker dan menjaga jarak,” paparnya. Menurut dia, pihak panpel juga terus berkomunikasi dengan pihak keamanan untuk menyukseskan turnamen tersebut.

Terpisah, Kapolres Malang AKBP Hendri Umar menjelaskan, pengamanan Piala Menpora mendatang bakal berjalan sama seperti saat pertandingan normal. Di mana ada tiga ring penjaga. Pertama di dalam stadion, area stadion, dan di luar.

”Radius 300 meter dari stadion kami akan melakukan penyekatan,” kata pria kelahiran Solok, Sumatera Barat, itu.

Pihak kepolisian juga beberapa waktu yang lalu telah sosialisasi agar penonton tidak datang ke stadion. ”Pada latihan bersama Arema FC dengan Madura United kemarin (Senin), kami melakukan simulasi. Alhamdulillah berjalan lancar,” jelas dia. (gp/c1/abm/fia)

MALANG – Panitia pelaksana (panpel) Piala Menpora terus melakukan persiapan matang untuk menyukseskan penyelenggaraan pertandingan Grup B di Stadion Kanjuruhan, 21 Maret mendatang. Event ini menjadi krusial karena menjadi taruhan untuk bisa menggelar kompetisi Liga 1 mendatang. Jika sampai ada noda dalam penyelenggaraan, izin gelaran Liga 1 bisa terhalang.

Karena itu, pihak panpel Piala Menpora Grup di B Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang melakukan persiapan serius. Kemungkinan ada celah terjadinya pelanggaran aturan protokol kesehatan diantisipasi.

Baca juga : Stadion Kanjuruhan Siap Jadi Tuan Rumah Piala Menpora

Sejak Senin lalu (15/3), panpel menggelar simulasi penerapan regulasi terkait pelaksana turnamen pada ajang tersebut. Seperti melakukan pengamanan berlapis, simulasi swab test, lalu menerapkan akses satu pintu, sampai dengan menggelar latihan bersama secara tertutup.

Media Officer (MO) Arema FC Sudarmaji menyebut, simulasi pada Senin bukanlah yang terakhir. Ke depannya, mereka akan kembali menggelar kegiatan seperti itu mendekati hari H Piala Menpora Minggu mendatang (21/3). ”Simulasi ini kami lakukan lagi antara H-1 atau H-2 sebelum digelarnya Piala Menpora,” ujar pria asal Banyuwangi itu.

Lebih lanjut, panpel Stadion Kanjuruhan tidak hanya melakukan simulasi. Sudarmaji menyebut, sebelumnya juga telah melakukan kampanye agar suporter menonton sepak bola di rumah saja.

”Sosialisasi agar tidak datang ke stadion juga telah intensif dilakukan,” paparnya.

Beberapa perwakilan suporter Arema FC diajak komunikasi sekaligus bersinergi untuk menyukseskan ajang Piala Menpora itu.

Salah satu prioritas panpel adalah jangan sampai ada penonton yang memaksa hadir di area stadion. Sebab, itu menjadi salah satu syarat utama dari pihak keamanan pasca mengeluarkan izin diselenggarakannya Piala Menpora.
Tujuannya adalah agar tidak terjadi klaster baru di lapangan.

Untuk memenuhi hal tersebut, Sudarmaji menyebut pengamanan di kawasan Stadion Kanjuruhan ada tiga-sampai empat lapis. Di mana terbagi ke dalam beberapa zona yakni 1, 2, dan 3.

”Nantinya akan ada sekitar 64 personel dari pihak keamanan yang disigiakan di beberapa titik,” jelasnya.

Terpisah, Panpel Arema FC Abdul Haris mengaku kalau secara umum Stadion Kanjuruhan siap menyambut gelaran Piala Menpora. Tidak hanya dari segi lapangan, namun juga penerapan protokol-protokol kesehatan. Misalnya, untuk tes swab sebelum pertandingan.

”Untuk aturan swab test sudah kami koordinasikan dengan pihak terkait,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, untuk Piala Menpora, elemen tim yang datang ke stadion wajib melakukan tes terlebih dahulu. Begitu juga dengan awak media, dua jam sebelum kickoff juga harus swab test antigen.

Lebih lanjut, Haris juga mengaku kalau orang-orang tidak berkepentingan dalam pertandingan dilarang masuk. ”Sedangkan mereka yang masuk wajib memakai masker dan menjaga jarak,” paparnya. Menurut dia, pihak panpel juga terus berkomunikasi dengan pihak keamanan untuk menyukseskan turnamen tersebut.

Terpisah, Kapolres Malang AKBP Hendri Umar menjelaskan, pengamanan Piala Menpora mendatang bakal berjalan sama seperti saat pertandingan normal. Di mana ada tiga ring penjaga. Pertama di dalam stadion, area stadion, dan di luar.

”Radius 300 meter dari stadion kami akan melakukan penyekatan,” kata pria kelahiran Solok, Sumatera Barat, itu.

Pihak kepolisian juga beberapa waktu yang lalu telah sosialisasi agar penonton tidak datang ke stadion. ”Pada latihan bersama Arema FC dengan Madura United kemarin (Senin), kami melakukan simulasi. Alhamdulillah berjalan lancar,” jelas dia. (gp/c1/abm/fia)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/