alexametrics
24.5 C
Malang
Friday, 20 May 2022

Piala Menpora Jadi Medan Pembuktian Pemain Muda Arema

MALANG KOTA – Piala Menpora menjadi peluang emas bagi para pemain muda Arema FC. Jika mereka menunjukkan performa yang bagus, tidak menutup kemungkinan mereka bakal mendapatkan kepercayaan tampil di Liga 1 mendatang.

Memang, Piala Menpora 2021 memang menjadi batu loncatan Arema FC sebelum di tampil kompetisi. Karena itu, Piala Menpora inilah jadi momentum bagi young guns (sebutan pemain muda) Arema FC.

Ajang tersebut, selain untuk pemantapan tim, juga menumbuhkan chemistry, dan mengasah mental pemain. Piala Menpora juga jadi ajang melihat dan mengasah potensi punggawa muda. Maklum, pemain muda saat ini banyak yang sebelumnya belum tampil reguler di kompetisi teratas sepak bola Indonesia tesebut.

Seperti di antaranya Seiya da Costa, Vikrian Akbar, Andriyas Francisco, dan Aji Saka. Mereka adalah alumnus Akademi Arema. Ada pula Ricga Tri Febiyan, sebelumnya tampil dengan Persema dan tim Porprov Kota Malang; Wiga Brilian, eks pemain tim PON Jawa Timur; dan Sandy Ferizal, eks Barito Putera.

”Kami akan mencoba mereka (pemain muda),” kata asisten pelatih Arema FC Kuncoro.

Ia menyebut, penggawa muda di tim Singo Edan punya potensi besar. Seperti salah satunya adalah Sandy Ferizal. Pemain yang biasa tampil di posisi wing-back itu disebutnya mengerti skema bermain yang diusung Arema.
Meski ada garansi tampil, namun pemain-pemain muda Arema FC tetap tidak boleh santai-santai. Mereka tetap wajib kerja keras untuk mendapatkan kesempatan bermain di Piala Menpora mendatang. Itu karena tim pelatih hanya akan memainkan pemainnya yang benar-benar siap.

”Pemain ditampilkan tidak asal-asalan. Harus punya mental bagus dan yang benar-benar nyetel di tim,” papar pelatih yang saat jadi pemain membawa juara Arema juara Galatama musim 1992/1993 itu.

Selain itu, Kuncoro juga melihat anak asuhnya juga dalam kondisi bagus. Maksudnya, fisiknya prima untuk ditampilkan dalam sebuah pertandingan.

Sebelumnya, dalam dua kali latihan tanding, beberapa nama pemain muda telah dicoba untuk bermain. Salah satunya seperti saat melawan Madura United Senin lalu (15/3). Di mana nama Seiya da Costa, Ricga Tri Febiyan, dan Sandy Ferizal diberi kesempatan turun gelanggang.

Berdasarkan pantuan Jawa Pos Radar Malang, mereka terlihat tampil berani. Meskipun lawannya adalah pemain yang biasa tampil di Liga 1. Di antaranya adalah Zulfiandi, Slamet Nurcahyo, Alberto Beto Goncalves, Rendika Rama, sampai Asep Berlian.

Terpisah, terkait adanya peluang besar tampil di Piala Menpora, pemain-pemain muda Arema FC mengaku kalau tidak terlalu memikirkannya. Bagi mereka, bermain atau tidak, keputusan ada di tangan tim pelatih.

”Terpenting menurut saya saat ini terus bekerja keras meningkatkan kemampuan,” papar Seiya da Costa.

Sebab, baginya masih banyak pekerja rumah (PR) untuknya. ”Saya belum bagus. Saat tampil dengan Madura United masih banyak kesalahan,” paparnya.
Bermain dengan klub Liga 1 adalah level yang berbeda. Alhasil, lanjutnya, dia harus terus bekerja keras menyesuaikan diri dan mengembangkan kemampuan.

Senada dengannya, Sandy Ferizal juga mengaku kalau masih harus terus belajar. Baginya, momen dipercaya tampil sejak menit pertama di latih tanding melawan Madura United bukan garansi untuknya terus dipercaya tim bermain.

”Jangan sampai cepat puas. Perjalanan masih panjang dan banyak hal perlu ditingkatkan ke depannya,” ucapnya.

Tapi, lanjutnya, kesempatan bermain melawan Madura United selama 90 menit jadi motivasinya ke depan untuk kerja keras. Absennya Rizky Dwi Febrianto membuat eks pemain Barito Putera itu tampil sejak awal pertandingan.

”Ke depan targetnya ingin terus mendapatkan kepercayaan tampil,” tekad dia. (gp/abm/fia)

MALANG KOTA – Piala Menpora menjadi peluang emas bagi para pemain muda Arema FC. Jika mereka menunjukkan performa yang bagus, tidak menutup kemungkinan mereka bakal mendapatkan kepercayaan tampil di Liga 1 mendatang.

Memang, Piala Menpora 2021 memang menjadi batu loncatan Arema FC sebelum di tampil kompetisi. Karena itu, Piala Menpora inilah jadi momentum bagi young guns (sebutan pemain muda) Arema FC.

Ajang tersebut, selain untuk pemantapan tim, juga menumbuhkan chemistry, dan mengasah mental pemain. Piala Menpora juga jadi ajang melihat dan mengasah potensi punggawa muda. Maklum, pemain muda saat ini banyak yang sebelumnya belum tampil reguler di kompetisi teratas sepak bola Indonesia tesebut.

Seperti di antaranya Seiya da Costa, Vikrian Akbar, Andriyas Francisco, dan Aji Saka. Mereka adalah alumnus Akademi Arema. Ada pula Ricga Tri Febiyan, sebelumnya tampil dengan Persema dan tim Porprov Kota Malang; Wiga Brilian, eks pemain tim PON Jawa Timur; dan Sandy Ferizal, eks Barito Putera.

”Kami akan mencoba mereka (pemain muda),” kata asisten pelatih Arema FC Kuncoro.

Ia menyebut, penggawa muda di tim Singo Edan punya potensi besar. Seperti salah satunya adalah Sandy Ferizal. Pemain yang biasa tampil di posisi wing-back itu disebutnya mengerti skema bermain yang diusung Arema.
Meski ada garansi tampil, namun pemain-pemain muda Arema FC tetap tidak boleh santai-santai. Mereka tetap wajib kerja keras untuk mendapatkan kesempatan bermain di Piala Menpora mendatang. Itu karena tim pelatih hanya akan memainkan pemainnya yang benar-benar siap.

”Pemain ditampilkan tidak asal-asalan. Harus punya mental bagus dan yang benar-benar nyetel di tim,” papar pelatih yang saat jadi pemain membawa juara Arema juara Galatama musim 1992/1993 itu.

Selain itu, Kuncoro juga melihat anak asuhnya juga dalam kondisi bagus. Maksudnya, fisiknya prima untuk ditampilkan dalam sebuah pertandingan.

Sebelumnya, dalam dua kali latihan tanding, beberapa nama pemain muda telah dicoba untuk bermain. Salah satunya seperti saat melawan Madura United Senin lalu (15/3). Di mana nama Seiya da Costa, Ricga Tri Febiyan, dan Sandy Ferizal diberi kesempatan turun gelanggang.

Berdasarkan pantuan Jawa Pos Radar Malang, mereka terlihat tampil berani. Meskipun lawannya adalah pemain yang biasa tampil di Liga 1. Di antaranya adalah Zulfiandi, Slamet Nurcahyo, Alberto Beto Goncalves, Rendika Rama, sampai Asep Berlian.

Terpisah, terkait adanya peluang besar tampil di Piala Menpora, pemain-pemain muda Arema FC mengaku kalau tidak terlalu memikirkannya. Bagi mereka, bermain atau tidak, keputusan ada di tangan tim pelatih.

”Terpenting menurut saya saat ini terus bekerja keras meningkatkan kemampuan,” papar Seiya da Costa.

Sebab, baginya masih banyak pekerja rumah (PR) untuknya. ”Saya belum bagus. Saat tampil dengan Madura United masih banyak kesalahan,” paparnya.
Bermain dengan klub Liga 1 adalah level yang berbeda. Alhasil, lanjutnya, dia harus terus bekerja keras menyesuaikan diri dan mengembangkan kemampuan.

Senada dengannya, Sandy Ferizal juga mengaku kalau masih harus terus belajar. Baginya, momen dipercaya tampil sejak menit pertama di latih tanding melawan Madura United bukan garansi untuknya terus dipercaya tim bermain.

”Jangan sampai cepat puas. Perjalanan masih panjang dan banyak hal perlu ditingkatkan ke depannya,” ucapnya.

Tapi, lanjutnya, kesempatan bermain melawan Madura United selama 90 menit jadi motivasinya ke depan untuk kerja keras. Absennya Rizky Dwi Febrianto membuat eks pemain Barito Putera itu tampil sejak awal pertandingan.

”Ke depan targetnya ingin terus mendapatkan kepercayaan tampil,” tekad dia. (gp/abm/fia)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/