21.3 C
Malang
Friday, 3 February 2023

Dominan, Tapi Kurang Efektif

SEMARANG – Kekhawatiran Pelatih Kepala Arema FC Javier Roca menjadi kenyataan. Sehari sebelum laga kontra PSIS Semarang, pria asal Chile itu berujar bila skuadnya harus bisa menjaga konsentrasi selama 90 menit. Sekali saja lengah, petaka bisa menghampiri timnya. Dan, ucapan itu pun menjadi kenyataan kemarin sore (21/1). PSIS yang menjadi tuan rumah unggul dengan skor tipis 1-0. Itu menjadi kekalahan ketiga secara beruntun bagi Arema FC. Dengan kekalahan itu, Singo Edan tertahan di posisi ketujuh klasemen sementara

Mereka masih mengumpulkan 26 poin. Jumlah poin itu kini disamai PSIS Semarang. Laga berikutnya, 26 Januari, Singo Edan akan bertandang ke markas PSS Sleman. Dengan tiga kekalahan secara beruntun, Renshi Yamaguchi dkk tentu butuh motivasi lebih untuk mengakhiri tren buruk. Secara umum, di laga kemarin sore (21/1), Singo Edan sebenarnya bisa mendominasi pertandingan. Itu bisa dilihat dari jumlah passing dan ball possession. Sayangnya, mereka masih kalah efektif dibanding tim berjuluk Mahesa Jenar tersebut.

Itu bisa dilihat dari jumlah tembakan dan jumlah peluang yang dibuat kedua tim (selengkapnya baca grafis). Petaka pun datang ke Tim Singo Edan di 10 menit akhir. Tepat di menit ke-81, PSIS mampu menjebol gawang Adilson Maringa. Gol itu berawal dari kesalahan Rizky Dwi Febrianto, yang tidak mampu menjaga posisinya di sayap kanan. Pemain PSIS Riyan Ardiansyah akhirnya mampu bergerak bebas. Carlos Fortes yang menguasai bola bisa memberikan umpan dengan mudah. Riyan menyambutnya dengan baik.

Tendangan mendatar darinya susah diantisipasi Maringa. Itu menjadi satusatunya gol yang tercipta di laga kemarin sore. Pasca pertandingan, Javier Roca mengakui ada beberapa kesalahan timnya di laga melawan PSIS itu. Dan, kesalahan itu langsung berbuah gol bagi tim lawan. ”Karena itu kami harus benahi beberapa kesalahansetelah pertandingan ini. Semoga pertandingan berikutnya kami bisa ambil poin,” kata Roca kepada awak media. Kesalahan yang paling terlihat ketika Riyan Ardiansyah membuat gol. Posisi dia sendirian ketika menerima bola lambung dari Fortes. Riyan lepas tanpa penjagaan ketika mengontrol bola, dan langsung melakukan penetrasi di sisi kanan gawang Arema FC. Refleks Maringa tidak cukup cepat untuk menghalau sepakan Riyan.

”Kami harus terima kekalahan ini walau pertandingan sangat menarik. Kekalahan ini tanggung jawab saya,” tambah Roca. Dia menyebut bila timnya harus bisa mengurangi kesalahan di lini belakang. Sebab selama 80 menit laga kemarin berlangsung, pertahanan Bagas Adi Nugroho dkk sudah cukup solid. Roca berharap sebelum lawan PSS Sleman, kesalahan itu bisa dibenahi skuadnya. ”Kami harus siapkan dalam empat hari untuk lawan PSS Sleman,” sambung Roca. Sementara itu, Arkhan Fikri, gelandang muda Arema FC, mengakui bila timnya kecolongan. ”Ini pertandingan yang sulit bagi kami. Sebab, di babak pertama kami menguasai.

Namun di babak kedua kecolongan counter attack. Semoga kami bisa belajar dari kesalahan ini, dan ke depan jadi lebih baik,” papar dia. Sementara itu, Pelatih PSIS Semarang M. Ridwan mengakui bila Arema FC jauh lebih unggul dalam hal penguasaan bola. ”Pertandingan ketat. Arema tim bagus dan menguasai pertandingan. Namun, kami terus menganalisis bagaimana mereka bermain. Alhamdulilah, kami dapat tiga poin,” kata dia. Riyan Ardiansyah yang masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua mampu tampil sebagai pembeda. Itu menjadi salah satu bukti racikan strategi M. Ridwan yang mampu mengatasi penguasaan bola dari Arema FC.

