alexametrics
24.1 C
Malang
Thursday, 21 October 2021

Menguak “Ritual” Pemain Arema FC Jelang Pertandingan

Ada beragam cara yang dilakukan para pemain Arema FC untuk meningkatkan motivasi sebelum bertanding. Ada yang suka mendengarkan musik, maupun melantunkan salawat. Ada pula yang rutin menelepon keluarga jelang turun gelanggang. Selain meningkatkan motivasi, itu juga dilakukan untuk menambah semangat.

KEBIASAAN yang dilakukan Kushedya Hari Yudo ini banyak dilakukan pemain Arema FC lainnya. Pemain asal Kabupaten Malang itu mengaku kerap mendengarkan musik sebelum bertanding. Ia menyebut ada banyak playlist musik yang kerap menemani perjalanannya dari hotel menuju venue pertandingan. Mulai dari musik pop, rock, sampai dangdut.

Dari semua itu genre musik itu, dangdut lah yang acap kali didengarkannya sebelum turun ke lapangan. Bagi Yudo, irama yang ada pada jenis musik tersebut bisa sedikit mengusir rasa nervous yang tiba-tiba muncul jelang bertanding. “Kalau yang saya rasakan selama ini musik dangdut memberikan motivasi dan semangat,” jelasnya.

Alhasil, ketika berada di stadion, motivasinya bisa semakin terpacu lagi. “Jadi secara otomatis seperti memberikan energi tambahan,” terang pemain berusia 28 tahun itu. Musik dangdut yang biasa didengarkan Yudo beragam. Mulai dari musisi yang baru, sampai dengan yang lawas. Lagu-lagu dari Didi Kempot, Denny Caknan, sampai Rhoma Irama jadi langganan dia.

Tidak hanya itu, untuk meningkatkan rasa percaya dirinya, Yudo juga kerap bergonta-ganti warna rambut. Berkat hal tersebut, dia menjelma sebagai salah satu pemain Singo Edan yang nyentrik ketika turun lapangan. Dari catatan Jawa Pos Radar Malang, dia pernah membubuhi rambutnya dengan warna merah, biru, abu-abu, sampai dengan kuning. “Sebetulnya tidak ada alasan khusus untuk mewarnai. Biar sedikit tampil beda dan tambah pede saja,” paparnya.

Kebiasaan mewarnai rambut tersebut, diakuinya muncul ketika dia memperkuat Persegres Gresik di tahun 2017 lalu. Setelah itu, dia rutin mewarnai rambut di klub yang dibelanya. Mulai dari Arema FC, Kalteng Putra, sampai dengan PSS Sleman. Senada dengan Yudo, Dendi Santoso juga menjadi pemain Arema FC yang punya kebiasaan mendengarkan musik jelang bertanding.

Dikisahkannya, kebiasaan itu sudah dilakukan saat masih jadi pemain muda di Arema. “Musik menjadi salah satu media yang membantu saya fokus sebelum bertanding,” kata suami dari Vivi Santoso itu.

Karena hal tersebut, Dendi dikenal tidak banyak bicara sebelum bertanding. Pemain berusia 31 tahun itu selalu terdiam selama perjalanan hotel sampai dengan venue pertandingan. “Saya irit bicara, karena di saat diam itu saya berusaha konsentrasi,” paparnya.

Genre musik yang sering didengarkan Dendi Santoso sendiri tidaklah banyak. Dia lebih sering mendengarkan satu genre musik, yakni pop. Baginya, jenis musik tersebut sangat easy listening. “Semua lagu pop saya suka dan enak didengarkan. Jadi tidak punya lagu favorit kalau saya,” jelasnya. Tidak berhenti di dua pemain tersebut, penyerang Muhammad Rafli juga kebiasaan khusus sebelum bertanding.

Umumnya, jelang menghadapi sebuah laga, pemain jebolan Asifa itu akan menghubungi orang terdekatnya. Salah satu tujuannya adalah meminta support sebelum berlaga.
“Biasanya aku telepon orang tua dulu sebelum bertanding. Minta doa dan restu dari mereka,” jelasnya. Menurutnya, berkabar kepada orang terdekat mampu memberikan semangat tersendiri.

Kebiasaan itu juga membuat dirinya bisa semakin siap lagi ketika menghadapi sebuah pertandingan. “Rasanya senang, plong, dan semangat usai menghubungi orang tua,” kata dia. Apalagi, lanjut Rafli, orang tuanya selalu antusias melihat dia menjalani sebuah pertandingan. Biasanya, Rafli telepon sebelum dan sesudah menjalani sebuah pertandingan.

Sama dengan Rafli, pemain lainnya seperti Rizky Dwi Febrianto, Ridwan Tawainella, sampai dengan Sergio Silva juga selalu menghubungi keluarga jelang bertanding. Bagi mereka, berkabar sudah layaknya meminta restu supaya diberikan kelancaran sebelum menghadapi sebuah laga. “Selalu menyenangkan bisa bertemu mereka (keluarga di Portugal) sebelum bertanding,” kata Sergio Silva. Biasanya, dia melakukan doa bersama dengan istri dan anaknya.

Kegiatan itu juga dilakukan sebagai bentuk mengabarkan bagaimana kondisinya sebelum bertanding. Selain pemain, pelatih dan manajemen tim juga mempunyai kebiasaan menarik sebelum menghadapi pertandingan. Menurut asisten pelatih Arema FC Kuncoro, dia bersama General Manager (GM) Ruddy Widodo kerap sowan ke rumah ulama. Selain silaturahmi, juga bertujuan meminta doa untuk tim. “Intinya kami melakukan hal itu lantaran semua tidak bisa jauh dengan agama,” papar Kuncoro.

Selain itu, sebelum menjalani laga, dia mengaku kalau pemain yang muslim kerap membaca salawat saat melakukan tos. Lalu, selain itu, para pemain juga kerap menunaikan ibadah salat berjamaah. “Biasanya kami salat dulu sebelum latihan atau pertandingan,” jelasnya. Dikisahkan Kuncoro, ketika sowan ke ulama bersama Ruddy Widodo, ia acap kali menempuh perjalanan panjang. “Waktu kami bermain di Padang itu perjalanannya bisa tiga jam,” kenangnya. Aktivitas itu biasa dilakukannya ketika tidak ada jadwal latihan. (gp/by/rmc)

Ada beragam cara yang dilakukan para pemain Arema FC untuk meningkatkan motivasi sebelum bertanding. Ada yang suka mendengarkan musik, maupun melantunkan salawat. Ada pula yang rutin menelepon keluarga jelang turun gelanggang. Selain meningkatkan motivasi, itu juga dilakukan untuk menambah semangat.

KEBIASAAN yang dilakukan Kushedya Hari Yudo ini banyak dilakukan pemain Arema FC lainnya. Pemain asal Kabupaten Malang itu mengaku kerap mendengarkan musik sebelum bertanding. Ia menyebut ada banyak playlist musik yang kerap menemani perjalanannya dari hotel menuju venue pertandingan. Mulai dari musik pop, rock, sampai dangdut.

Dari semua itu genre musik itu, dangdut lah yang acap kali didengarkannya sebelum turun ke lapangan. Bagi Yudo, irama yang ada pada jenis musik tersebut bisa sedikit mengusir rasa nervous yang tiba-tiba muncul jelang bertanding. “Kalau yang saya rasakan selama ini musik dangdut memberikan motivasi dan semangat,” jelasnya.

Alhasil, ketika berada di stadion, motivasinya bisa semakin terpacu lagi. “Jadi secara otomatis seperti memberikan energi tambahan,” terang pemain berusia 28 tahun itu. Musik dangdut yang biasa didengarkan Yudo beragam. Mulai dari musisi yang baru, sampai dengan yang lawas. Lagu-lagu dari Didi Kempot, Denny Caknan, sampai Rhoma Irama jadi langganan dia.

Tidak hanya itu, untuk meningkatkan rasa percaya dirinya, Yudo juga kerap bergonta-ganti warna rambut. Berkat hal tersebut, dia menjelma sebagai salah satu pemain Singo Edan yang nyentrik ketika turun lapangan. Dari catatan Jawa Pos Radar Malang, dia pernah membubuhi rambutnya dengan warna merah, biru, abu-abu, sampai dengan kuning. “Sebetulnya tidak ada alasan khusus untuk mewarnai. Biar sedikit tampil beda dan tambah pede saja,” paparnya.

Kebiasaan mewarnai rambut tersebut, diakuinya muncul ketika dia memperkuat Persegres Gresik di tahun 2017 lalu. Setelah itu, dia rutin mewarnai rambut di klub yang dibelanya. Mulai dari Arema FC, Kalteng Putra, sampai dengan PSS Sleman. Senada dengan Yudo, Dendi Santoso juga menjadi pemain Arema FC yang punya kebiasaan mendengarkan musik jelang bertanding.

Dikisahkannya, kebiasaan itu sudah dilakukan saat masih jadi pemain muda di Arema. “Musik menjadi salah satu media yang membantu saya fokus sebelum bertanding,” kata suami dari Vivi Santoso itu.

Karena hal tersebut, Dendi dikenal tidak banyak bicara sebelum bertanding. Pemain berusia 31 tahun itu selalu terdiam selama perjalanan hotel sampai dengan venue pertandingan. “Saya irit bicara, karena di saat diam itu saya berusaha konsentrasi,” paparnya.

Genre musik yang sering didengarkan Dendi Santoso sendiri tidaklah banyak. Dia lebih sering mendengarkan satu genre musik, yakni pop. Baginya, jenis musik tersebut sangat easy listening. “Semua lagu pop saya suka dan enak didengarkan. Jadi tidak punya lagu favorit kalau saya,” jelasnya. Tidak berhenti di dua pemain tersebut, penyerang Muhammad Rafli juga kebiasaan khusus sebelum bertanding.

Umumnya, jelang menghadapi sebuah laga, pemain jebolan Asifa itu akan menghubungi orang terdekatnya. Salah satu tujuannya adalah meminta support sebelum berlaga.
“Biasanya aku telepon orang tua dulu sebelum bertanding. Minta doa dan restu dari mereka,” jelasnya. Menurutnya, berkabar kepada orang terdekat mampu memberikan semangat tersendiri.

Kebiasaan itu juga membuat dirinya bisa semakin siap lagi ketika menghadapi sebuah pertandingan. “Rasanya senang, plong, dan semangat usai menghubungi orang tua,” kata dia. Apalagi, lanjut Rafli, orang tuanya selalu antusias melihat dia menjalani sebuah pertandingan. Biasanya, Rafli telepon sebelum dan sesudah menjalani sebuah pertandingan.

Sama dengan Rafli, pemain lainnya seperti Rizky Dwi Febrianto, Ridwan Tawainella, sampai dengan Sergio Silva juga selalu menghubungi keluarga jelang bertanding. Bagi mereka, berkabar sudah layaknya meminta restu supaya diberikan kelancaran sebelum menghadapi sebuah laga. “Selalu menyenangkan bisa bertemu mereka (keluarga di Portugal) sebelum bertanding,” kata Sergio Silva. Biasanya, dia melakukan doa bersama dengan istri dan anaknya.

Kegiatan itu juga dilakukan sebagai bentuk mengabarkan bagaimana kondisinya sebelum bertanding. Selain pemain, pelatih dan manajemen tim juga mempunyai kebiasaan menarik sebelum menghadapi pertandingan. Menurut asisten pelatih Arema FC Kuncoro, dia bersama General Manager (GM) Ruddy Widodo kerap sowan ke rumah ulama. Selain silaturahmi, juga bertujuan meminta doa untuk tim. “Intinya kami melakukan hal itu lantaran semua tidak bisa jauh dengan agama,” papar Kuncoro.

Selain itu, sebelum menjalani laga, dia mengaku kalau pemain yang muslim kerap membaca salawat saat melakukan tos. Lalu, selain itu, para pemain juga kerap menunaikan ibadah salat berjamaah. “Biasanya kami salat dulu sebelum latihan atau pertandingan,” jelasnya. Dikisahkan Kuncoro, ketika sowan ke ulama bersama Ruddy Widodo, ia acap kali menempuh perjalanan panjang. “Waktu kami bermain di Padang itu perjalanannya bisa tiga jam,” kenangnya. Aktivitas itu biasa dilakukannya ketika tidak ada jadwal latihan. (gp/by/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru