alexametrics
26.4 C
Malang
Friday, 20 May 2022

Renshi Yamaguchi Disiapkan untuk Hadapi Persebaya

BALI – Hukuman akumulasi kartu kuning tidak hanya membawa kerugian saja untuk Renshi Yamaguchi dan Arema FC. Absen di laga melawan Madura United tadi malam (18/2), ada berkah yang didapat pemain asal Jepang tersebut. Dia jadi mempunyai waktu recovery lebih panjang dan cukup ideal.

Dengan dasar itu, Renshi bakal diproyeksikan untuk turun di pertandingan selanjutnya melawan Persebaya Surabaya, Rabu pekan depan (23/2). Menurut Dokter Arema FC Nanang Tri Wahyudi, dalam kompetisi penuh dan panjang, jeda waktu yang ideal dari satu laga ke laga lainnya minimal 4 hari atau 72 sampai 96 jam setelah pertandingan.

“Idealnya satu pertandingan per minggu,” jelas pria asal Magetan tersebut kepada Jawa Pos Radar Malang. Kalau berlebihan, misalnya seminggu ada 2 pertandingan, maka berpotensi menimbulkan beberapa risiko. Salah satunya yakni overtraining dan kelelahan.  Kondisi tersebut bisa memberikan efek psikologi juga kepada fisik pemain. “Ada istilah burn-out atau overtraining syndrome. Ini yang rawan terjadi. Menyebabkan penurunan motivasi, rasa lelah yang tidak hilang, cedera, penurunan imun atau kesehatan,” papar eks Dokter Persija Jakarta dan Timnas tersebut.

Dengan tidak bermain melawan Madura United tadi malam, Renshi jadi mempunyai waktu recovery 8 hari. Itu mempunyai keuntungan tersendiri. Sebab, saat melawan Persebaya Surabaya, dia bisa lebih fresh dan bugar. Kehadirannya di laga selanjutnya bakal penting untuk meredam kekuatan lini serang Green Force-julukan Persebaya.

Sepertu diketahui, di musim ini performa Persebaya tengah menanjak. Mereka menjadi tim paling produktif dengan torehan 44 gol dan 26 assist. Pentingnya Renshi saat Arema FC bersua Persebaya bisa dilihat dari pertemuan kedua tim pada putaran pertama. Saat itu, dia mencatatkan 6 kali intercept, 3 tackle, 1 clearance, dan melakukan 24 kali passing sukses. Saat itu, statistik defense eks pemain Lampang FC tersebut menjadi yang tertinggi di antara pemain Arema FC lainnya.

Di tempat lain, Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida tidak melihat hal itu sebagai sebuah keuntungan. Sebab, dia meyakinkan bila setiap tim di BRI Liga 1 selalu menurunkan pemain terbaiknya untuk bertanding. “Tentunya calon lawan kami juga akan menyiapkan pemain yang paling siap,” jelas pria asal Portugal tersebut.

Karena itu Eduardo lebih berharap kalau di pertandingan selanjutnya timnya bisa bermain lebih baik lagi. “Setiap laga kami harus bermain dengan sikap, karakter, dan motivasi yang sama, yakni ingin mendapatkan hasil maksimal,” tutur eks pelatih Semen Padang itu. Meski tidak ikut bermain tadi malam, Renshi tetap mengikuti official training tim. Dari informasi yang diterima koran ini, dia juga melakukan latihan secara penuh. (gp/by)

BALI – Hukuman akumulasi kartu kuning tidak hanya membawa kerugian saja untuk Renshi Yamaguchi dan Arema FC. Absen di laga melawan Madura United tadi malam (18/2), ada berkah yang didapat pemain asal Jepang tersebut. Dia jadi mempunyai waktu recovery lebih panjang dan cukup ideal.

Dengan dasar itu, Renshi bakal diproyeksikan untuk turun di pertandingan selanjutnya melawan Persebaya Surabaya, Rabu pekan depan (23/2). Menurut Dokter Arema FC Nanang Tri Wahyudi, dalam kompetisi penuh dan panjang, jeda waktu yang ideal dari satu laga ke laga lainnya minimal 4 hari atau 72 sampai 96 jam setelah pertandingan.

“Idealnya satu pertandingan per minggu,” jelas pria asal Magetan tersebut kepada Jawa Pos Radar Malang. Kalau berlebihan, misalnya seminggu ada 2 pertandingan, maka berpotensi menimbulkan beberapa risiko. Salah satunya yakni overtraining dan kelelahan.  Kondisi tersebut bisa memberikan efek psikologi juga kepada fisik pemain. “Ada istilah burn-out atau overtraining syndrome. Ini yang rawan terjadi. Menyebabkan penurunan motivasi, rasa lelah yang tidak hilang, cedera, penurunan imun atau kesehatan,” papar eks Dokter Persija Jakarta dan Timnas tersebut.

Dengan tidak bermain melawan Madura United tadi malam, Renshi jadi mempunyai waktu recovery 8 hari. Itu mempunyai keuntungan tersendiri. Sebab, saat melawan Persebaya Surabaya, dia bisa lebih fresh dan bugar. Kehadirannya di laga selanjutnya bakal penting untuk meredam kekuatan lini serang Green Force-julukan Persebaya.

Sepertu diketahui, di musim ini performa Persebaya tengah menanjak. Mereka menjadi tim paling produktif dengan torehan 44 gol dan 26 assist. Pentingnya Renshi saat Arema FC bersua Persebaya bisa dilihat dari pertemuan kedua tim pada putaran pertama. Saat itu, dia mencatatkan 6 kali intercept, 3 tackle, 1 clearance, dan melakukan 24 kali passing sukses. Saat itu, statistik defense eks pemain Lampang FC tersebut menjadi yang tertinggi di antara pemain Arema FC lainnya.

Di tempat lain, Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida tidak melihat hal itu sebagai sebuah keuntungan. Sebab, dia meyakinkan bila setiap tim di BRI Liga 1 selalu menurunkan pemain terbaiknya untuk bertanding. “Tentunya calon lawan kami juga akan menyiapkan pemain yang paling siap,” jelas pria asal Portugal tersebut.

Karena itu Eduardo lebih berharap kalau di pertandingan selanjutnya timnya bisa bermain lebih baik lagi. “Setiap laga kami harus bermain dengan sikap, karakter, dan motivasi yang sama, yakni ingin mendapatkan hasil maksimal,” tutur eks pelatih Semen Padang itu. Meski tidak ikut bermain tadi malam, Renshi tetap mengikuti official training tim. Dari informasi yang diterima koran ini, dia juga melakukan latihan secara penuh. (gp/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/