alexametrics
25.1 C
Malang
Tuesday, 11 May 2021

Pemain Asing Arema FC Wajib Lolos Medical Check-Up

MALANG KOTA – Selain faktor skill dan masuk dalam skema tim pelatih, pemain asing yang bergabung dengan Arema FC harus lolos medical check-up. Terlebih bagi mereka yang sebelumnya mempunyai riwayat cedera.

Maklum saja, cedera memang menjadi momok bagi pesepakbola. Hal itu karena banyak ditemui pemain yang kurang berkembang alias flop karena terbelit riwayat permasalahan kaki. Nama Caio Ruang adalah salah satu contoh pemain asing di Arema yang kurang bersinar lantaran cedera.

Sebelumnya, juga ada sosok Thiago Furtuoso. Penyerang Arema FC tahun 2018 kurang bersinar lantaran mengalami cedera paha yang kambuh. Padahal, awal-awal bergabung dengan Tim Singo Edan penampilan lumayan dengan mampu memberikan kontribusi untuk tim, baik lewat assist dan gol.

General Manager (GM) Arema FC Ruddy Widodo menyatakan, medical check-up harus dipenuhi pemain asing. “Ya jangan sampai kami mendatangkan pemain cedera. Karena bisa membuat tidak perform di tim,” kata dia. Selain itu, kondisi tersebut juga bisa membuat tim merugi secara finansial.

Kenapa? Karena proses mendatangkan pemain ke Indonesia memerlukan biaya tak sedikit. Sebab, menurut Ruddy pihak tim yang umumnya membiayai tiket penerbangan sang-legiun asing. “Yang jelas untuk tiket saja bisa bisa membuat tim merogoh kocek minimal belasan juta,”paparnya.

Dari penelusuran Jawa Pos Radar Malang, misalnya untuk tiket penerbangan dari Brazil menuju Indonesia, biaya yang harus dikeluarkan minimal Rp 13 juta. Itu belum kalau pemain request jenis pesawat tertentu, angkanya bisa semakin besar.

Karena itulah, menurut pria 49 tahun itu Arema selalu berhati-hati dalam melakukan perekrutan. Dimana ada banyak pertimbangan yang dilakukan. “Kalau agen menawarkan pemain ke kami itu banyak. Tapi, kami harus selektif melihat pemain asingnya,” jelasnya.
Pewarta: Galih R Prasetyo

MALANG KOTA – Selain faktor skill dan masuk dalam skema tim pelatih, pemain asing yang bergabung dengan Arema FC harus lolos medical check-up. Terlebih bagi mereka yang sebelumnya mempunyai riwayat cedera.

Maklum saja, cedera memang menjadi momok bagi pesepakbola. Hal itu karena banyak ditemui pemain yang kurang berkembang alias flop karena terbelit riwayat permasalahan kaki. Nama Caio Ruang adalah salah satu contoh pemain asing di Arema yang kurang bersinar lantaran cedera.

Sebelumnya, juga ada sosok Thiago Furtuoso. Penyerang Arema FC tahun 2018 kurang bersinar lantaran mengalami cedera paha yang kambuh. Padahal, awal-awal bergabung dengan Tim Singo Edan penampilan lumayan dengan mampu memberikan kontribusi untuk tim, baik lewat assist dan gol.

General Manager (GM) Arema FC Ruddy Widodo menyatakan, medical check-up harus dipenuhi pemain asing. “Ya jangan sampai kami mendatangkan pemain cedera. Karena bisa membuat tidak perform di tim,” kata dia. Selain itu, kondisi tersebut juga bisa membuat tim merugi secara finansial.

Kenapa? Karena proses mendatangkan pemain ke Indonesia memerlukan biaya tak sedikit. Sebab, menurut Ruddy pihak tim yang umumnya membiayai tiket penerbangan sang-legiun asing. “Yang jelas untuk tiket saja bisa bisa membuat tim merogoh kocek minimal belasan juta,”paparnya.

Dari penelusuran Jawa Pos Radar Malang, misalnya untuk tiket penerbangan dari Brazil menuju Indonesia, biaya yang harus dikeluarkan minimal Rp 13 juta. Itu belum kalau pemain request jenis pesawat tertentu, angkanya bisa semakin besar.

Karena itulah, menurut pria 49 tahun itu Arema selalu berhati-hati dalam melakukan perekrutan. Dimana ada banyak pertimbangan yang dilakukan. “Kalau agen menawarkan pemain ke kami itu banyak. Tapi, kami harus selektif melihat pemain asingnya,” jelasnya.
Pewarta: Galih R Prasetyo

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru