alexametrics
30.3 C
Malang
Sunday, 29 May 2022

Eduardo Almeida Ungkap Alasan Kenapa Tak Pernah Duduk di Bench

BALI – Aksi Eduardo Almeida kala memimpin tim di laga tadi malam patut diacungi jempol. Sebab, selama 90 menit laga berlangsung, pria asal Portugal itu terus aktif memberikan instruksi dari pinggir lapangan. Dia terpantau tidak sekalipun duduk di bench saat Carlos Fortes dan kawan-kawan berjibaku dengan pemain-pemain PSIS Semarang di Stadion I Gusti Ngurah Rai, Denpasar.

Aksi itu pun bukan kali pertama ditunjukkan Eduardo Almeida. Sebab di setiap pertandingan, dia memang dikenal sebagai pelatih yang jarang duduk di bench. Menurutnya, di klub-klub sebelumnya, dia juga melakukan hal serupa. Bagi dia, itu adalah bentuk komitmen kepada tim. ”Para pemain sudah berjuang di lapangan. Saya juga harus melakukan hal yang sama,” kata Eduardo.

Sebagai tim, dia menyebut bila semua harus mau berjuang bersama-sama. Kalau dirinya berdiri memberikan instruksi, para asisten terus mengamati laga supaya mendapatkan banyak data. Sedangkan pemain berjuang di lapangan selama 90 menit. Saat hujan, Eduardo juga kerap memilih tidak menggunakan tutup kepala. Dia terus berada di pinggir lapangan untuk mengamati, memberi instruksi, dan terus menyuntikkan motivasi.

Selain sebagai bentuk komitmen, Eduardo mengaku kalau di pinggir lapangan juga akan lebih memudahkan tugasnya. Sebab dia bisa memastikan rencana tim berjalan baik di lapangan. ”Instruksi akan mudah dilakukan saat di pinggir lapangan. Saya juga bisa memastikan skema yang kami siapkan berjalan baik,” tambah pria asal Portugal tersebut.

Apa yang dilakukan Eduardo Almeida sendiri bisa dibilang mirip dengan apa dilakukan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong. Juru taktik asal Korea Selatan itu juga tidak pernah duduk di bench pemain saat laga tengah berjalan. Selama 2 X 45 menit pertandingan berlangsung, dia akan berdiri dan terus memberikan instruksi kepada pemain. (gp/by)

 

BALI – Aksi Eduardo Almeida kala memimpin tim di laga tadi malam patut diacungi jempol. Sebab, selama 90 menit laga berlangsung, pria asal Portugal itu terus aktif memberikan instruksi dari pinggir lapangan. Dia terpantau tidak sekalipun duduk di bench saat Carlos Fortes dan kawan-kawan berjibaku dengan pemain-pemain PSIS Semarang di Stadion I Gusti Ngurah Rai, Denpasar.

Aksi itu pun bukan kali pertama ditunjukkan Eduardo Almeida. Sebab di setiap pertandingan, dia memang dikenal sebagai pelatih yang jarang duduk di bench. Menurutnya, di klub-klub sebelumnya, dia juga melakukan hal serupa. Bagi dia, itu adalah bentuk komitmen kepada tim. ”Para pemain sudah berjuang di lapangan. Saya juga harus melakukan hal yang sama,” kata Eduardo.

Sebagai tim, dia menyebut bila semua harus mau berjuang bersama-sama. Kalau dirinya berdiri memberikan instruksi, para asisten terus mengamati laga supaya mendapatkan banyak data. Sedangkan pemain berjuang di lapangan selama 90 menit. Saat hujan, Eduardo juga kerap memilih tidak menggunakan tutup kepala. Dia terus berada di pinggir lapangan untuk mengamati, memberi instruksi, dan terus menyuntikkan motivasi.

Selain sebagai bentuk komitmen, Eduardo mengaku kalau di pinggir lapangan juga akan lebih memudahkan tugasnya. Sebab dia bisa memastikan rencana tim berjalan baik di lapangan. ”Instruksi akan mudah dilakukan saat di pinggir lapangan. Saya juga bisa memastikan skema yang kami siapkan berjalan baik,” tambah pria asal Portugal tersebut.

Apa yang dilakukan Eduardo Almeida sendiri bisa dibilang mirip dengan apa dilakukan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong. Juru taktik asal Korea Selatan itu juga tidak pernah duduk di bench pemain saat laga tengah berjalan. Selama 2 X 45 menit pertandingan berlangsung, dia akan berdiri dan terus memberikan instruksi kepada pemain. (gp/by)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/