alexametrics
26.9 C
Malang
Wednesday, 25 May 2022

Seriusi Liga 3, Pemain Gestra Paranane Fokus Kuatkan Mental

MALANG KOTA – Tim Gestra Paranane tancap gas untuk mengarungi Liga 3. Fokus mereka saat ini menguatkan mental tanding. Secara skill dan teknik, anak asuh Suprapto sudah terbilang oke. Ini bisa dilihat dari hasil dua kali uji coba yang bisa membuat manajemen tersenyum. Seri 1-1 lawan Asifa dan menang 2-0 atas Singhasari FC.

Kemampuan skill pemain saja tidak cukup. Karena tanpa didukung mental tanding yang kokoh, kualitas pemain akan labil. Apalagi persaingan di kompetisi Liga 3 bakal cukup keras. Dan untuk itu, manajemen telah mengagendakan untuk uji coba lagi menantang Persid Jember dan Persebo Bondowoso.

“Kan Liga 3 ini keras, kalau tidak siap mental, teknik bagus skill bagus, tapi mentalnya morat-marit akan kacau,” ujar Manajer Gestra Paranane, Yiyesta Ndaru Pribadi kemarin.

Sementara dari segi fisik, kekompakan dan chemistry di lapangan sudah mengalami peningkatan. Hasil seri 1-1 lawan Asifa dan menang 2-0 atas Singhasari FC menjadi modal penting mengarungi Liga 3. Namun pemain tidak boleh jumawa dulu. “Alhamdulillah semakin hari semakin ada peningkatan, kami semakin siap berkompetisi di Liga,” tutur Yesta.

Dia menambahkan, kerangka tim inti mulai terlihat, beserta pemain cadangan yang siap melakukan back-up. Tim pelatih juga mencoba beberapa pemain untuk ditempatkan di posisi yang berbeda. “Variasi tersebut ternyata lumayan berhasil ketika dicoba di lapangan, tentu sangat membantu jika ada cedera atau akumulasi kartu pemain inti,” terangnya.

Di sisi lain, persiapan Gestra Paranane ternyata tidak berjalan mulus, ada beberapa kendala yang dihadapi oleh manajemen, pelatih maupun pemain. Salah satunya yakni masalah administrasi, ada beberapa pemain yang masih tersandera” klub lamanya. Sehingga, manajemen harus membutuhkan waktu yang lama untuk mengatasi masalah tersebut.

Selain itu, pelaksanaan PPKM yang ketat beberapa waktu lalu, juga berimbas kepada kesulitan manajemen mencari lapangan latihan yang memenuhi standar. Mereka sudah mencoba untuk meminjam beberapa tempat yakni lapangan luar Stadion Gajayana, Yon Armed dan lapangan sepakbola Abdulrachman Saleh. Namun, tidak mendapatkan izin dikarenakan peraturan PPKM.

“Akhirnya latihan di lapangan yang tidak standar. Jadi sepanjang dirasa pelatih bisa untuk latihan, ya sudah kami latihan di situ,” tandas Yesta. (cj7/abm/rmc)

MALANG KOTA – Tim Gestra Paranane tancap gas untuk mengarungi Liga 3. Fokus mereka saat ini menguatkan mental tanding. Secara skill dan teknik, anak asuh Suprapto sudah terbilang oke. Ini bisa dilihat dari hasil dua kali uji coba yang bisa membuat manajemen tersenyum. Seri 1-1 lawan Asifa dan menang 2-0 atas Singhasari FC.

Kemampuan skill pemain saja tidak cukup. Karena tanpa didukung mental tanding yang kokoh, kualitas pemain akan labil. Apalagi persaingan di kompetisi Liga 3 bakal cukup keras. Dan untuk itu, manajemen telah mengagendakan untuk uji coba lagi menantang Persid Jember dan Persebo Bondowoso.

“Kan Liga 3 ini keras, kalau tidak siap mental, teknik bagus skill bagus, tapi mentalnya morat-marit akan kacau,” ujar Manajer Gestra Paranane, Yiyesta Ndaru Pribadi kemarin.

Sementara dari segi fisik, kekompakan dan chemistry di lapangan sudah mengalami peningkatan. Hasil seri 1-1 lawan Asifa dan menang 2-0 atas Singhasari FC menjadi modal penting mengarungi Liga 3. Namun pemain tidak boleh jumawa dulu. “Alhamdulillah semakin hari semakin ada peningkatan, kami semakin siap berkompetisi di Liga,” tutur Yesta.

Dia menambahkan, kerangka tim inti mulai terlihat, beserta pemain cadangan yang siap melakukan back-up. Tim pelatih juga mencoba beberapa pemain untuk ditempatkan di posisi yang berbeda. “Variasi tersebut ternyata lumayan berhasil ketika dicoba di lapangan, tentu sangat membantu jika ada cedera atau akumulasi kartu pemain inti,” terangnya.

Di sisi lain, persiapan Gestra Paranane ternyata tidak berjalan mulus, ada beberapa kendala yang dihadapi oleh manajemen, pelatih maupun pemain. Salah satunya yakni masalah administrasi, ada beberapa pemain yang masih tersandera” klub lamanya. Sehingga, manajemen harus membutuhkan waktu yang lama untuk mengatasi masalah tersebut.

Selain itu, pelaksanaan PPKM yang ketat beberapa waktu lalu, juga berimbas kepada kesulitan manajemen mencari lapangan latihan yang memenuhi standar. Mereka sudah mencoba untuk meminjam beberapa tempat yakni lapangan luar Stadion Gajayana, Yon Armed dan lapangan sepakbola Abdulrachman Saleh. Namun, tidak mendapatkan izin dikarenakan peraturan PPKM.

“Akhirnya latihan di lapangan yang tidak standar. Jadi sepanjang dirasa pelatih bisa untuk latihan, ya sudah kami latihan di situ,” tandas Yesta. (cj7/abm/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/