alexametrics
23C
Malang
Wednesday, 3 March 2021

Wushu Kota Malang Hanya Bidik Satu Emas Porprov, Ini Penyebabnya

MALANG KOTA – Tidak ada target muluk dari cabang olahraga wushu Kota Malang di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII 2022 mendatang. Targetnya hanya satu emas, dua perak, dan tiga perunggu. Ini karena atlet yang sebelumnya disiapkan untuk Porprov 2021 ternyata sudah terkendala usia. Mereka sudah melewati batas usia maksimal sehinggga cabor wushu harus melakukan seleksi lagi. ”Saat ini kami terus menyeleksi atlet sekitar 20 orang,” papar pelatih wushu Kota Malang Panji Peksi Branjangan.

Menurut dia, ke-20 atlet wushu itu akan terus dipantau selama masa-masa Pemusatan Latihan Cabang (Puslatcab) 2021. Di mana sistem yang digunakan adalah degradasi jika mereka tidak menunjukkan grafik bagus.
Pria yang juga menjabat sebagai sekretaris Wushu Indonesia (WI) Kota Malang itu menjelaskan, langkah tersebut sebagai upaya mengembalikan kekuatan kontingen wushu. ”Atlet wushu Kota Malang masih banyak pembibitan,” tuturnya.

Dengan kondisi tersebut, pada porprov mendatang, cabor wushu realistis. Di mana hanya menargetkan membawa pulang satu emas. ”Namun, semisal ada peluang untuk lebih dari itu (satu emas) akan kami maksimalkan kesempatan itu,” katanya.

Meski begitu, Panji menyebut tidak menutup kemungkinkan untuk mengubah target tersebut. ”Kami lihat dulu progres puslatcab,” kata dia. Saat ini 20 atlet wushu yang masuk puslatcab tediri dari dua jurus. Pertama adalah talou (seni). Kedua adalah sanda (pertarungan). Lebih lanjut, Panji mengaku optimistis kalau atlet-atlet wushu bisa terus berkembang di 2021. Sebab, saat ini atlet mulai menerapkan ilmu sport science. Menurut dia, dengan hal itu mempermudah pelatih. ”Sebab, variabel fisik dan kebugaran fisik terukur jelas,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang Eddy Wahyono berharap prestasi lebih baik di porprov mendatang. Untuk itu dia ingin cabor-cabor yang berangkat adalah yang benar-benar serius tampil di event tersebut. ”Untuk lebih optimal persiapannya, kami juga akan mencoba untuk melakukan monitoring setiap beberapa bulan,” terang pria penyuka motor gede itu.(rmc/gp/abm)

MALANG KOTA – Tidak ada target muluk dari cabang olahraga wushu Kota Malang di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII 2022 mendatang. Targetnya hanya satu emas, dua perak, dan tiga perunggu. Ini karena atlet yang sebelumnya disiapkan untuk Porprov 2021 ternyata sudah terkendala usia. Mereka sudah melewati batas usia maksimal sehinggga cabor wushu harus melakukan seleksi lagi. ”Saat ini kami terus menyeleksi atlet sekitar 20 orang,” papar pelatih wushu Kota Malang Panji Peksi Branjangan.

Menurut dia, ke-20 atlet wushu itu akan terus dipantau selama masa-masa Pemusatan Latihan Cabang (Puslatcab) 2021. Di mana sistem yang digunakan adalah degradasi jika mereka tidak menunjukkan grafik bagus.
Pria yang juga menjabat sebagai sekretaris Wushu Indonesia (WI) Kota Malang itu menjelaskan, langkah tersebut sebagai upaya mengembalikan kekuatan kontingen wushu. ”Atlet wushu Kota Malang masih banyak pembibitan,” tuturnya.

Dengan kondisi tersebut, pada porprov mendatang, cabor wushu realistis. Di mana hanya menargetkan membawa pulang satu emas. ”Namun, semisal ada peluang untuk lebih dari itu (satu emas) akan kami maksimalkan kesempatan itu,” katanya.

Meski begitu, Panji menyebut tidak menutup kemungkinkan untuk mengubah target tersebut. ”Kami lihat dulu progres puslatcab,” kata dia. Saat ini 20 atlet wushu yang masuk puslatcab tediri dari dua jurus. Pertama adalah talou (seni). Kedua adalah sanda (pertarungan). Lebih lanjut, Panji mengaku optimistis kalau atlet-atlet wushu bisa terus berkembang di 2021. Sebab, saat ini atlet mulai menerapkan ilmu sport science. Menurut dia, dengan hal itu mempermudah pelatih. ”Sebab, variabel fisik dan kebugaran fisik terukur jelas,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang Eddy Wahyono berharap prestasi lebih baik di porprov mendatang. Untuk itu dia ingin cabor-cabor yang berangkat adalah yang benar-benar serius tampil di event tersebut. ”Untuk lebih optimal persiapannya, kami juga akan mencoba untuk melakukan monitoring setiap beberapa bulan,” terang pria penyuka motor gede itu.(rmc/gp/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru