alexametrics
29 C
Malang
Saturday, 15 May 2021

KONI Ajukan Rp 48 M Untuk Porprov, Begini Respon Wali Kota Malang

MALANG KOTA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang punya rencana besar jelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov VII) 2022. Namun persoalan anggaran masih menjadi kendala. Karena itu, KONI mengajukan anggaran ke Pemkot Malang.

Ketua KONI Kota Malang Eddy Wahyono mengatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Pemkot Malang untuk membahas laporan penggunaan anggaran tahun 2020. Pada saat yang bersamaan, progam kerja KONI juga untuk persiapan jelang porprov. “Untuk porprov memang belum ada anggarannya. Untuk itu kami sudah mengajuan Rp 48 miliar,” seru Eddy Wahyono di Balai Kota Malang.

Sementara itu, Wali Kota Malang Drs H Sutiaji menyatakan pengajuan anggaran KONI Kota Malang sebesar Rp 40 miliar lebih untuk Porprov sulit dipenuhi. “Saya minta direvisi, di tahun 2022 pelaksanaannya, tahun ini harus disiapkan. Selain itu harus dipersiapkan cabang olahraga yang bisa menghasilkan prestasi,” terang pria berkacamata ini.

Di tahun 2021, menurut Sutiaji dana hibah yang dimiliki Pemerintah Kota Malang sekitar Rp 10 miliar. Dana tersebut berarti harus direncanakan karena hibah tidak boleh adanya perubahan. Solusinya yakni beberapa kegiatan persiapan proprov bisa diikutkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Malang. “Bisanya kegiatan ditempelkan di OPD terkait.
Mungkin pelaksanaan seleksi, nanti di Disporapar,” terangnya.

Sutiaji menambahkan, tugas dan fungsi Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) sifatnya hanya membantu sedangkan olahraga prestasi induknya ada di KONI.

Pewarta: M. Ubaidillah

MALANG KOTA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang punya rencana besar jelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov VII) 2022. Namun persoalan anggaran masih menjadi kendala. Karena itu, KONI mengajukan anggaran ke Pemkot Malang.

Ketua KONI Kota Malang Eddy Wahyono mengatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Pemkot Malang untuk membahas laporan penggunaan anggaran tahun 2020. Pada saat yang bersamaan, progam kerja KONI juga untuk persiapan jelang porprov. “Untuk porprov memang belum ada anggarannya. Untuk itu kami sudah mengajuan Rp 48 miliar,” seru Eddy Wahyono di Balai Kota Malang.

Sementara itu, Wali Kota Malang Drs H Sutiaji menyatakan pengajuan anggaran KONI Kota Malang sebesar Rp 40 miliar lebih untuk Porprov sulit dipenuhi. “Saya minta direvisi, di tahun 2022 pelaksanaannya, tahun ini harus disiapkan. Selain itu harus dipersiapkan cabang olahraga yang bisa menghasilkan prestasi,” terang pria berkacamata ini.

Di tahun 2021, menurut Sutiaji dana hibah yang dimiliki Pemerintah Kota Malang sekitar Rp 10 miliar. Dana tersebut berarti harus direncanakan karena hibah tidak boleh adanya perubahan. Solusinya yakni beberapa kegiatan persiapan proprov bisa diikutkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Malang. “Bisanya kegiatan ditempelkan di OPD terkait.
Mungkin pelaksanaan seleksi, nanti di Disporapar,” terangnya.

Sutiaji menambahkan, tugas dan fungsi Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) sifatnya hanya membantu sedangkan olahraga prestasi induknya ada di KONI.

Pewarta: M. Ubaidillah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru