alexametrics
25.1 C
Malang
Sunday, 25 July 2021

Modal Hadapi Liga 1, Arema FC Punya Banyak Pemain Multiposisi

MALANG KOTA – Kehadiran penyerang anyar Carlos Fortes membuat Arema FC makin punya banyak pemain yang punya kemampuan multiposisi. Hal ini menjadi modal penting skuad yang dikomandoi pelatih Eduardo Almeida untuk menghadapi kompetisi Liga 1 nanti. Karena tim Singo Edan bakal melakoni pertandingan maraton selama beberapa bulan.

Setidaknya mereka akan menjalani 34 pertandingan dalam jangka waktu sekitar 7 sampai 8 bulan. Itu bisa membuat mereka menghadapi 4 laga setiap bulannya. Alhasil, memang dibutuhkan skuad yang bagus untuk mengantisipasi adanya pemain yang cidera atau harus absen bertanding. ”Dengan pemain tipe itu (multiposisi) membuat kami semakin banyak opsi,” jelas juru taktik asal Portugal itu. Karena itulah, Eduardo menyebut bila rekrutan pemain tim Singo Edan dipilih sesuai karakternya.

Contohnya adalah Carlos Fortes yang tidak hanya bisa beroperasi sebagai seorang striker. ”Dia (Fortes) bisa bermain di semua posisi lini depan,” kata eks juru taktik Semen Padang itu. Seperti mampu mengisi posisi sayap kanan dan kiri. Sebelumnya, penyerang Renshi Yamaguchi juga mampu melakukan hal yang sama, yakni bisa bermain di lebih dari satu posisi saja. Berkat itu, skuad Arema bisa untuk musim 2021/2022 ini sangatlah versatile.

Selain kedua sosok itu, pemain-pemain lokal tim Singo Edan juga banyak yang bisa bermain multiposisi. Seperti Muhammad Rafli. Pemain asal Jakarta itu bisa dimainkan di posisi striker tengah, gelandang serang, dan juga sayap. Lalu, ada nama Hanif Sjahbandi yang bisa bermain sebagai center back dan juga gelandang bertahan.

Meski banyak pemain yang bisa bermain di banyak posisi, Eduardo Almeida berharap pada kompetisi mendatang semua pemainnya bisa selalu bugar. Sebab, bisa bermain full time tentu akan menjadi hal yang bagus untuk Arema FC. Untuk itu, dia mengaku kalau saat ini terus berusaha menjaga kondisi pemainnya.

Terpisah, menurut asisten pelatih Arema FC Kuncoro, kedalaman skuad merupakan hal yang penting. Setidaknya ada dua manfaat yang bisa dirasakan timnya. ”Pertama adalah membuat para pemain saling berkompetisi secara sehat,” katanya. Dengan kondisi itu, pemain bisa terus menjaga performanya agar bisa mendapatkan kesempatan bermain. Sedangkan manfaat kedua adalah antisipasi ketika ada pemain yang harus absen.
”Setiap posisi itu setidaknya diisi tidak hanya satu orang, namun bisa dua atau tiga pemain sekaligus,” kata dia. Sebagaimana diketahui, pada musim 2019 lalu salah satu penyebab perfoma tim Singo Edan kurang stabil lantaran kedalaman skuad yang kurang. Ketika ada pemain yang absen, tim selalu kesulitan untuk mencari sosok pengganti yang sepadan.

Karena pertimbangan itu jugalah, Presiden Klub Arema FC Gilang Widya Pramana Arema FC terus aktif bursa transfer. ”Kami memang terus bergerak melengkapi skuad yang ada,” kata dia. Menurutnya, tim akan mendatangkan pemain sesuai rekomendasi pelatih. (rmc/gp/c1/by)

MALANG KOTA – Kehadiran penyerang anyar Carlos Fortes membuat Arema FC makin punya banyak pemain yang punya kemampuan multiposisi. Hal ini menjadi modal penting skuad yang dikomandoi pelatih Eduardo Almeida untuk menghadapi kompetisi Liga 1 nanti. Karena tim Singo Edan bakal melakoni pertandingan maraton selama beberapa bulan.

Setidaknya mereka akan menjalani 34 pertandingan dalam jangka waktu sekitar 7 sampai 8 bulan. Itu bisa membuat mereka menghadapi 4 laga setiap bulannya. Alhasil, memang dibutuhkan skuad yang bagus untuk mengantisipasi adanya pemain yang cidera atau harus absen bertanding. ”Dengan pemain tipe itu (multiposisi) membuat kami semakin banyak opsi,” jelas juru taktik asal Portugal itu. Karena itulah, Eduardo menyebut bila rekrutan pemain tim Singo Edan dipilih sesuai karakternya.

Contohnya adalah Carlos Fortes yang tidak hanya bisa beroperasi sebagai seorang striker. ”Dia (Fortes) bisa bermain di semua posisi lini depan,” kata eks juru taktik Semen Padang itu. Seperti mampu mengisi posisi sayap kanan dan kiri. Sebelumnya, penyerang Renshi Yamaguchi juga mampu melakukan hal yang sama, yakni bisa bermain di lebih dari satu posisi saja. Berkat itu, skuad Arema bisa untuk musim 2021/2022 ini sangatlah versatile.

Selain kedua sosok itu, pemain-pemain lokal tim Singo Edan juga banyak yang bisa bermain multiposisi. Seperti Muhammad Rafli. Pemain asal Jakarta itu bisa dimainkan di posisi striker tengah, gelandang serang, dan juga sayap. Lalu, ada nama Hanif Sjahbandi yang bisa bermain sebagai center back dan juga gelandang bertahan.

Meski banyak pemain yang bisa bermain di banyak posisi, Eduardo Almeida berharap pada kompetisi mendatang semua pemainnya bisa selalu bugar. Sebab, bisa bermain full time tentu akan menjadi hal yang bagus untuk Arema FC. Untuk itu, dia mengaku kalau saat ini terus berusaha menjaga kondisi pemainnya.

Terpisah, menurut asisten pelatih Arema FC Kuncoro, kedalaman skuad merupakan hal yang penting. Setidaknya ada dua manfaat yang bisa dirasakan timnya. ”Pertama adalah membuat para pemain saling berkompetisi secara sehat,” katanya. Dengan kondisi itu, pemain bisa terus menjaga performanya agar bisa mendapatkan kesempatan bermain. Sedangkan manfaat kedua adalah antisipasi ketika ada pemain yang harus absen.
”Setiap posisi itu setidaknya diisi tidak hanya satu orang, namun bisa dua atau tiga pemain sekaligus,” kata dia. Sebagaimana diketahui, pada musim 2019 lalu salah satu penyebab perfoma tim Singo Edan kurang stabil lantaran kedalaman skuad yang kurang. Ketika ada pemain yang absen, tim selalu kesulitan untuk mencari sosok pengganti yang sepadan.

Karena pertimbangan itu jugalah, Presiden Klub Arema FC Gilang Widya Pramana Arema FC terus aktif bursa transfer. ”Kami memang terus bergerak melengkapi skuad yang ada,” kata dia. Menurutnya, tim akan mendatangkan pemain sesuai rekomendasi pelatih. (rmc/gp/c1/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru