alexametrics
25.1 C
Malang
Tuesday, 11 May 2021

Enam Tim Mundur dari European Super League

RADAR MALANG – Enam tim Premiere League kompak memutuskan untuk mundur dari European Super League (Liga Super Eropa). Keputusan ini diambil karena berbagai tekanan luar biasa dari berbagai pihak, mulai dari federasi sepak bola, internal tim, fans, hingga sponsor.

Manchester City menjadi tim pertama yang mundur. Chelsea, Liverpool, Manchester United, Tottenham Hotspur, dan Arsenal akhirnya juga ikut-ikutan mundur.

Melansir Jawapos, Rabu (21/4), keputusan ini hanya berlangsung beberapa jam setelah organisasi sepak bola Inggris alias FA mengancam akan menghukum tim manapun yang terlibat dalam Liga Super Eropa.

FA memeringatkan klub yang nekad untuk mengikuti liga tersebut, akan diharamkan bertanding pada kompetisi lokal.

Chelsea memutuskan untuk mundur akibat tekanan fans yang sangat intens di luar Stamford Bridge. Sedangkan Liverpool keluar akibat desakan keras dari dua sosok kunci di dalam internal tim.

Kapten Liverpool Jordan Henderson mewakili seluruh pemain mengatakan bahwa pihaknya tidak menginginkan liga ini terjadi. “Secara kolektif, posisi kami menolak liga ini,” ucap Henderson seperti dikutip dari The Guardian.

Sedangkan satu sosok lain Liverpool yang bersuara lantang menentang Liga Super Eropa adalah direktur non-eksekutif sekaligus salah seorang legenda terbesar Liverpool Kenny Dalglish. King Kenny mengatakan bahwa para pemilik Liverpool kali ini harus melakukan tindakan yang benar.

Salah satu sponsor Liverpool yakni Tribus (produk jam tangan mewah Swiss) juga memberikan tekanan. Mereka mengancam akan menarik dukungannya andai Liverpool memaksakan diri mengikuti Liga Super Eropa.

Sebelumnya, tim sekota Liverpool, Everton, mengeluarkan kecaman publik yang sangat keras kepada enam klub Premier League tersebut. Pemilik Everton Farhad Moshiri mengatakan bahwa mereka adalah kelompok yang arogan, egois, dan melakukan tindakan yang subversif.

“Enam klub itu menikam jantung Premier League. Dan saya kira, mereka harus diberikan sanksi,” ucap Moshiri dalam keterangan resminya.

Sumber: Jawapos

RADAR MALANG – Enam tim Premiere League kompak memutuskan untuk mundur dari European Super League (Liga Super Eropa). Keputusan ini diambil karena berbagai tekanan luar biasa dari berbagai pihak, mulai dari federasi sepak bola, internal tim, fans, hingga sponsor.

Manchester City menjadi tim pertama yang mundur. Chelsea, Liverpool, Manchester United, Tottenham Hotspur, dan Arsenal akhirnya juga ikut-ikutan mundur.

Melansir Jawapos, Rabu (21/4), keputusan ini hanya berlangsung beberapa jam setelah organisasi sepak bola Inggris alias FA mengancam akan menghukum tim manapun yang terlibat dalam Liga Super Eropa.

FA memeringatkan klub yang nekad untuk mengikuti liga tersebut, akan diharamkan bertanding pada kompetisi lokal.

Chelsea memutuskan untuk mundur akibat tekanan fans yang sangat intens di luar Stamford Bridge. Sedangkan Liverpool keluar akibat desakan keras dari dua sosok kunci di dalam internal tim.

Kapten Liverpool Jordan Henderson mewakili seluruh pemain mengatakan bahwa pihaknya tidak menginginkan liga ini terjadi. “Secara kolektif, posisi kami menolak liga ini,” ucap Henderson seperti dikutip dari The Guardian.

Sedangkan satu sosok lain Liverpool yang bersuara lantang menentang Liga Super Eropa adalah direktur non-eksekutif sekaligus salah seorang legenda terbesar Liverpool Kenny Dalglish. King Kenny mengatakan bahwa para pemilik Liverpool kali ini harus melakukan tindakan yang benar.

Salah satu sponsor Liverpool yakni Tribus (produk jam tangan mewah Swiss) juga memberikan tekanan. Mereka mengancam akan menarik dukungannya andai Liverpool memaksakan diri mengikuti Liga Super Eropa.

Sebelumnya, tim sekota Liverpool, Everton, mengeluarkan kecaman publik yang sangat keras kepada enam klub Premier League tersebut. Pemilik Everton Farhad Moshiri mengatakan bahwa mereka adalah kelompok yang arogan, egois, dan melakukan tindakan yang subversif.

“Enam klub itu menikam jantung Premier League. Dan saya kira, mereka harus diberikan sanksi,” ucap Moshiri dalam keterangan resminya.

Sumber: Jawapos

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru