alexametrics
20.5 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Penggawa Arema FC Malang Berebut Posisi Starting Eleven

MALANG KOTA – Usia hanyalah sebuah angka. Ungkapan itu benar-benar diyakini pemain anyar Arema FC Malang, Diego Michiels. Pemain yang kini berusia 30 tahun itu mengaku terus terpacu untuk bersaing dengan pemain lain di tim Singo Edan yang bermarkas di Malang ini.

Dia sadar bila latihan keras harus dilakoninya untuk mendapatkan menit bermain di kompetisi Liga 1. Sebelumnya, pelatih Arema FC Eduardo Almeida juga menegaskan bila dia tidak akan melihat nama besar seorang untuk menentukan starting eleven.

Kepada Jawa Pos Radar Malang, Diego pun mengaku siap all-out dan bersaing dengan para pemain muda di tim Arema FC. ”Saya rasa itu (bersaing dengan pemain muda) akan bagus untuk saya,” papar pesepak bola berdarah Indonesia-Belanda itu. Salah satu efek baik dari persaingan, dia mengatakan, yakni mampu membuat semangatnya terus terjaga sehingga mampu memberi kontribusi kepada Arema.

Saat ini di posisi wing back tim Singo Edan komposisi pemainnya memang cukup penuh. Tercatat ada 3 pemain yang mengisi pos tersebut. Di antaranya adalah Diego, Rizky Dwi Febrianto, dan pemain muda yang mulai naik daun, Sandy Ferizal. Baik Rizky dan Sandy diketahui punya usia yang terpaut jauh dengan Diego.

Kini, untuk mendapatkan menit bermain, eks pemain Borneo FC itu mengaku akan melakukan persiapan secara bertahap. Langkah awal yang ingin dilakukannya adalah mengembalikan kondisi fisik. Ya, usai turnamen Piala Menpora lalu Diego hanya menyelipi aktivitasnya dengan latihan mandiri.

”Setelah mengembalikan kondisi (fisik), terus melakukan adaptasi dengan tim,” papar pria punya banyak tato di tubuhnya itu.

Lebih lanjut, eks penggawa Mitra Kukar itu juga mengaku kalau dia tetap butuh proses adaptasi meski di musim 2011/2012 lalu dia sempat berkostum tim Singo Edan. Ketika itu Diego bermain dengan Arema di kompetisi Liga Primer Indonesia.

”Kekeluargaan yang kuat di sini membuat penyesuaian saya tidak sulit. Semua welcome dan komunikasi di antara kami juga enak,” paparnya. Diego sendiri sudah bergabung dengan latihan tim sejak 14 Juni lalu.

Lebih lanjut, Diego juga mengaku siap bila harus bermain di pos mana saja. Menurutnya, itu mutlak menjadi keputusan pelatih. ”Saya bisa main di fullback kanan dan kiri. Tapi, apabila pelatih meminta saya untuk tampil di center back atau penyerang, bakal siap saja mengikuti instruksi yang diberikan,” kata dia.

Terpisah, pelatih kepala Arema FC Eduardo Almeida menyebut bila persaingan di timnya akan jadi hal yang bagus. Sebab, para pemain bakal semakin terpacu untuk mendapatkan menit bermain. Alhasil, dalam sesi latihan, mereka akan tergerak untuk bekerja keras.

”Persaingan yang bagus akan membuat pemain semakin berkembang,” kata dia.

Pria berusia 43 tahun menegaskan bila dia tidak akan melihat nama besar pemain dalam menentukan line-up tim. ”Kami pasti akan melihat bagaiamana perkembangan terakhir pemain sebelum laga dan sesuai kebutuhan tim juga,” kata dia. (gp/c1/by/rmc)

MALANG KOTA – Usia hanyalah sebuah angka. Ungkapan itu benar-benar diyakini pemain anyar Arema FC Malang, Diego Michiels. Pemain yang kini berusia 30 tahun itu mengaku terus terpacu untuk bersaing dengan pemain lain di tim Singo Edan yang bermarkas di Malang ini.

Dia sadar bila latihan keras harus dilakoninya untuk mendapatkan menit bermain di kompetisi Liga 1. Sebelumnya, pelatih Arema FC Eduardo Almeida juga menegaskan bila dia tidak akan melihat nama besar seorang untuk menentukan starting eleven.

Kepada Jawa Pos Radar Malang, Diego pun mengaku siap all-out dan bersaing dengan para pemain muda di tim Arema FC. ”Saya rasa itu (bersaing dengan pemain muda) akan bagus untuk saya,” papar pesepak bola berdarah Indonesia-Belanda itu. Salah satu efek baik dari persaingan, dia mengatakan, yakni mampu membuat semangatnya terus terjaga sehingga mampu memberi kontribusi kepada Arema.

Saat ini di posisi wing back tim Singo Edan komposisi pemainnya memang cukup penuh. Tercatat ada 3 pemain yang mengisi pos tersebut. Di antaranya adalah Diego, Rizky Dwi Febrianto, dan pemain muda yang mulai naik daun, Sandy Ferizal. Baik Rizky dan Sandy diketahui punya usia yang terpaut jauh dengan Diego.

Kini, untuk mendapatkan menit bermain, eks pemain Borneo FC itu mengaku akan melakukan persiapan secara bertahap. Langkah awal yang ingin dilakukannya adalah mengembalikan kondisi fisik. Ya, usai turnamen Piala Menpora lalu Diego hanya menyelipi aktivitasnya dengan latihan mandiri.

”Setelah mengembalikan kondisi (fisik), terus melakukan adaptasi dengan tim,” papar pria punya banyak tato di tubuhnya itu.

Lebih lanjut, eks penggawa Mitra Kukar itu juga mengaku kalau dia tetap butuh proses adaptasi meski di musim 2011/2012 lalu dia sempat berkostum tim Singo Edan. Ketika itu Diego bermain dengan Arema di kompetisi Liga Primer Indonesia.

”Kekeluargaan yang kuat di sini membuat penyesuaian saya tidak sulit. Semua welcome dan komunikasi di antara kami juga enak,” paparnya. Diego sendiri sudah bergabung dengan latihan tim sejak 14 Juni lalu.

Lebih lanjut, Diego juga mengaku siap bila harus bermain di pos mana saja. Menurutnya, itu mutlak menjadi keputusan pelatih. ”Saya bisa main di fullback kanan dan kiri. Tapi, apabila pelatih meminta saya untuk tampil di center back atau penyerang, bakal siap saja mengikuti instruksi yang diberikan,” kata dia.

Terpisah, pelatih kepala Arema FC Eduardo Almeida menyebut bila persaingan di timnya akan jadi hal yang bagus. Sebab, para pemain bakal semakin terpacu untuk mendapatkan menit bermain. Alhasil, dalam sesi latihan, mereka akan tergerak untuk bekerja keras.

”Persaingan yang bagus akan membuat pemain semakin berkembang,” kata dia.

Pria berusia 43 tahun menegaskan bila dia tidak akan melihat nama besar pemain dalam menentukan line-up tim. ”Kami pasti akan melihat bagaiamana perkembangan terakhir pemain sebelum laga dan sesuai kebutuhan tim juga,” kata dia. (gp/c1/by/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/