alexametrics
25.1 C
Malang
Sunday, 25 July 2021

Rayakan Skateboarding Day, 200 Peseluncur Gelar Atraksi di Matos

MALANG KOTA – Tanggal 21 Juni diperingati sebagai Hari Skateboarding Sedunia. Ratusan skateboarder atau peseluncur Malang raya pun merayakannya di Malang Town Square (Matos) pada Senin sore (21/6).

Ketua Pelaksana Go Skateboarding Day Iqbal Oksandi mengatakan, biasanya perayaan momen tersebut dilaksankaan di setiap kota. Namun karena masih dalam situasi pandemi Covid-19, maka hanya sebagian komunitas yang menggelar perayaan.

Selain itu, pihaknya juga mendapat dukungan penuh dari Matos. “Jadi kami bisa seru-seruan bareng dan jaming bareng,” tambahnya. Event yang digelar di venue P9 Matos itu diikuti para pemain maupun pegiat skaterboarder se-Malang Raya.

“Kira kira ada sekitar 200 orang yang berpartisipasi,” imbuhnya. Iqbal menambahkan, event seperti ini bukan hanya dilakukan untuk senang-senang. Melainkan juga untuk tujuan positif. Salah satunya yakni untuk mengedukasi masyarakat.

“Selama ini skateboard itu dianggap (memiliki image) kriminal atau liar, padahal sebenarnya skateboard ini bisa dijadikan ajang untuk berprestasi,” ujar dia. Pada momen Asian Games dan SEA Games yang lalu misalnya, cabang olahraga (cabor) skateboard mampu menyumbang medali untuk Indonesia. “Mungkin dari sini bisa munculin bibit-bibit baru untuk Indonesia ke depannya,” harapnya.

Sebab, olahraga skateboard sebenarnya diminati oleh semua kalangan. Mulai dari anak SD, juga remaja ataupun dewasa. “Jenis permainan skatenya juga yang berbeda-beda, kalau seperti fun-game itu memang banyak gamenya, sehingga menarik minat masyarakat,” tutupnya.

Sementara itu, Manager Marketing Communication (Marcom) Matos Sasmita Rahayu mengatakan, pihaknya berupaya selalu memberikan wadah untuk anak-anak muda, khususnya di bidang olahraga. “Apalagi skateboard ini menjadi olahraga yang diperlombakan,” ungkapnya.

Dia berharap, lewat event skateboarding di Matos ini, pihaknya ingin mengapresiasi hobi sekaligus olahraga yang diminati generasi milenial. “Yang jelas Matos ingin menjadi sebuah wadah untuk mereka, dan komunitas lainnya,” pungkasnya.

 

Pewarta : Ulfa Afrian

MALANG KOTA – Tanggal 21 Juni diperingati sebagai Hari Skateboarding Sedunia. Ratusan skateboarder atau peseluncur Malang raya pun merayakannya di Malang Town Square (Matos) pada Senin sore (21/6).

Ketua Pelaksana Go Skateboarding Day Iqbal Oksandi mengatakan, biasanya perayaan momen tersebut dilaksankaan di setiap kota. Namun karena masih dalam situasi pandemi Covid-19, maka hanya sebagian komunitas yang menggelar perayaan.

Selain itu, pihaknya juga mendapat dukungan penuh dari Matos. “Jadi kami bisa seru-seruan bareng dan jaming bareng,” tambahnya. Event yang digelar di venue P9 Matos itu diikuti para pemain maupun pegiat skaterboarder se-Malang Raya.

“Kira kira ada sekitar 200 orang yang berpartisipasi,” imbuhnya. Iqbal menambahkan, event seperti ini bukan hanya dilakukan untuk senang-senang. Melainkan juga untuk tujuan positif. Salah satunya yakni untuk mengedukasi masyarakat.

“Selama ini skateboard itu dianggap (memiliki image) kriminal atau liar, padahal sebenarnya skateboard ini bisa dijadikan ajang untuk berprestasi,” ujar dia. Pada momen Asian Games dan SEA Games yang lalu misalnya, cabang olahraga (cabor) skateboard mampu menyumbang medali untuk Indonesia. “Mungkin dari sini bisa munculin bibit-bibit baru untuk Indonesia ke depannya,” harapnya.

Sebab, olahraga skateboard sebenarnya diminati oleh semua kalangan. Mulai dari anak SD, juga remaja ataupun dewasa. “Jenis permainan skatenya juga yang berbeda-beda, kalau seperti fun-game itu memang banyak gamenya, sehingga menarik minat masyarakat,” tutupnya.

Sementara itu, Manager Marketing Communication (Marcom) Matos Sasmita Rahayu mengatakan, pihaknya berupaya selalu memberikan wadah untuk anak-anak muda, khususnya di bidang olahraga. “Apalagi skateboard ini menjadi olahraga yang diperlombakan,” ungkapnya.

Dia berharap, lewat event skateboarding di Matos ini, pihaknya ingin mengapresiasi hobi sekaligus olahraga yang diminati generasi milenial. “Yang jelas Matos ingin menjadi sebuah wadah untuk mereka, dan komunitas lainnya,” pungkasnya.

 

Pewarta : Ulfa Afrian

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru