alexametrics
25.1 C
Malang
Tuesday, 11 May 2021

Sepesawat dengan Timnas Indonesia, Atlet Turki Tetap Main

RADAR MALANG – Tim bulutangkis Indonesia dipaksa mundur dari turnamen All England 2021 karena ditemukan kasus positif Covid-19 dalam pesawat yang ditumpangi timnas Indonesia. Kasus yang sama juga ditemukan pada atlet dari Denmark, Thailand, India, bahkan Turki.

Kendati demikian, nasib negara-negara tersebut berbeda dengan Indonesia. Pemain dari Denmark, Thailand, dan India tetap diperbolehkan bermain. Rombongan timnas Turki, yang bahkan berada satu pesawat dengan tim merah putih juga tetap tampil. Hal ini diketahui dari jadwal pertandingan babak kedua (16 besar) dimana atlet tunggal putri Turki, Neslihan Yigit dijadwalkan akan menghadapi pebulutangkis asal Jepang, Akane Yamaguchi, hari ini (18/3).

Neslihan Yigit lolos ke babak 16 besar usai mengandaskan wakil prancis Marie Batomene. Kabar terkait kontingen Turki yang satu pesawat dengan timnas Indonesia diungkapkan oleh akun Twitter @BadmintonTalk.

“It was also reported that Turkey WS player Neslihan Yigit was on the same flight as the Indonesian team but her second round match vs Akane Yamaguchi is still scheduled today (Dilaporkan, pemain Turki Neslihan Yigit berada dalam satu pesawat dengan tim Indonesia. Namun ronde keduanya melawan Akane Yamaguchi tetap dijadwalkan hari ini ),” cuit akun @badmintonTalk.

Humas PBSI, Fellya Hartono membenarkan info terkait Neslihan Yigit. Induk bulutangkis Indonesia itu telah melaporkan temuan tersebut ke penyelenggara All England 2021.

Salah satu pemain yang bersuara keras terkait pemaksaan mundur ini adalah Marcus Gideon. Lewat akunnya @marcusfernaldig, ia mempertanyakan beda nasib tim bulutangkis Indonesia dibandingkan dengan para wakil Denmark, Thailand, dan India di All England 2021.

“Setelah mereka dites ulang, hasilnya SEMUA NEGATIF. Jadi mengapa kami tidak juga memiliki keadilan yang sama di sini? Dan jika ada aturan ketat untuk memasuki wilayah Inggris karena Covid, BWF seharusnya sudah mendaftarkan sistem bubble yang menjamin keamanan kami,” tulisnya.

“Pemain harus menjalani karantina sebelum perhelatan. Agar adil, orang yang telah dites + (positif) harus menjalani tes lain karena sungguh kami tidak percaya lagi pada tes covid yang mereka jalankan, karena seperti yang Anda semua lihat, 7 kasus positif bisa berubah menjadi 7 kasus negatif hanya dalam 1 hari,” lanjut dia.

Penulis: Inifia

RADAR MALANG – Tim bulutangkis Indonesia dipaksa mundur dari turnamen All England 2021 karena ditemukan kasus positif Covid-19 dalam pesawat yang ditumpangi timnas Indonesia. Kasus yang sama juga ditemukan pada atlet dari Denmark, Thailand, India, bahkan Turki.

Kendati demikian, nasib negara-negara tersebut berbeda dengan Indonesia. Pemain dari Denmark, Thailand, dan India tetap diperbolehkan bermain. Rombongan timnas Turki, yang bahkan berada satu pesawat dengan tim merah putih juga tetap tampil. Hal ini diketahui dari jadwal pertandingan babak kedua (16 besar) dimana atlet tunggal putri Turki, Neslihan Yigit dijadwalkan akan menghadapi pebulutangkis asal Jepang, Akane Yamaguchi, hari ini (18/3).

Neslihan Yigit lolos ke babak 16 besar usai mengandaskan wakil prancis Marie Batomene. Kabar terkait kontingen Turki yang satu pesawat dengan timnas Indonesia diungkapkan oleh akun Twitter @BadmintonTalk.

“It was also reported that Turkey WS player Neslihan Yigit was on the same flight as the Indonesian team but her second round match vs Akane Yamaguchi is still scheduled today (Dilaporkan, pemain Turki Neslihan Yigit berada dalam satu pesawat dengan tim Indonesia. Namun ronde keduanya melawan Akane Yamaguchi tetap dijadwalkan hari ini ),” cuit akun @badmintonTalk.

Humas PBSI, Fellya Hartono membenarkan info terkait Neslihan Yigit. Induk bulutangkis Indonesia itu telah melaporkan temuan tersebut ke penyelenggara All England 2021.

Salah satu pemain yang bersuara keras terkait pemaksaan mundur ini adalah Marcus Gideon. Lewat akunnya @marcusfernaldig, ia mempertanyakan beda nasib tim bulutangkis Indonesia dibandingkan dengan para wakil Denmark, Thailand, dan India di All England 2021.

“Setelah mereka dites ulang, hasilnya SEMUA NEGATIF. Jadi mengapa kami tidak juga memiliki keadilan yang sama di sini? Dan jika ada aturan ketat untuk memasuki wilayah Inggris karena Covid, BWF seharusnya sudah mendaftarkan sistem bubble yang menjamin keamanan kami,” tulisnya.

“Pemain harus menjalani karantina sebelum perhelatan. Agar adil, orang yang telah dites + (positif) harus menjalani tes lain karena sungguh kami tidak percaya lagi pada tes covid yang mereka jalankan, karena seperti yang Anda semua lihat, 7 kasus positif bisa berubah menjadi 7 kasus negatif hanya dalam 1 hari,” lanjut dia.

Penulis: Inifia

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru