alexametrics
30.2 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Kasus Mafia Bola, Polda Jatim Buru Satu Tersangka Lagi

SURABAYA – Aparat Polda Jatim menetapkan satu di antara lima tersangka kasus mafia bola sebagai buronan. Dia adalah Heri Pras. Ini diungkap pada Press Conference yang digelar Ditreskrimum Polda Jatim kemarin. Dalam acar itu, empat tersangka lain hadir. Yakni Bambang Suryo, Dimas Yopi Perwira Nusa, Imam, Ferry Afrianto.

Mereka memakai baju orange dengan tangan terborgol. ”Masih buron (Heri Pras),” tegas Dirkrimum Polda Jatim Kombes Pol Totok Suharyanto kemarin . Seperti diketahui, kasus pengaturan skor (match fixing) pada kompetisi Liga 3 Grup B Zona 3 Jatim berawal dari laporan bendahara tim Gresik Putra (Gestra) Paranane FC, Zha Eka Wulandari September 2021 lalu. Saat itu Gestra akan bertanding di Stadion Gajayana melawan. NZR Sumbersari FC dan Persema Malang. Kala itu Zha akan ”digoda” dengan iming-iming duit agar timnya mengalah

Namun Zha menolak. Akhirnya pada kedua laga itu Gestra menang 1-0 dan 5-1. Usai menerima “godaan” itu, Zha melaporkan ke Komdis PSSI Jatim. Dari hasil penelusuran Komdis Jatim, kasus itu mengandung unsur pidana sehingga dilaporkan ke Polda Jatim. Singkat cerita, Polda menetapkan lima tersangka. Dalam modusnya, Totok menjelaskan bila Bambang mengajak Ferry dan Imam agar meminta Zha untuk mengalah pada pertandingan itu.

Imbalan yang ditawarkan ke Zha sebesar Rp 30 juta. Juga Rp 20 juta untuk dua pemain kunci Gestra berinisial HPS dan ACK. ”Untuk Dimas ini yang mengondisikan pemain Gestra dan Persema, Ferry ini yang bertugas ketika di stadion mengondisikan supaya kalah 0-1 di babak pertama,” papar dia. Dua pemain itu juga diimingimingi akan dicarikan tim baru bila tidak lolos fase grup. Untuk yang kini sedang dalam pengejaran, tugasnya sama dengan yang lain, yakni meyakinkan dua pemain tersebut agar mau terlibat.

Kesemua tersangka disangkakan dengan pasal 2 Undang-Undang (UU) RI Nomor 11 Tahun 1980 tentang tindak pidana suap. Ancaman maksimalnya 5 tahun penjara dan denda Rp 15 juta. Terkait dengan apa yang terjadi di Polda, Agustian Siagian selaku kuasa hukum Bambang Suryo masih meyakini kliennya tidak terlibat dalam pengaturan skor. Dia menyebut bila terjeratnya mantan petinggi Persekam Metro FC Kabupaten Malang itu berawal dari permintaan Zha ke Bambang untuk mencari tahu siapa pemain di Gestra yang terlibat. “Jadi memang tidak terlibat, tapi waktu itu permintaan disanggupi,” kata dia.

Untuk uang tersebut, diakui hanya sebagai pancingan. Berkaitan dengan daftar pelaku pengaturan skor yang akan diberikan, pihaknya mengaku masih belum bisa memberikan. Hal ini karena prosedur yang mengharuskan terpisah laporannya, pihaknya pun mengaku masih belum mendapat buktibukti. (biy/abm)

SURABAYA – Aparat Polda Jatim menetapkan satu di antara lima tersangka kasus mafia bola sebagai buronan. Dia adalah Heri Pras. Ini diungkap pada Press Conference yang digelar Ditreskrimum Polda Jatim kemarin. Dalam acar itu, empat tersangka lain hadir. Yakni Bambang Suryo, Dimas Yopi Perwira Nusa, Imam, Ferry Afrianto.

Mereka memakai baju orange dengan tangan terborgol. ”Masih buron (Heri Pras),” tegas Dirkrimum Polda Jatim Kombes Pol Totok Suharyanto kemarin . Seperti diketahui, kasus pengaturan skor (match fixing) pada kompetisi Liga 3 Grup B Zona 3 Jatim berawal dari laporan bendahara tim Gresik Putra (Gestra) Paranane FC, Zha Eka Wulandari September 2021 lalu. Saat itu Gestra akan bertanding di Stadion Gajayana melawan. NZR Sumbersari FC dan Persema Malang. Kala itu Zha akan ”digoda” dengan iming-iming duit agar timnya mengalah

Namun Zha menolak. Akhirnya pada kedua laga itu Gestra menang 1-0 dan 5-1. Usai menerima “godaan” itu, Zha melaporkan ke Komdis PSSI Jatim. Dari hasil penelusuran Komdis Jatim, kasus itu mengandung unsur pidana sehingga dilaporkan ke Polda Jatim. Singkat cerita, Polda menetapkan lima tersangka. Dalam modusnya, Totok menjelaskan bila Bambang mengajak Ferry dan Imam agar meminta Zha untuk mengalah pada pertandingan itu.

Imbalan yang ditawarkan ke Zha sebesar Rp 30 juta. Juga Rp 20 juta untuk dua pemain kunci Gestra berinisial HPS dan ACK. ”Untuk Dimas ini yang mengondisikan pemain Gestra dan Persema, Ferry ini yang bertugas ketika di stadion mengondisikan supaya kalah 0-1 di babak pertama,” papar dia. Dua pemain itu juga diimingimingi akan dicarikan tim baru bila tidak lolos fase grup. Untuk yang kini sedang dalam pengejaran, tugasnya sama dengan yang lain, yakni meyakinkan dua pemain tersebut agar mau terlibat.

Kesemua tersangka disangkakan dengan pasal 2 Undang-Undang (UU) RI Nomor 11 Tahun 1980 tentang tindak pidana suap. Ancaman maksimalnya 5 tahun penjara dan denda Rp 15 juta. Terkait dengan apa yang terjadi di Polda, Agustian Siagian selaku kuasa hukum Bambang Suryo masih meyakini kliennya tidak terlibat dalam pengaturan skor. Dia menyebut bila terjeratnya mantan petinggi Persekam Metro FC Kabupaten Malang itu berawal dari permintaan Zha ke Bambang untuk mencari tahu siapa pemain di Gestra yang terlibat. “Jadi memang tidak terlibat, tapi waktu itu permintaan disanggupi,” kata dia.

Untuk uang tersebut, diakui hanya sebagai pancingan. Berkaitan dengan daftar pelaku pengaturan skor yang akan diberikan, pihaknya mengaku masih belum bisa memberikan. Hal ini karena prosedur yang mengharuskan terpisah laporannya, pihaknya pun mengaku masih belum mendapat buktibukti. (biy/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/