alexametrics
21.3 C
Malang
Monday, 4 July 2022

Eduardo: Saya Terima Semua Kritik yang Membangun

KABUPATEN – Beberapa pemain Arema FC turut merespons kritikan dari suporter, yang menganggap bahwa Tim Singo Edan tidak bermain atraktif dengan gaya Malangan. Mereka umumnya sadar dengan hal tersebut. Namun, para pemain juga menyebut bila tujuan itu membutuhkan waktu. Sebab, di tim juga banyak pemain-pemain baru. ”Meski pernah bermain bersama dengan beberapa pemain, tapi tetap perlu adaptasi,” kata Adam Alis.

Adaptasi yang dimaksudkannya mulai dari chemistry, skema bermain, sampai kebiasaan pemain-pemain baru lainnya. Menurutnya, tim juga belum lama menjadi satu. Persiapan baru digeber bulan Mei lalu. Sebelumnya, semua tim Liga 1 absen lebih satu bulan. Karena itu Adam mengaku kalau untuk saat ini belum bisa menjawab keinginan para pendukung. ”Menurut saya pribadi tentunya kami tidak bisa memuaskan semua orang,” papar eks pemain Sriwijaya FC dan Bhayangkara FC tersebut.

Pemain asal Jakarta itu menambahkan bila yang bisa dilakukan oleh penggawa Singo Edan saat ini adalah bermain maksimal.

Terlebih di babak 8 besar nanti panitia akan menerapkan sistem gugur. Artinya, jika tim sampai kalah akan langsung angkat koper dari ajang yang sudah dimenangi Singo Edan dua kali tersebut. Secara umum, Adam mengaku tidak mempermasalahkan kritik yang datang kepada tim. Baik itu dari media sosial maupun secara langsung di lapangan.

Dia dan pemain lainnya bisa menerimanya. Bagi Adam, hal tersebut merupakan bentuk support dan cinta dari suporter kepada tim. ”Melihat itu (kritik, red) menjadi motivasi untuk pemain agar lebih baik lagi,” jelasnya. Senada dengan Adam, Hasyim Kipuw turut memastikan bila performa tim saat ini masih aman-aman saja. Meski belum menunjukkan permainan yang terbaik, namun dia menyebut bila timnya terus berkembang.

”Saat ini masih saling mencari chemistry antar pemain dan itu hal yang wajar saja,” jelas eks pemain PSM Makassar dan Bali United tersebut. Dia juga menyebut bila pemain-pemain baru seperti dirinya terus berusaha memahami keinginan pelatih terkait skema permainan.  ”Insyaallah hari demi hari akan lebih baik lagi,” papar pemain berusia 33 tahun tersebut. Di musim ini, komposisi pemain di skuad Singo Edan memang banyak berubah.  Tercatat ada 9 penggawa lama yang telah meninggalkan tim. Lalu digantikan 11 pemain anyar yang sudah gabung tim. Artinya ada sekitar 50 persen wajah baru di tim Singo Edan.

Sementara itu, Manager Arema FC Muhammad Ali Rifki mengatakan kalau saat ini pihaknya cukup paham dengan kondisi tim. Karena itu, kepercayaan kepada Eduardo Almeida bakal terus diberikan. ”Saya pikir saat ini tim pelatih masih berusaha meningkatkan pemain dan tim,” jelasnya. Berangkat dari itu, pihaknya memilih untuk sabar menunggu.

Toh dari awal target Arema FC di Piala Presiden 2022 memang tidak muluk-muluk. Mereka lebih memilih fokus mempersiapkan tim untuk kompetisi Liga 1. ”Kalau keinginan saya tim bermain cantik dan memenangkan pertandingan,” tegas pria asal Pasuruan tersebut.

Terpisah, menanggapi kritik yang datang kepadanya, Eduardo mengaku tidak mempermasalahkannya. Dia menyebut bila itu adalah hal yang normal dalam kondisi saat ini. ”Tentunya saya akan menerima semua kritik yang membangun untuk saya,” jelasnya.

Namun, lanjut Eduardo, yang perlu diingat adalah sepak bola itu pasti berubah. Terkadang tim bisa menang, imbang dan kalah. Lalu juga bisa menang dengan skor tipis. ”Saya sadar ada yang puas dan tidak. Karena itu yang terpenting saat ini fokus kepada tim dan tujuan kami, yakni Liga 1,” jelas pria asal Portugal itu. (gp/by)

KABUPATEN – Beberapa pemain Arema FC turut merespons kritikan dari suporter, yang menganggap bahwa Tim Singo Edan tidak bermain atraktif dengan gaya Malangan. Mereka umumnya sadar dengan hal tersebut. Namun, para pemain juga menyebut bila tujuan itu membutuhkan waktu. Sebab, di tim juga banyak pemain-pemain baru. ”Meski pernah bermain bersama dengan beberapa pemain, tapi tetap perlu adaptasi,” kata Adam Alis.

Adaptasi yang dimaksudkannya mulai dari chemistry, skema bermain, sampai kebiasaan pemain-pemain baru lainnya. Menurutnya, tim juga belum lama menjadi satu. Persiapan baru digeber bulan Mei lalu. Sebelumnya, semua tim Liga 1 absen lebih satu bulan. Karena itu Adam mengaku kalau untuk saat ini belum bisa menjawab keinginan para pendukung. ”Menurut saya pribadi tentunya kami tidak bisa memuaskan semua orang,” papar eks pemain Sriwijaya FC dan Bhayangkara FC tersebut.

Pemain asal Jakarta itu menambahkan bila yang bisa dilakukan oleh penggawa Singo Edan saat ini adalah bermain maksimal.

Terlebih di babak 8 besar nanti panitia akan menerapkan sistem gugur. Artinya, jika tim sampai kalah akan langsung angkat koper dari ajang yang sudah dimenangi Singo Edan dua kali tersebut. Secara umum, Adam mengaku tidak mempermasalahkan kritik yang datang kepada tim. Baik itu dari media sosial maupun secara langsung di lapangan.

Dia dan pemain lainnya bisa menerimanya. Bagi Adam, hal tersebut merupakan bentuk support dan cinta dari suporter kepada tim. ”Melihat itu (kritik, red) menjadi motivasi untuk pemain agar lebih baik lagi,” jelasnya. Senada dengan Adam, Hasyim Kipuw turut memastikan bila performa tim saat ini masih aman-aman saja. Meski belum menunjukkan permainan yang terbaik, namun dia menyebut bila timnya terus berkembang.

”Saat ini masih saling mencari chemistry antar pemain dan itu hal yang wajar saja,” jelas eks pemain PSM Makassar dan Bali United tersebut. Dia juga menyebut bila pemain-pemain baru seperti dirinya terus berusaha memahami keinginan pelatih terkait skema permainan.  ”Insyaallah hari demi hari akan lebih baik lagi,” papar pemain berusia 33 tahun tersebut. Di musim ini, komposisi pemain di skuad Singo Edan memang banyak berubah.  Tercatat ada 9 penggawa lama yang telah meninggalkan tim. Lalu digantikan 11 pemain anyar yang sudah gabung tim. Artinya ada sekitar 50 persen wajah baru di tim Singo Edan.

Sementara itu, Manager Arema FC Muhammad Ali Rifki mengatakan kalau saat ini pihaknya cukup paham dengan kondisi tim. Karena itu, kepercayaan kepada Eduardo Almeida bakal terus diberikan. ”Saya pikir saat ini tim pelatih masih berusaha meningkatkan pemain dan tim,” jelasnya. Berangkat dari itu, pihaknya memilih untuk sabar menunggu.

Toh dari awal target Arema FC di Piala Presiden 2022 memang tidak muluk-muluk. Mereka lebih memilih fokus mempersiapkan tim untuk kompetisi Liga 1. ”Kalau keinginan saya tim bermain cantik dan memenangkan pertandingan,” tegas pria asal Pasuruan tersebut.

Terpisah, menanggapi kritik yang datang kepadanya, Eduardo mengaku tidak mempermasalahkannya. Dia menyebut bila itu adalah hal yang normal dalam kondisi saat ini. ”Tentunya saya akan menerima semua kritik yang membangun untuk saya,” jelasnya.

Namun, lanjut Eduardo, yang perlu diingat adalah sepak bola itu pasti berubah. Terkadang tim bisa menang, imbang dan kalah. Lalu juga bisa menang dengan skor tipis. ”Saya sadar ada yang puas dan tidak. Karena itu yang terpenting saat ini fokus kepada tim dan tujuan kami, yakni Liga 1,” jelas pria asal Portugal itu. (gp/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/