alexametrics
24.1 C
Malang
Thursday, 21 October 2021

Masih Adaptasi, Vinaless Butuh Kajaiban di GP San Marino

RADAR MALANG – Di tengah proses adaptasi dengan motor barunya, Aprilia RS-GP, pembalap Maverick Vinales nampaknya masih membutuhkan keajaiban untuk bisa mendapat hasil luar biasa.

Dan keajaiban itu bisa saja datang bersama hujan. Seperti yang terjadi di sesi latihan bebas pertama (FP1) GP San Marino kemarin (17/9).

FP1 diwarnai hujan lebat pada 10 menit terakhir sebelum usai. Vinales, yang baru dua minggu lalu menjajal motor Aprilia untuk kali pertama di Misano, menjadi yang tercepat setelah membukukan 1 menit 32,666 detik.

Juara bertahan Joan Mir (Suzuki Ecstar) membuntuti di posisi kedua dengan terpaut 0,080 detik. Sementara itu, pemenang GP Aragon minggu lalu (12/9), yakni pembalap Ducati Francesco Bagnaia, berada di posisi ketiga.

Semua raihan waktu terbaik itu didapat sebelum hujan. Trek yang basah kuyup kontan membuat semua pembalap tak bisa lagi memperbaiki catatan waktu sampai FP1 berakhir.

Nah, hujan diprediksi terus turun sepanjang akhir pekan ini. Termasuk, saat balapan GP San Marino berlangsung. Bukan tidak mungkin balapan flag-to-flag kembali terjadi seperti pada GP Austria (15/8).

Saat itu, pembalap KTM Brad Binder akhirnya mencuri panggung dengan memenangi balapan setelah nekat menerabas trek basah dengan ban kering. Apakah Vinales juga akan mengharap turun hujan? Yang pasti, Vinales punya potensi besar di Misano.

Pengalaman tersebut akan menjadi modal bagus baginya untuk melakoni balapan keduanya bersama Aprilia.

”Saat ini aku mengendarai motor dengan gaya balap yang sangat berbeda (dengan Yamaha, Red) dan aku masih harus membiasakan diri,” ungkap Vinales, seperti dikutip dari Speedweek kemarin (17/9).

Dalam catatan sejarah MotoGP, seorang rider yang beralih dari motor bermesin 4 silinder segaris ke mesin V4 memang butuh adaptasi lebih lama. Sebut saja Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo yang beralih dari Yamaha ke Ducati.

Memang yang paling dibutuhkan pembalap MotoGP adalah hasil bagus di balapan kering. Namun, bagi rider yang sedang butuh motivasi ekstra seperti Vinales, mencuri hasil bagus di balapan basah bisa menambah kepercayaan diri.

Sumber: Jawa Pos

RADAR MALANG – Di tengah proses adaptasi dengan motor barunya, Aprilia RS-GP, pembalap Maverick Vinales nampaknya masih membutuhkan keajaiban untuk bisa mendapat hasil luar biasa.

Dan keajaiban itu bisa saja datang bersama hujan. Seperti yang terjadi di sesi latihan bebas pertama (FP1) GP San Marino kemarin (17/9).

FP1 diwarnai hujan lebat pada 10 menit terakhir sebelum usai. Vinales, yang baru dua minggu lalu menjajal motor Aprilia untuk kali pertama di Misano, menjadi yang tercepat setelah membukukan 1 menit 32,666 detik.

Juara bertahan Joan Mir (Suzuki Ecstar) membuntuti di posisi kedua dengan terpaut 0,080 detik. Sementara itu, pemenang GP Aragon minggu lalu (12/9), yakni pembalap Ducati Francesco Bagnaia, berada di posisi ketiga.

Semua raihan waktu terbaik itu didapat sebelum hujan. Trek yang basah kuyup kontan membuat semua pembalap tak bisa lagi memperbaiki catatan waktu sampai FP1 berakhir.

Nah, hujan diprediksi terus turun sepanjang akhir pekan ini. Termasuk, saat balapan GP San Marino berlangsung. Bukan tidak mungkin balapan flag-to-flag kembali terjadi seperti pada GP Austria (15/8).

Saat itu, pembalap KTM Brad Binder akhirnya mencuri panggung dengan memenangi balapan setelah nekat menerabas trek basah dengan ban kering. Apakah Vinales juga akan mengharap turun hujan? Yang pasti, Vinales punya potensi besar di Misano.

Pengalaman tersebut akan menjadi modal bagus baginya untuk melakoni balapan keduanya bersama Aprilia.

”Saat ini aku mengendarai motor dengan gaya balap yang sangat berbeda (dengan Yamaha, Red) dan aku masih harus membiasakan diri,” ungkap Vinales, seperti dikutip dari Speedweek kemarin (17/9).

Dalam catatan sejarah MotoGP, seorang rider yang beralih dari motor bermesin 4 silinder segaris ke mesin V4 memang butuh adaptasi lebih lama. Sebut saja Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo yang beralih dari Yamaha ke Ducati.

Memang yang paling dibutuhkan pembalap MotoGP adalah hasil bagus di balapan kering. Namun, bagi rider yang sedang butuh motivasi ekstra seperti Vinales, mencuri hasil bagus di balapan basah bisa menambah kepercayaan diri.

Sumber: Jawa Pos

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru