alexametrics
29.6 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Dapat Desakan Hengkang, Eduardo Pilih Fokus di Sisa Laga Musim Ini

BALI – Desakan agar Eduardo Almeida out dari kursi pelatih Arema FC terus menggema di media sosial. Empat kekalahan sebelum laga tadi malam menjadi penyebabnya. Tak sedikit pendukung Singo Edan yang menilai bila pelatih asal Portugal itu kurang variatif dalam menyusun strategi. Karakter ngeyel ala sepak bola Malangan juga tak terlihat dari Tim Singo Edan di musim ini.

Meski tekanan hengkang semakin kencang, Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida mengaku tak mempermasalahkannya. Juru taktik asal Portugal tersebut memilih tenang mengenai masa depannya. ”Saya tidak memikirkan atau khawatir akan hal itu (masa depan di Arema FC, red),” tutur dia. Baginya, yang terpenting saat ini adalah fokus untuk sisa pertandingan. Sebab, jika sampai terpecah konsentrasinya, skuadnya bisa kembali mendapat hasil minor.

”Saya pikir hal terbaik untuk sekarang adalah memikirkan dan menyelesaikan pekerjaan ini sebaik mungkin,” jelas dia. Arema FC sendiri bertekad menyapu bersih semua laga dengan kemenangan. Tujuannya yakni mengakhiri kompetisi di peringkat yang lebih baik ketimbang saat ini. Sekaligus membuka kans untuk kembali tampil ke kompetisi Asia.

Tim Singo Edan memang sudah sangat lama tidak bermain di ajang tersebut. Terakhir mereka berpartisipasi di AFC Cup pada tahun 2014 yang lalu. Saat itu mereka melaju sampai babak 16 besar. Lebih lanjut, Eduardo yakin kalau tidak hanya dirinya saja yang memilih fokus ke kompetisi. Menurutnya, Carlos Fortes dan kawan-kawan juga akan melakukan hal yang sama. Sebab, laga ke depan cukup krusial. ”Para pemain juga akan melakukan yang terbaik sebisa mungkin,” tambah pria berusia 44 tahun tersebut.

Senada dengan sang pelatih, kapten Arema FC Jhon Alfarizi juga memastikan kalau para pemain hanya fokus pada sisa kompetisi. ”Konsentrasi kami hanya kepada bagaimana maksimal di sisa laga,” kata dia. Sebab, kehilangan poin di laga sebelumnya harus diganti dengan hasil lebih baik. ”Kami akan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk tim,” tuturnya.

Usai melawan Borneo FC, Arema FC bakal melawan Persikabo 1973 dan PSM Makassar. Jika mampu mendapatkan poin maksimal di dua laga tersebut, kans mereka untuk finish di tiga besar tetap ada. Sebaliknya, jika sekali saja terpeleset, mereka akan mengakhiri kompetisi dengan finish di urutan empat atau lima.

Terpisah, manajemen Arema FC mengaku bila saat ini belum ada pembicaraan kontrak. Baik itu kepada pemain atau pelatih. ”Konsentrasi kami ada pada pertandingan satu ke pertandingan lainnya,” jelas Media Officer Arema FC Sudarmaji kepada koran ini. Meski begitu, pihaknya tetap me-warning tim yang tengah limbung. Artinya, proses evaluasi tetap dijalankan oleh manajemen. ”Mekanisme itu tetap berjalan,” katanya. (gp/by)

 

BALI – Desakan agar Eduardo Almeida out dari kursi pelatih Arema FC terus menggema di media sosial. Empat kekalahan sebelum laga tadi malam menjadi penyebabnya. Tak sedikit pendukung Singo Edan yang menilai bila pelatih asal Portugal itu kurang variatif dalam menyusun strategi. Karakter ngeyel ala sepak bola Malangan juga tak terlihat dari Tim Singo Edan di musim ini.

Meski tekanan hengkang semakin kencang, Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida mengaku tak mempermasalahkannya. Juru taktik asal Portugal tersebut memilih tenang mengenai masa depannya. ”Saya tidak memikirkan atau khawatir akan hal itu (masa depan di Arema FC, red),” tutur dia. Baginya, yang terpenting saat ini adalah fokus untuk sisa pertandingan. Sebab, jika sampai terpecah konsentrasinya, skuadnya bisa kembali mendapat hasil minor.

”Saya pikir hal terbaik untuk sekarang adalah memikirkan dan menyelesaikan pekerjaan ini sebaik mungkin,” jelas dia. Arema FC sendiri bertekad menyapu bersih semua laga dengan kemenangan. Tujuannya yakni mengakhiri kompetisi di peringkat yang lebih baik ketimbang saat ini. Sekaligus membuka kans untuk kembali tampil ke kompetisi Asia.

Tim Singo Edan memang sudah sangat lama tidak bermain di ajang tersebut. Terakhir mereka berpartisipasi di AFC Cup pada tahun 2014 yang lalu. Saat itu mereka melaju sampai babak 16 besar. Lebih lanjut, Eduardo yakin kalau tidak hanya dirinya saja yang memilih fokus ke kompetisi. Menurutnya, Carlos Fortes dan kawan-kawan juga akan melakukan hal yang sama. Sebab, laga ke depan cukup krusial. ”Para pemain juga akan melakukan yang terbaik sebisa mungkin,” tambah pria berusia 44 tahun tersebut.

Senada dengan sang pelatih, kapten Arema FC Jhon Alfarizi juga memastikan kalau para pemain hanya fokus pada sisa kompetisi. ”Konsentrasi kami hanya kepada bagaimana maksimal di sisa laga,” kata dia. Sebab, kehilangan poin di laga sebelumnya harus diganti dengan hasil lebih baik. ”Kami akan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk tim,” tuturnya.

Usai melawan Borneo FC, Arema FC bakal melawan Persikabo 1973 dan PSM Makassar. Jika mampu mendapatkan poin maksimal di dua laga tersebut, kans mereka untuk finish di tiga besar tetap ada. Sebaliknya, jika sekali saja terpeleset, mereka akan mengakhiri kompetisi dengan finish di urutan empat atau lima.

Terpisah, manajemen Arema FC mengaku bila saat ini belum ada pembicaraan kontrak. Baik itu kepada pemain atau pelatih. ”Konsentrasi kami ada pada pertandingan satu ke pertandingan lainnya,” jelas Media Officer Arema FC Sudarmaji kepada koran ini. Meski begitu, pihaknya tetap me-warning tim yang tengah limbung. Artinya, proses evaluasi tetap dijalankan oleh manajemen. ”Mekanisme itu tetap berjalan,” katanya. (gp/by)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/