alexametrics
21.3 C
Malang
Monday, 4 July 2022

Arema FC Women Beri Pembuktian

MALANG KOTA – Prestasi sensasional baru-baru ini ditorehkan Arema FC Women. Tim Ongis Nade Kodew sukses menjadi juara di dua turnamen berbeda di bulan ini. Pertama ditorehkan Arema FC Junior U-17, yang menjadi juara di ajang Rantinaka Cup Semarang, 12 Juni lalu. Kedua dicatatkan Arema FC Women senior, yang menjadi kampiun di Piala Gubernur DKI Jakarta, 18 Juni lalu. Mereka sukses mengalahkan lawannya Putri Surakarta Solo dengan skor 3-0 di partai final.

Jalan terjal harus dilalui Arema FC Women untuk bisa mengukir prestasi tersebut. Khususnya Tim Arema FC Women senior. Selain sempat diremehkan lantaran banyak pemain inti melakukan eksodus keluar, langkah mereka di awal turnamen juga tak berjalan mulus. Sheva Imut dan kawan-kawan sempat dibantai Akademi Persib Bandung dengan skor 1-5.

Itu menjadi kekalahan terbesar pertama yang mereka dapatkan selama mengikuti turnamen di Indonesia. Setelah itu, sang pelatih Nabilah Firtriah harus melakukan pendekatan berbeda untuk mengembalikan motivasi dan mental para pemainnya. ”Tentunya semua kecewa dan sedih dengan hasil saat itu. Karena itu kami langsung lakukan diskusi dan sharing untuk membangkitkan semangat pemain,” kata dia.

Dalam sesi-sesi tersebut, dia menyebut bila pemain bebas untuk mengungkapkan unek-unek yang dirasakan. Lalu juga memberikan masukan terkait permainan tim. Pilihan menggelar sharing dan diskusi tersebut berbuah manis. Sebab, para pemain akhirnya mampu bangkit dan terus melaju sampai partai final. Di babak semifinal, mereka melawan Tim Putri Banteng Muda Indonesia Tangerang, yang berisikan pemain-pemain timnas seperti Sharlika Aurelia, Carla Bio Pattinasarany, sampai Zahra Muzdalifah. ”Anak-anak jadi mau bareng-bareng buat bangkit,” tutur perempuan asal Bondowoso tersebut.

Karena hal tersebut dia mengaku kalau gelar juara itu terasa cukup spesial. Sebab untuk mendapatkannya dibutuhkan kerja ekstra. ”Tentunya sangat bersyukur dan bahagia tim bisa juara. Apalagi tim junior juga menjadi juara,” ucapnya. Dia berharap para pemain Arema FC Women tidak cepat puas dengan apa yang didapatkan saat ini.

Terpisah, mengenai gelar juara kali ini, Manager Arema FC Women Fuad Ardiansyah menyebut bila itu adalah bagian dari pembuktian. Sebab, sejak awal memang tidak ada yang menjagokan Ongis Nade Kodew bisa menjadi juara. ”Itu karena sebelumnya banyak yang meragukan tim setelah keluarnya beberapa pemain,” tuturnya.

Ya, sebelumnya memang cukup banyak pemain andalan Arema FC Women yang meninggalkan tim. Seperti Shafira Ika Putri, Jasmine Sefia, Dian Khusnul, sampai Helsya Maesharoh. Lebih lanjut, Fuad mengaku kalau ke depan agenda tim belum ada. Setelah turnamen, para pemain akan diberikan waktu untuk libur. ”Kami berikan libur selama dua minggu Agenda akan lebih banyak untuk Arema FC Women junior,” tambahnya.(gp/by)

MALANG KOTA – Prestasi sensasional baru-baru ini ditorehkan Arema FC Women. Tim Ongis Nade Kodew sukses menjadi juara di dua turnamen berbeda di bulan ini. Pertama ditorehkan Arema FC Junior U-17, yang menjadi juara di ajang Rantinaka Cup Semarang, 12 Juni lalu. Kedua dicatatkan Arema FC Women senior, yang menjadi kampiun di Piala Gubernur DKI Jakarta, 18 Juni lalu. Mereka sukses mengalahkan lawannya Putri Surakarta Solo dengan skor 3-0 di partai final.

Jalan terjal harus dilalui Arema FC Women untuk bisa mengukir prestasi tersebut. Khususnya Tim Arema FC Women senior. Selain sempat diremehkan lantaran banyak pemain inti melakukan eksodus keluar, langkah mereka di awal turnamen juga tak berjalan mulus. Sheva Imut dan kawan-kawan sempat dibantai Akademi Persib Bandung dengan skor 1-5.

Itu menjadi kekalahan terbesar pertama yang mereka dapatkan selama mengikuti turnamen di Indonesia. Setelah itu, sang pelatih Nabilah Firtriah harus melakukan pendekatan berbeda untuk mengembalikan motivasi dan mental para pemainnya. ”Tentunya semua kecewa dan sedih dengan hasil saat itu. Karena itu kami langsung lakukan diskusi dan sharing untuk membangkitkan semangat pemain,” kata dia.

Dalam sesi-sesi tersebut, dia menyebut bila pemain bebas untuk mengungkapkan unek-unek yang dirasakan. Lalu juga memberikan masukan terkait permainan tim. Pilihan menggelar sharing dan diskusi tersebut berbuah manis. Sebab, para pemain akhirnya mampu bangkit dan terus melaju sampai partai final. Di babak semifinal, mereka melawan Tim Putri Banteng Muda Indonesia Tangerang, yang berisikan pemain-pemain timnas seperti Sharlika Aurelia, Carla Bio Pattinasarany, sampai Zahra Muzdalifah. ”Anak-anak jadi mau bareng-bareng buat bangkit,” tutur perempuan asal Bondowoso tersebut.

Karena hal tersebut dia mengaku kalau gelar juara itu terasa cukup spesial. Sebab untuk mendapatkannya dibutuhkan kerja ekstra. ”Tentunya sangat bersyukur dan bahagia tim bisa juara. Apalagi tim junior juga menjadi juara,” ucapnya. Dia berharap para pemain Arema FC Women tidak cepat puas dengan apa yang didapatkan saat ini.

Terpisah, mengenai gelar juara kali ini, Manager Arema FC Women Fuad Ardiansyah menyebut bila itu adalah bagian dari pembuktian. Sebab, sejak awal memang tidak ada yang menjagokan Ongis Nade Kodew bisa menjadi juara. ”Itu karena sebelumnya banyak yang meragukan tim setelah keluarnya beberapa pemain,” tuturnya.

Ya, sebelumnya memang cukup banyak pemain andalan Arema FC Women yang meninggalkan tim. Seperti Shafira Ika Putri, Jasmine Sefia, Dian Khusnul, sampai Helsya Maesharoh. Lebih lanjut, Fuad mengaku kalau ke depan agenda tim belum ada. Setelah turnamen, para pemain akan diberikan waktu untuk libur. ”Kami berikan libur selama dua minggu Agenda akan lebih banyak untuk Arema FC Women junior,” tambahnya.(gp/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/