alexametrics
20.8 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Pekan Ini, Arema FC Launching Jersey Tandang

MALANG KOTA – Serangkaian persiapan untuk menyambut Liga 1 terus dimatangkan manajemen Arema FC. Selain persiapan teknis, kini mereka juga mulai memproduksi jubah perang yang akan digunakan dalam kompetisi resmi. Kabar yang diterima koran ini, divisi bisnis dan store sudah mulai menggarap jersey untuk laga away tim Singo Edan.

Secara umum, warna dasar jersey untuk musim 2020/2021 tidak akan banyak berubah. ”Untuk home kami tetap biru, sedangkan away warna putih, dan jersey ketiga dilihat saja nanti. Tapi tetap ada aksen warna emasnya nanti,” kata Manager Arema FC Official Store Tjiptadi Purnomo.

Meski warna dasar hampir sama dengan musim sebelumnya, pria yang kerap disapa Adi itu memastikan bakal ada perubahan beberapa komponen di dalam jersey, seperti desain, kain, sampai sejumlah hal-hal yang mendetail.

”Untuk motif-motif jersey musim ini sangat berbeda. Seperti apakah itu, ditunggu saja,” tambah pria asal Malang itu.

Dia lantas mengisyaratkan bila jubah perang yang bakal digunakan Dendi Santoso dan kawan-kawan untuk musim mendatang desainnya jauh lebih fresh.

”Dari konsep yang ditunjuk tim Singo Edan Apparel (SEA) kepada kami, desain jersey-nya sangat elegan dan menurut saya bagus untuk dikoleksi,” jelas pria berkacamata itu.

Sebagai informasi, jersey laga tandang Arema FC sebelumnya memang menggunakan warna dasar putih. Di dalamnya ada motif cakar singa berwarna abu-abu yang menghiasi keseluruhan jubah perang. Motif cakar singa juga muncul pada nomor punggung.

Lalu, kapan jersey tersebut akan di-launching? Pria berusia 38 tahun itu menjelaskan, proses rilis akan dilakukan dalam waktu dekat. Jadwal itu disematkan karena jadi bagian dari upaya mendongkrak penjualan jersey tim.

”Insya Allah rencana kami pada pekan ini akan launching,” kata Adi.

Sedangkan untuk jersey home, dia menyebut bila desainnya bakal dikeluarkan bersamaan dengan launching tim.

Terpisah, Manager Bisnis dan Marketing Arema FC Yusrinal Fitriandi mengakui bila penjualan jersey tim menjadi salah satu penyumbang pemasukan klub. Kontribusinya juga lumayan untuk tim Singo Edan.

”Kira-kira menyumbang sekitar 25 sampai 35 persen dari kebutuhan klub setiap bulannya,” terang pria asli Malang itu.

Selain dari store, umumnya sumber pemasukan Arema FC juga berasal dari sponsor, penjualan tiket, sampai subsidi PSSI. Namun, karena kompetisi off, ketiga sumber itu kini sedang mandek untuk sementara waktu. Karena itulah, Inal–sapaan karibnya– berharap penjualan di official store Arema FC bisa meningkat.

Untuk memenuhi ekspektasi itu, dia kini hanya berharap kompetisi resmi bisa segera bergulir. ”Sebab, tidak bisa dipungkiri kalau euforia sepak bola itu memengaruhi penjualan di store Arema FC. Alhasil, ketika kompetisi berjalan, penjualan juga bisa mengalami peningkatan,” kata dia. (gp/c1/by/fia)

MALANG KOTA – Serangkaian persiapan untuk menyambut Liga 1 terus dimatangkan manajemen Arema FC. Selain persiapan teknis, kini mereka juga mulai memproduksi jubah perang yang akan digunakan dalam kompetisi resmi. Kabar yang diterima koran ini, divisi bisnis dan store sudah mulai menggarap jersey untuk laga away tim Singo Edan.

Secara umum, warna dasar jersey untuk musim 2020/2021 tidak akan banyak berubah. ”Untuk home kami tetap biru, sedangkan away warna putih, dan jersey ketiga dilihat saja nanti. Tapi tetap ada aksen warna emasnya nanti,” kata Manager Arema FC Official Store Tjiptadi Purnomo.

Meski warna dasar hampir sama dengan musim sebelumnya, pria yang kerap disapa Adi itu memastikan bakal ada perubahan beberapa komponen di dalam jersey, seperti desain, kain, sampai sejumlah hal-hal yang mendetail.

”Untuk motif-motif jersey musim ini sangat berbeda. Seperti apakah itu, ditunggu saja,” tambah pria asal Malang itu.

Dia lantas mengisyaratkan bila jubah perang yang bakal digunakan Dendi Santoso dan kawan-kawan untuk musim mendatang desainnya jauh lebih fresh.

”Dari konsep yang ditunjuk tim Singo Edan Apparel (SEA) kepada kami, desain jersey-nya sangat elegan dan menurut saya bagus untuk dikoleksi,” jelas pria berkacamata itu.

Sebagai informasi, jersey laga tandang Arema FC sebelumnya memang menggunakan warna dasar putih. Di dalamnya ada motif cakar singa berwarna abu-abu yang menghiasi keseluruhan jubah perang. Motif cakar singa juga muncul pada nomor punggung.

Lalu, kapan jersey tersebut akan di-launching? Pria berusia 38 tahun itu menjelaskan, proses rilis akan dilakukan dalam waktu dekat. Jadwal itu disematkan karena jadi bagian dari upaya mendongkrak penjualan jersey tim.

”Insya Allah rencana kami pada pekan ini akan launching,” kata Adi.

Sedangkan untuk jersey home, dia menyebut bila desainnya bakal dikeluarkan bersamaan dengan launching tim.

Terpisah, Manager Bisnis dan Marketing Arema FC Yusrinal Fitriandi mengakui bila penjualan jersey tim menjadi salah satu penyumbang pemasukan klub. Kontribusinya juga lumayan untuk tim Singo Edan.

”Kira-kira menyumbang sekitar 25 sampai 35 persen dari kebutuhan klub setiap bulannya,” terang pria asli Malang itu.

Selain dari store, umumnya sumber pemasukan Arema FC juga berasal dari sponsor, penjualan tiket, sampai subsidi PSSI. Namun, karena kompetisi off, ketiga sumber itu kini sedang mandek untuk sementara waktu. Karena itulah, Inal–sapaan karibnya– berharap penjualan di official store Arema FC bisa meningkat.

Untuk memenuhi ekspektasi itu, dia kini hanya berharap kompetisi resmi bisa segera bergulir. ”Sebab, tidak bisa dipungkiri kalau euforia sepak bola itu memengaruhi penjualan di store Arema FC. Alhasil, ketika kompetisi berjalan, penjualan juga bisa mengalami peningkatan,” kata dia. (gp/c1/by/fia)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/