alexametrics
21.4 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Singo Edan Bisa Menang lawan Bajul Ijo. Bukan Hal yang Mustahil !!

BALI – Menang melawan Persebaya Surabaya di laga besok (23/2) memang bukan hal yang mudah dilakukan Arema FC. Sebab, berkaca dari pertemuan di putaran pertama, kedua tim tampil sama-sama kuat. Skor pun berakhir imbang 2-2. Meski begitu, bukan hal yang mustahil bagi Singo Edan untuk menunjukkan keperkasaannya dari rival klasik tersebut.

Syaratnya, mereka harus mampu memanfaatkan celah di lini pertahanan tim berjuluk Green Force itu. Ya, meski tampil sebagai kesebelasan paling produktif di BRI Liga 1 dengan torehan 45 gol, namun Persebaya mempunyai lini belakang paling rapuh di antara klub penghuni lima besar. Mereka sudah kemasukan 29 gol. Kondisi tersebut diperparah dengan tidak bisa bermainnya Arif Satria di laga derby Jawa Timur besok (23/2).

Nah, dari 29 gol tersebut, 11 di antaranya lahir di putaran kedua BRI Liga 1. Rasio kebobolan mereka di setiap pertandingan BRI Liga 1 adalah 1,2 gol. Jumlah itu tentu berbanding terbalik dengan catatan tim Singo Edan. Sebab sepanjang putaran kedua Liga 1, Adilson Maringa dan kawan-kawan dua kali kemasukan gol.

Pertama saat berhadapan dengan Persija Jakarta 5 Februari. Lalu saat bersua Persiraja Banda Aceh 10 Februari. Sisa laga lainnya berakhir dengan clean sheet. Total, Arema FC baru kemasukan 15 gol selama 26 laga. Jumlah itu setara dengan catatan dari Persib Bandung. Lebih lanjut soal celah di lini pertahanan Persebaya, ada beberapa hal yang bisa dimanfaatkan oleh penggawa tim Singo Edan.

Salah satunya adalah kelengahan pemain Bajol Ijo di menit-menit akhir. Dari data yang dihimpun koran ini, selama putaran kedua ini, Persebaya sudah lima kali kemasukan di pengujung pertandingan. Titik lain yang bisa dimanfaatkan yakni melalui skema umpan silang atau bola lambung yang diarahkan langsung ke kotak penalti.

Di putaran kedua ini, situasi tersebut kerap jadi momok untuk lini belakang Bajol Ijo. Antisipasi mereka sedikit lemah. Dari catatan koran ini, mereka sudah kemasukan lima gol dari skema itu. Contoh terbarunya datang ketika mereka melawan Persija Jakarta. Gol dari Marko Simic dan Makan Konate pertama bermula dari umpan silang. Sayangnya, striker andalan Arema FC Carlos Fortes harus absen di laga besok. Padahal lewat posturnya dia bisa dimanfaatkan untuk mengeksplorasi titik tersebut.

Menanggapi titik lemah yang ada di Persebaya Surabaya, Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida enggan berkomentar banyak. Menurutnya, apa terjadi pada laga sebelum-sebelumnya bisa beda di pertandingan nanti. ”Saya pikir kami akan fokus kepada tim sendiri,” kata dia. Penyesuaian terhadap kekuatan lawan memang dilakukan, namun dia menyebut bila porsinya tidak terlalu besar.

Terpisah, Pelatih Persebaya Surabaya Aji Santoso mengaku kalau timnya sudah banyak berbenah. Salah satu buktinya disajikan ketika mereka menghadapi Persiraja Banda Aceh, beberapa hari yang lalu. ”Ketika kami menang atas Persiraja. Saat meeting, saya tekanan ke pemain untuk tidak mengulangi pelajaran penting saat menghadapi Persela dan Persija,” paparnya.

Lebih lanjut, pelatih asal Malang itu mengaku kalau timnya datang ke laga derbi Jawa Timur tersebut dengan kepercayaan diri tinggi. Menurutnya, Samsul Arif dan kawan-kawan punya motivasi tinggi usai mengakhiri rekor tidak pernah menang di empat laga sebelumnya. ”Saya berharap hasil kemenangan dari Persiraja akan terus meningkat mental para pemain untuk laga melawan Arema,” kata dia. (gp/by)

BALI – Menang melawan Persebaya Surabaya di laga besok (23/2) memang bukan hal yang mudah dilakukan Arema FC. Sebab, berkaca dari pertemuan di putaran pertama, kedua tim tampil sama-sama kuat. Skor pun berakhir imbang 2-2. Meski begitu, bukan hal yang mustahil bagi Singo Edan untuk menunjukkan keperkasaannya dari rival klasik tersebut.

Syaratnya, mereka harus mampu memanfaatkan celah di lini pertahanan tim berjuluk Green Force itu. Ya, meski tampil sebagai kesebelasan paling produktif di BRI Liga 1 dengan torehan 45 gol, namun Persebaya mempunyai lini belakang paling rapuh di antara klub penghuni lima besar. Mereka sudah kemasukan 29 gol. Kondisi tersebut diperparah dengan tidak bisa bermainnya Arif Satria di laga derby Jawa Timur besok (23/2).

Nah, dari 29 gol tersebut, 11 di antaranya lahir di putaran kedua BRI Liga 1. Rasio kebobolan mereka di setiap pertandingan BRI Liga 1 adalah 1,2 gol. Jumlah itu tentu berbanding terbalik dengan catatan tim Singo Edan. Sebab sepanjang putaran kedua Liga 1, Adilson Maringa dan kawan-kawan dua kali kemasukan gol.

Pertama saat berhadapan dengan Persija Jakarta 5 Februari. Lalu saat bersua Persiraja Banda Aceh 10 Februari. Sisa laga lainnya berakhir dengan clean sheet. Total, Arema FC baru kemasukan 15 gol selama 26 laga. Jumlah itu setara dengan catatan dari Persib Bandung. Lebih lanjut soal celah di lini pertahanan Persebaya, ada beberapa hal yang bisa dimanfaatkan oleh penggawa tim Singo Edan.

Salah satunya adalah kelengahan pemain Bajol Ijo di menit-menit akhir. Dari data yang dihimpun koran ini, selama putaran kedua ini, Persebaya sudah lima kali kemasukan di pengujung pertandingan. Titik lain yang bisa dimanfaatkan yakni melalui skema umpan silang atau bola lambung yang diarahkan langsung ke kotak penalti.

Di putaran kedua ini, situasi tersebut kerap jadi momok untuk lini belakang Bajol Ijo. Antisipasi mereka sedikit lemah. Dari catatan koran ini, mereka sudah kemasukan lima gol dari skema itu. Contoh terbarunya datang ketika mereka melawan Persija Jakarta. Gol dari Marko Simic dan Makan Konate pertama bermula dari umpan silang. Sayangnya, striker andalan Arema FC Carlos Fortes harus absen di laga besok. Padahal lewat posturnya dia bisa dimanfaatkan untuk mengeksplorasi titik tersebut.

Menanggapi titik lemah yang ada di Persebaya Surabaya, Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida enggan berkomentar banyak. Menurutnya, apa terjadi pada laga sebelum-sebelumnya bisa beda di pertandingan nanti. ”Saya pikir kami akan fokus kepada tim sendiri,” kata dia. Penyesuaian terhadap kekuatan lawan memang dilakukan, namun dia menyebut bila porsinya tidak terlalu besar.

Terpisah, Pelatih Persebaya Surabaya Aji Santoso mengaku kalau timnya sudah banyak berbenah. Salah satu buktinya disajikan ketika mereka menghadapi Persiraja Banda Aceh, beberapa hari yang lalu. ”Ketika kami menang atas Persiraja. Saat meeting, saya tekanan ke pemain untuk tidak mengulangi pelajaran penting saat menghadapi Persela dan Persija,” paparnya.

Lebih lanjut, pelatih asal Malang itu mengaku kalau timnya datang ke laga derbi Jawa Timur tersebut dengan kepercayaan diri tinggi. Menurutnya, Samsul Arif dan kawan-kawan punya motivasi tinggi usai mengakhiri rekor tidak pernah menang di empat laga sebelumnya. ”Saya berharap hasil kemenangan dari Persiraja akan terus meningkat mental para pemain untuk laga melawan Arema,” kata dia. (gp/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/