alexametrics
21.5 C
Malang
Sunday, 2 October 2022

Store Arema FC : 1.500 Jersey Telah Terjual

Belum genap satu bulan pasca beredar di pasaran, penjualan jersey Arema FC sudah mencapai angka tinggi. Sampai kemarin (16/8), tercatat sudah ada 1.500 ‘jubah perang’ Jhon Alfarizi dan kawan-kawan yang terjual. Menurut Manajer Store Arema FC Tjiptadi Purnomo, dari tiga jersey musim ini, kostum kandang lah yang paling banyak diburu. ”Untuk jersey home sampai hari ini (kemarin) sudah terjual 1.000 biji,” kata pria asal Malang tersebut. 

Sedangkan untuk jersey away dan ketiga Singo Edan, masing-masing telah terjual 250 biji. Adi menyebut beberapa alasan dibalik besarnya animo pembelian jersey di musim ini. Salah satunya disebabkan karena kesadaran dari pencinta Singo Edan untuk membeli jersey original. ”Saya pikir ini juga disebabkan iklim di kalangan pencinta Arema, kalau tidak membeli original tidak keren,” kata dia. Edukasi itu sudah aktif disampaikan manajemen sejak musim lalu. 

Selain itu, alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tersebut juga menyebut bila euforia tim cukup berpengaruh juga. Berjalannya kompetisi membuat hasrat warga untuk memiliki jersey Singo Edan juga tumbuh. ”Semangat sepak bola yang telah berjalan juga menjadi penyebab lain yang memengaruhi minat beli,” tuturnya. 

Pada kompetisi 2021/2022, ada 7.000 jersey Singo Edan yang telah terjual. Angka itu melebihi target awal, yang berkisar di angka 3.000 jersey. Di musim ini, Store Arema FC optimistis angka penjualan akan lebih besar dibandingkan musim lalu. (gp/by)

Belum genap satu bulan pasca beredar di pasaran, penjualan jersey Arema FC sudah mencapai angka tinggi. Sampai kemarin (16/8), tercatat sudah ada 1.500 ‘jubah perang’ Jhon Alfarizi dan kawan-kawan yang terjual. Menurut Manajer Store Arema FC Tjiptadi Purnomo, dari tiga jersey musim ini, kostum kandang lah yang paling banyak diburu. ”Untuk jersey home sampai hari ini (kemarin) sudah terjual 1.000 biji,” kata pria asal Malang tersebut. 

Sedangkan untuk jersey away dan ketiga Singo Edan, masing-masing telah terjual 250 biji. Adi menyebut beberapa alasan dibalik besarnya animo pembelian jersey di musim ini. Salah satunya disebabkan karena kesadaran dari pencinta Singo Edan untuk membeli jersey original. ”Saya pikir ini juga disebabkan iklim di kalangan pencinta Arema, kalau tidak membeli original tidak keren,” kata dia. Edukasi itu sudah aktif disampaikan manajemen sejak musim lalu. 

Selain itu, alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tersebut juga menyebut bila euforia tim cukup berpengaruh juga. Berjalannya kompetisi membuat hasrat warga untuk memiliki jersey Singo Edan juga tumbuh. ”Semangat sepak bola yang telah berjalan juga menjadi penyebab lain yang memengaruhi minat beli,” tuturnya. 

Pada kompetisi 2021/2022, ada 7.000 jersey Singo Edan yang telah terjual. Angka itu melebihi target awal, yang berkisar di angka 3.000 jersey. Di musim ini, Store Arema FC optimistis angka penjualan akan lebih besar dibandingkan musim lalu. (gp/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/