Kepada awak media, Riyan mengaku senang bisa memenangkan pertandingan lawan Arema. ”Ini laga berat, tetapi kami terus bekerja keras dan menjalankan instruksi pelatih. Kami bersyukur bisa menang,” kata dia. (fin/by)

SEMARANG – Kekhawatiran Pelatih Kepala Arema FC Javier Roca menjadi kenyataan. Sehari sebelum laga kontra PSIS Semarang, pria asal Chile itu berujar bila skuadnya harus bisa menjaga konsentrasi selama 90 menit. Sekali saja lengah, petaka bisa menghampiri timnya. Dan, ucapan itu pun menjadi kenyataan kemarin sore (21/1). PSIS yang menjadi tuan rumah unggul dengan skor tipis 1-0. Itu menjadi kekalahan ketiga secara beruntun bagi Arema FC. Dengan kekalahan itu, Singo Edan tertahan di posisi ketujuh klasemen sementara

Mereka masih mengumpulkan 26 poin. Jumlah poin itu kini disamai PSIS Semarang. Laga berikutnya, 26 Januari, Singo Edan akan bertandang ke markas PSS Sleman. Dengan tiga kekalahan secara beruntun, Renshi Yamaguchi dkk tentu butuh motivasi lebih untuk mengakhiri tren buruk. Secara umum, di laga kemarin sore (21/1), Singo Edan sebenarnya bisa mendominasi pertandingan. Itu bisa dilihat dari jumlah passing dan ball possession. Sayangnya, mereka masih kalah efektif dibanding tim berjuluk Mahesa Jenar tersebut.

Itu bisa dilihat dari jumlah tembakan dan jumlah peluang yang dibuat kedua tim (selengkapnya baca grafis). Petaka pun datang ke Tim Singo Edan di 10 menit akhir. Tepat di menit ke-81, PSIS mampu menjebol gawang Adilson Maringa. Gol itu berawal dari kesalahan Rizky Dwi Febrianto, yang tidak mampu menjaga posisinya di sayap kanan. Pemain PSIS Riyan Ardiansyah akhirnya mampu bergerak bebas. Carlos Fortes yang menguasai bola bisa memberikan umpan dengan mudah. Riyan menyambutnya dengan baik.

Tendangan mendatar darinya susah diantisipasi Maringa. Itu menjadi satusatunya gol yang tercipta di laga kemarin sore. Pasca pertandingan, Javier Roca mengakui ada beberapa kesalahan timnya di laga melawan PSIS itu. Dan, kesalahan itu langsung berbuah gol bagi tim lawan. ”Karena itu kami harus benahi beberapa kesalahansetelah pertandingan ini. Semoga pertandingan berikutnya kami bisa ambil poin,” kata Roca kepada awak media. Kesalahan yang paling terlihat ketika Riyan Ardiansyah membuat gol. Posisi dia sendirian ketika menerima bola lambung dari Fortes. Riyan lepas tanpa penjagaan ketika mengontrol bola, dan langsung melakukan penetrasi di sisi kanan gawang Arema FC. Refleks Maringa tidak cukup cepat untuk menghalau sepakan Riyan.

”Kami harus terima kekalahan ini walau pertandingan sangat menarik. Kekalahan ini tanggung jawab saya,” tambah Roca. Dia menyebut bila timnya harus bisa mengurangi kesalahan di lini belakang. Sebab selama 80 menit laga kemarin berlangsung, pertahanan Bagas Adi Nugroho dkk sudah cukup solid. Roca berharap sebelum lawan PSS Sleman, kesalahan itu bisa dibenahi skuadnya. ”Kami harus siapkan dalam empat hari untuk lawan PSS Sleman,” sambung Roca. Sementara itu, Arkhan Fikri, gelandang muda Arema FC, mengakui bila timnya kecolongan. ”Ini pertandingan yang sulit bagi kami. Sebab, di babak pertama kami menguasai.

Namun di babak kedua kecolongan counter attack. Semoga kami bisa belajar dari kesalahan ini, dan ke depan jadi lebih baik,” papar dia. Sementara itu, Pelatih PSIS Semarang M. Ridwan mengakui bila Arema FC jauh lebih unggul dalam hal penguasaan bola. ”Pertandingan ketat. Arema tim bagus dan menguasai pertandingan. Namun, kami terus menganalisis bagaimana mereka bermain. Alhamdulilah, kami dapat tiga poin,” kata dia. Riyan Ardiansyah yang masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua mampu tampil sebagai pembeda. Itu menjadi salah satu bukti racikan strategi M. Ridwan yang mampu mengatasi penguasaan bola dari Arema FC.

Kepada awak media, Riyan mengaku senang bisa memenangkan pertandingan lawan Arema. ”Ini laga berat, tetapi kami terus bekerja keras dan menjalankan instruksi pelatih. Kami bersyukur bisa menang,” kata dia. (fin/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru