alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 29 May 2022

Hasil Tes Covid Samar, Ini Langkah Manajemen Arema FC untuk Pemainnya

BALI – Sikap tertutup masih ditunjukkan manajemen Arema FC terkait kondisi sejumlah pemainnya. Dugaan bila beberapa penggawa Singo Edan suspect Covid-19 memang sudah terjawab. Namun rinciannya masih belum dibeber. Media Officer Arema FC Sudarmaji menyebut bila hasil tes yang sudah dilakukan kepada pemain masih belum pasti. ”Hasil tesnya samar, selanjutnya akan dilakukan tes berulang-ulang selama lima hari berturut-turut,” kata pria asal Banyuwangi tersebut.

Dia juga belum merinci siapa pemain yang hasil tesnya samar itu. Dari pendalaman Jawa Pos Radar Malang, hasil tes samar untuk rapid tes antigen memang dimungkinkan terjadi. Itu bisa dilihat dari garis samar yang tersaji di alat tes. Biasanya garis samar itu akan terlihat di sebelah huruf T pada alat tes. Bila itu terjadi, orang yang menjalani tes biasanya diimbau untuk melakukan isolasi.  Untuk mengonfirmasi lebih lanjut, bisa dilakukan tes PCR.

Seperti diketahui, di laga melawan PSIS Semarang Senin malam (17/1), sejumlah pilar utama Singo Edan terpaksa absen. Carlos Fortes, Renshi Yamaguchi, Sergio Silva, dan Rizky Dwi Febrianto yang biasanya masuk starting eleven tak dimainkan. Nama keempatnya juga tidak tercantum dalam list pemain cadangan.

Sementara untuk Adilson Maringa, yang biasanya jadi penjaga gawang utama, diketahui masih berkutat dengan problem cedera di bagian lutut. Kiper asal Brazil itu sudah absen saat Arema FC bersua PSS Sleman, Kamis pekan lalu (13/1). Saat ini, pemain-pemain yang disebut Sudarmaji mengalami gejala covid sudah ditempatkan secara terpisah. ”Kami berusaha mematuhi semua regulasi prokes (protokol kesehatan). Jika ada pemain yang bergejala, langsung kami lakukan kebijakan proteksi mandiri dengan menempatkan mereka di hotel yang berbeda,”
tambah dia.

Terpisah, Direktur Operasional, PT Liga Indonesia Baru (LIB) Sudjarno mengapresiasi langkah yang dilakukan Arema FC. Upaya untuk memisahkan pemain yang bergejala dengan yang sehat menurutnya sudah benar. Dia menyebut bila itu sudah sesuai dengan regulasi prokes di BRI Liga 1. Selanjutnya, pihak tim juga terus memantau kondisi para pemainnya. ”Memang ada pemain Arema FC yang hasil tesnya samar dan bergejala. Sehingga perlu dilakukan tes berulang-ulang,” kata dia.(gp/by)

 

BALI – Sikap tertutup masih ditunjukkan manajemen Arema FC terkait kondisi sejumlah pemainnya. Dugaan bila beberapa penggawa Singo Edan suspect Covid-19 memang sudah terjawab. Namun rinciannya masih belum dibeber. Media Officer Arema FC Sudarmaji menyebut bila hasil tes yang sudah dilakukan kepada pemain masih belum pasti. ”Hasil tesnya samar, selanjutnya akan dilakukan tes berulang-ulang selama lima hari berturut-turut,” kata pria asal Banyuwangi tersebut.

Dia juga belum merinci siapa pemain yang hasil tesnya samar itu. Dari pendalaman Jawa Pos Radar Malang, hasil tes samar untuk rapid tes antigen memang dimungkinkan terjadi. Itu bisa dilihat dari garis samar yang tersaji di alat tes. Biasanya garis samar itu akan terlihat di sebelah huruf T pada alat tes. Bila itu terjadi, orang yang menjalani tes biasanya diimbau untuk melakukan isolasi.  Untuk mengonfirmasi lebih lanjut, bisa dilakukan tes PCR.

Seperti diketahui, di laga melawan PSIS Semarang Senin malam (17/1), sejumlah pilar utama Singo Edan terpaksa absen. Carlos Fortes, Renshi Yamaguchi, Sergio Silva, dan Rizky Dwi Febrianto yang biasanya masuk starting eleven tak dimainkan. Nama keempatnya juga tidak tercantum dalam list pemain cadangan.

Sementara untuk Adilson Maringa, yang biasanya jadi penjaga gawang utama, diketahui masih berkutat dengan problem cedera di bagian lutut. Kiper asal Brazil itu sudah absen saat Arema FC bersua PSS Sleman, Kamis pekan lalu (13/1). Saat ini, pemain-pemain yang disebut Sudarmaji mengalami gejala covid sudah ditempatkan secara terpisah. ”Kami berusaha mematuhi semua regulasi prokes (protokol kesehatan). Jika ada pemain yang bergejala, langsung kami lakukan kebijakan proteksi mandiri dengan menempatkan mereka di hotel yang berbeda,”
tambah dia.

Terpisah, Direktur Operasional, PT Liga Indonesia Baru (LIB) Sudjarno mengapresiasi langkah yang dilakukan Arema FC. Upaya untuk memisahkan pemain yang bergejala dengan yang sehat menurutnya sudah benar. Dia menyebut bila itu sudah sesuai dengan regulasi prokes di BRI Liga 1. Selanjutnya, pihak tim juga terus memantau kondisi para pemainnya. ”Memang ada pemain Arema FC yang hasil tesnya samar dan bergejala. Sehingga perlu dilakukan tes berulang-ulang,” kata dia.(gp/by)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/