alexametrics
26.1 C
Malang
Sunday, 29 May 2022

Absen 2 Tahun, Eks Pemain Muda Arema ini Kembali Turun di Liga 3

MALANG KOTA – Publik sepak bola Malang barangkali belum bisa melupakan nama Andrianto. Dia  salah satu pemain muda yang sempat berkostum Arema musim 2017. Karakter bermain khas Malangan, skill mumpuni, kecepatan, dan kengototan menjadi daya tarik tersendiri pada saat dirinya membela tim Singo Edan.

Setelah memilih cuti dari dunia sepak bola sejak tahun 2018, kini Andrianto resmi bergabung dengan salah satu klub Liga 3 asal Malang, NZR Sumbersari FC. Kembalinya pemain berusia 26 tahun itu di dunia sepak bola tak lepas dari sosok pemilik NZR Sumbersari FC, Wibi Andreas.

Pengusaha asal Malang itu sampai rela menemui atasan Andrianto di Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Malang, untuk mengizinkannya bergabung dengan NZR Sumbersari FC pada musim ini.

“Kebetulan bos NZR Sumbersari FC sendiri yang mengizinkan ke pimpinan di kantor. Mungkin kalau tidak dapat izin, saya tidak bakal main bola lagi,” ujar Andrianto. Ditambahkannya, homebase NZR Sumbersari FC yang berada di Malang, juga menjadi faktor Andrianto bisa bergabung di klub tersebut.

Kembali menjalani liga kompetitif membuat Andrianto merindukan masa-masa dulunya di Arema FC atau Persekam Metro FC. Atmosfer atau suasana pertandingan yang paling tidak bisa dia lupakan ketika membela dua klub tersebut.

“Paling saya tunggu itu suasana pertandingan. Intinya saya senang kembali bisa bertanding,” tuturnya.

Yang sangat disayangkan, kembalinya pemain asli Malang itu terjadi pada saat pandemi. Ketidakhadiran suporter, membuat sedikit perbedaan dibandingkan pada tahun 2017 yang lalu. “Iya memang masalahnya saat ini pandemi. Tapi saya bersyukur,  yang paling penting bisa main bola lagi. Bisa menyalurkan hobi,” ucap Andrianto.

Tidak berkompetisi sejak 2017, juga menyisakan pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi Andrianto. Meskipun masih sering mengikuti sepak bola antar kampung, diakuinya level Liga 3 sudah berbeda.

“Fisik saya yang paling harus ditingkatkan. Walaupun banyak turnamen antar kampung. Pastinya beda dengan saat kompetisi,” kata dia. Ke depannya, Andrianto juga bertekad untuk membawa  NZR Sumbersari FC promosi ke Liga 2 Indonesia. (cj7/abm/rmc)

MALANG KOTA – Publik sepak bola Malang barangkali belum bisa melupakan nama Andrianto. Dia  salah satu pemain muda yang sempat berkostum Arema musim 2017. Karakter bermain khas Malangan, skill mumpuni, kecepatan, dan kengototan menjadi daya tarik tersendiri pada saat dirinya membela tim Singo Edan.

Setelah memilih cuti dari dunia sepak bola sejak tahun 2018, kini Andrianto resmi bergabung dengan salah satu klub Liga 3 asal Malang, NZR Sumbersari FC. Kembalinya pemain berusia 26 tahun itu di dunia sepak bola tak lepas dari sosok pemilik NZR Sumbersari FC, Wibi Andreas.

Pengusaha asal Malang itu sampai rela menemui atasan Andrianto di Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Malang, untuk mengizinkannya bergabung dengan NZR Sumbersari FC pada musim ini.

“Kebetulan bos NZR Sumbersari FC sendiri yang mengizinkan ke pimpinan di kantor. Mungkin kalau tidak dapat izin, saya tidak bakal main bola lagi,” ujar Andrianto. Ditambahkannya, homebase NZR Sumbersari FC yang berada di Malang, juga menjadi faktor Andrianto bisa bergabung di klub tersebut.

Kembali menjalani liga kompetitif membuat Andrianto merindukan masa-masa dulunya di Arema FC atau Persekam Metro FC. Atmosfer atau suasana pertandingan yang paling tidak bisa dia lupakan ketika membela dua klub tersebut.

“Paling saya tunggu itu suasana pertandingan. Intinya saya senang kembali bisa bertanding,” tuturnya.

Yang sangat disayangkan, kembalinya pemain asli Malang itu terjadi pada saat pandemi. Ketidakhadiran suporter, membuat sedikit perbedaan dibandingkan pada tahun 2017 yang lalu. “Iya memang masalahnya saat ini pandemi. Tapi saya bersyukur,  yang paling penting bisa main bola lagi. Bisa menyalurkan hobi,” ucap Andrianto.

Tidak berkompetisi sejak 2017, juga menyisakan pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi Andrianto. Meskipun masih sering mengikuti sepak bola antar kampung, diakuinya level Liga 3 sudah berbeda.

“Fisik saya yang paling harus ditingkatkan. Walaupun banyak turnamen antar kampung. Pastinya beda dengan saat kompetisi,” kata dia. Ke depannya, Andrianto juga bertekad untuk membawa  NZR Sumbersari FC promosi ke Liga 2 Indonesia. (cj7/abm/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/