alexametrics
25.1 C
Malang
Tuesday, 11 May 2021

Blunder “Arisan” Klub Elit di European Super League

RADAR MALANG – Setelah menjadi perbincangan sepanjang dua tahun belakangan, keberadaan Liga Super akhirnya memasuki babak baru. Sebanyak 12 klub tim kawakan dari Liga Inggris, Liga Italia, dan Liga Spanyol resmi melaunching European Super League alias Liga Super. Rencananya kompetisi ini akan berbentuk liga dengan target 20 tim yang ikut serta. Namun hingga kemarin (19/4) baru tercatat sebanyak 12 nama klub mentereng yang terdaftar sebagai anggotanya.

Mereka yakni Ac Milan, Arsenal FC, Atletico de Madrid, Chelsea FC, FC Barcelona, ​​FC Internazionale Milano, Juventus FC, Liverpool FC, Manchester City, Manchester United, Real Madrid CF dan Tottenham Hotspur. Seluruhnya kini telah dipastikan bergabung sebagai klub pendiri.

Tak tanggung-tanggung, kabarnya hadiah yang ditawarkan pun mencapai 3 kali lipat hadiah Liga Champions yakni 310 juta poundsterling.

Namun penolakan keras disampaikan oleh berbagai organisasi federasi sepak bola di Eropa hingga internasional. Blunder ‘arisan’ klub sepak bola elit dunia ini pun sudah di depan mata.

Presiden UEFA Alexander Ceferin menuturkan bahwa Liga Super memang bakal meningkatkan kualitas dan intensitas kompetisi di Eropa, namun hal ini akan memunculkan dampak yang tidak sehat bagi tim lain.

UEFA bahkan melayangkan ancaman kepada klub yang tergabung dalam Liga Super berupa larangan tampil dalam kompetisi domestik. Selain itu, klub-klub European Super League juga bisa dikenai denda hingga 60 juta euro.

”Sebagaimana telah diumumkan sebelumnya oleh FIFA dan 6 federasi sepak bola Eropa, klub yang mengikuti European Super League akan dilarang tampil di kompetisi domestik, kompetisi Eropa. Dan pemain mereka akan kehilangan kesempatan untuk membela tim nasional,” jelas Ceferin.

UEFA mengungkapkan bahwa kompetisi ini akan merusak nilai kompetitif turnamen sepak bola. Pengumpulan tim-tim elit dalam satu turnamen yang bersifat tertutup akan menghilangkan kesempatan bagi tim-tim kecil untuk bergabung dan berkembang. Sehingga tim kecil tidak akan bisa bersaing dengan tim terbaik dan meningkatkan skill, sementara tim terkuat akan semakin kuat. Hal ini dianggap melanggar prinsip fair play.

Di hari yang sama, UEFA juga langsung melakukan pertemuan eksekutif untuk membahas sanksi kepada klub pendiri Liga Super. Beberapa sanksi yang akan dikenakan seperti larangan bagi tim tersebut untuk mengikuti UEFA Champions League (UCL) dan UEFA Europa League (UEL). ”Selain dilarang mengikuti kompetisi domestik, klub Liga Super yang masih berlaga di UCL misim ini juga akan dikeluarkan. PSG akan dinobatkan sebagai juara atau opsi kedua tidak ada juara musim ini,” dari rilis UEFA seperti dilansir Sky Sport.

Tidak hanya berlaku di UCL, klub Liga Super yang masih bermain di UEL juga bakal dihapus. Praktis, dalam babak fina UEL bakal mempertemukan antara Roma Vs Villareal.

Jika tidak ada aral melintang, musim Liga Super akan dimulai pada bulan Agustus mendatang dengan partisipasi klub dalam dua grup.

Adapun struktur kepengurusan European Super League antara lain terdiri dari Florentino Perez dari Real Madrid selaku presiden. Sementara empat kursi wakil presiden masing-masing ditempati oleh Jhon W Henry dari Liverpool, Stan Kroenke dari Arsenal, Joel Glazer dari Manchester United, dan Andrea Agnelli dari Juventus. (frz/iik)

RADAR MALANG – Setelah menjadi perbincangan sepanjang dua tahun belakangan, keberadaan Liga Super akhirnya memasuki babak baru. Sebanyak 12 klub tim kawakan dari Liga Inggris, Liga Italia, dan Liga Spanyol resmi melaunching European Super League alias Liga Super. Rencananya kompetisi ini akan berbentuk liga dengan target 20 tim yang ikut serta. Namun hingga kemarin (19/4) baru tercatat sebanyak 12 nama klub mentereng yang terdaftar sebagai anggotanya.

Mereka yakni Ac Milan, Arsenal FC, Atletico de Madrid, Chelsea FC, FC Barcelona, ​​FC Internazionale Milano, Juventus FC, Liverpool FC, Manchester City, Manchester United, Real Madrid CF dan Tottenham Hotspur. Seluruhnya kini telah dipastikan bergabung sebagai klub pendiri.

Tak tanggung-tanggung, kabarnya hadiah yang ditawarkan pun mencapai 3 kali lipat hadiah Liga Champions yakni 310 juta poundsterling.

Namun penolakan keras disampaikan oleh berbagai organisasi federasi sepak bola di Eropa hingga internasional. Blunder ‘arisan’ klub sepak bola elit dunia ini pun sudah di depan mata.

Presiden UEFA Alexander Ceferin menuturkan bahwa Liga Super memang bakal meningkatkan kualitas dan intensitas kompetisi di Eropa, namun hal ini akan memunculkan dampak yang tidak sehat bagi tim lain.

UEFA bahkan melayangkan ancaman kepada klub yang tergabung dalam Liga Super berupa larangan tampil dalam kompetisi domestik. Selain itu, klub-klub European Super League juga bisa dikenai denda hingga 60 juta euro.

”Sebagaimana telah diumumkan sebelumnya oleh FIFA dan 6 federasi sepak bola Eropa, klub yang mengikuti European Super League akan dilarang tampil di kompetisi domestik, kompetisi Eropa. Dan pemain mereka akan kehilangan kesempatan untuk membela tim nasional,” jelas Ceferin.

UEFA mengungkapkan bahwa kompetisi ini akan merusak nilai kompetitif turnamen sepak bola. Pengumpulan tim-tim elit dalam satu turnamen yang bersifat tertutup akan menghilangkan kesempatan bagi tim-tim kecil untuk bergabung dan berkembang. Sehingga tim kecil tidak akan bisa bersaing dengan tim terbaik dan meningkatkan skill, sementara tim terkuat akan semakin kuat. Hal ini dianggap melanggar prinsip fair play.

Di hari yang sama, UEFA juga langsung melakukan pertemuan eksekutif untuk membahas sanksi kepada klub pendiri Liga Super. Beberapa sanksi yang akan dikenakan seperti larangan bagi tim tersebut untuk mengikuti UEFA Champions League (UCL) dan UEFA Europa League (UEL). ”Selain dilarang mengikuti kompetisi domestik, klub Liga Super yang masih berlaga di UCL misim ini juga akan dikeluarkan. PSG akan dinobatkan sebagai juara atau opsi kedua tidak ada juara musim ini,” dari rilis UEFA seperti dilansir Sky Sport.

Tidak hanya berlaku di UCL, klub Liga Super yang masih bermain di UEL juga bakal dihapus. Praktis, dalam babak fina UEL bakal mempertemukan antara Roma Vs Villareal.

Jika tidak ada aral melintang, musim Liga Super akan dimulai pada bulan Agustus mendatang dengan partisipasi klub dalam dua grup.

Adapun struktur kepengurusan European Super League antara lain terdiri dari Florentino Perez dari Real Madrid selaku presiden. Sementara empat kursi wakil presiden masing-masing ditempati oleh Jhon W Henry dari Liverpool, Stan Kroenke dari Arsenal, Joel Glazer dari Manchester United, dan Andrea Agnelli dari Juventus. (frz/iik)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru