alexametrics
32 C
Malang
Saturday, 15 May 2021

Lifter Belia Ini Pastikan Kantongi Tiket di Olimpiade Tokyo

RADAR MALANG – Lifter belia Indonesia, Windy Cantika Aisah dipastikan mengantongi tiket Olimpiade Tokyo 2020. Hal ini setelah gadis 18 tahun itu merebut sebuah medali perunggu pada Kejuaraan Angkat Besi Asia 2021 yang digelar di Tashkent, Uzbekistan pada Sabtu lalu (17/4).

Seperti dilansir Jawapos, dalam babak kualifikasi Olimpiade 2020 itu Windy tampil pada kelas 49 kilogram. Dia menempati peringkat ketiga untuk kategori snatch dengan angkatan 87 kilogram. Sedangkan untuk kategori clean and jerk, lifter yang Juni mendatang berusia 19 tahun itu berada di posisi keempat dengan catatan 102 kilogram. Pada kategori total angkatan, Windy berada di posisi keempat dengan angkatan 189 kilogram.

Medali emas dan perak untuk tiga kategori angkatan tersebut masing-masing diraih oleh lifter Tiongkok, yakni Hou Zhihui dan Jiang Huihua.

Manajer Tim Angkat Besi Indonesia Pura Darmawan mengatakan hasil yang diraih Windy sudah maksimal. Apalagi, ini adalah kali pertama dia tampil pada kejuaraan senior. Windy dapat membuktikan diri bahwa dia mampu bersaing dengan lifter lainnya yang memiliki usia rata-rata lebih tua ketimbang dia.

”Ini sudah optimal, kejuaraan ini boleh dibilang mini Olimpiade, hanya lifter Amerika Serikat dan Rusia saja yang tidak hadir,” kata Pura. ”Jadi, perjuangan Windy meraih perunggu sangat berat,” imbuhnya.

Dengan hasil itu, posisi Windy diperkirakan akan naik. Yakni dari posisi tujuh ke posisi lima Federasi Angkat Besi Dunia (IWF). Dengan konfigurasi ini, maka Windy berada dalam posisi aman untuk tampil di Olimpiade Tokyo.

 

Sumber: Jawapos

 

RADAR MALANG – Lifter belia Indonesia, Windy Cantika Aisah dipastikan mengantongi tiket Olimpiade Tokyo 2020. Hal ini setelah gadis 18 tahun itu merebut sebuah medali perunggu pada Kejuaraan Angkat Besi Asia 2021 yang digelar di Tashkent, Uzbekistan pada Sabtu lalu (17/4).

Seperti dilansir Jawapos, dalam babak kualifikasi Olimpiade 2020 itu Windy tampil pada kelas 49 kilogram. Dia menempati peringkat ketiga untuk kategori snatch dengan angkatan 87 kilogram. Sedangkan untuk kategori clean and jerk, lifter yang Juni mendatang berusia 19 tahun itu berada di posisi keempat dengan catatan 102 kilogram. Pada kategori total angkatan, Windy berada di posisi keempat dengan angkatan 189 kilogram.

Medali emas dan perak untuk tiga kategori angkatan tersebut masing-masing diraih oleh lifter Tiongkok, yakni Hou Zhihui dan Jiang Huihua.

Manajer Tim Angkat Besi Indonesia Pura Darmawan mengatakan hasil yang diraih Windy sudah maksimal. Apalagi, ini adalah kali pertama dia tampil pada kejuaraan senior. Windy dapat membuktikan diri bahwa dia mampu bersaing dengan lifter lainnya yang memiliki usia rata-rata lebih tua ketimbang dia.

”Ini sudah optimal, kejuaraan ini boleh dibilang mini Olimpiade, hanya lifter Amerika Serikat dan Rusia saja yang tidak hadir,” kata Pura. ”Jadi, perjuangan Windy meraih perunggu sangat berat,” imbuhnya.

Dengan hasil itu, posisi Windy diperkirakan akan naik. Yakni dari posisi tujuh ke posisi lima Federasi Angkat Besi Dunia (IWF). Dengan konfigurasi ini, maka Windy berada dalam posisi aman untuk tampil di Olimpiade Tokyo.

 

Sumber: Jawapos

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru