alexametrics
25.1 C
Malang
Sunday, 25 July 2021

Jadwal Liga 1 Lebih Ideal, Skuad Arema FC Tinggal Jaga Performa

MALANG KOTA – Jadwal kompetisi Liga 1 cukup menguntungkan semua pemain. Sebab, jarak waktu antara satu pertandingan ke pertandingan lainnya cukup lama. Antara 4 sampai 6 hari.

Dokter Tim Arema FC Nanang Tri Wahyudi, menyebut bila jeda itu cukup ideal. Sebab, setiap pemain memerlukan sesi pemulihan fisik. ”Untuk waktu recovery butuh minimal 2 hari sebelum kembali bermain,” kata dia.

Catatan tersebut berlaku untuk pertandingan dengan intensitas yang tinggi atau berat. Dijelaskannya, apabila ada pemain yang dipercaya tampil 2 x 45 menit, maka waktu istirahatnya harus lebih dari itu. Apabila kurang dalam waktu itu, alumnus Universitas Indonesia (UI) itu menyebut bila peluang cedera bakal terbuka lebar. ”Selain cedera. Risikonya juga ke kesehatan. Di mana akibat kelelahan daya tubuh, daya tahan bisa menurun dan bisa jatuh sakit,” tambah Nanang.

Sebagai bukti, pada Liga 1 2019 lalu, pemain Arema FC banyak yang mendapat permasalahan di bagian kaki. Itu terjadi akibat jadwal kompetisi yang cukup padat. Saat itu, dalam dua pekan para penggawa tim Singo Edan bisa bermain hingga 4 kali. Kondisi itu pun membuat performa Arema FC labil. Mereka harus terpaksa mengakhiri kompetisi di peringkat kesembilan. Lalu, selama pertandingan away, mereka juga tidak pernah memetik hasil yang bagus.

Terpisah, asisten pelatih Arema FC Kuncoro mengakui bila kondisi fisik merupakan hal yang penting untuk pemain. Karenanya, ketika pelatih Eduardo Almeida datang, aspek itu langsung mendapat perhatian. ”Tanpa fisik prima, skill dan skema pemain tidak akan berjalan,” tuturnya.

Kini, demi meningkatkan kondisi fisik para pemain Arema FC, sesi latihan sengaja digeber 2 kali. Pertama latihan di gym. Lalu kedua berlatih di lapangan pada sore hari. Skema itu diharapkan membuat Dendi Santoso dan kawan-kawan siap untuk Liga 1 mendatang. ”Kondisi fisik dulu, baru itu masuk ke skema permainan sekaligus membentuk chemistry,” tutup Kuncoro. (rmc/gp/by)

MALANG KOTA – Jadwal kompetisi Liga 1 cukup menguntungkan semua pemain. Sebab, jarak waktu antara satu pertandingan ke pertandingan lainnya cukup lama. Antara 4 sampai 6 hari.

Dokter Tim Arema FC Nanang Tri Wahyudi, menyebut bila jeda itu cukup ideal. Sebab, setiap pemain memerlukan sesi pemulihan fisik. ”Untuk waktu recovery butuh minimal 2 hari sebelum kembali bermain,” kata dia.

Catatan tersebut berlaku untuk pertandingan dengan intensitas yang tinggi atau berat. Dijelaskannya, apabila ada pemain yang dipercaya tampil 2 x 45 menit, maka waktu istirahatnya harus lebih dari itu. Apabila kurang dalam waktu itu, alumnus Universitas Indonesia (UI) itu menyebut bila peluang cedera bakal terbuka lebar. ”Selain cedera. Risikonya juga ke kesehatan. Di mana akibat kelelahan daya tubuh, daya tahan bisa menurun dan bisa jatuh sakit,” tambah Nanang.

Sebagai bukti, pada Liga 1 2019 lalu, pemain Arema FC banyak yang mendapat permasalahan di bagian kaki. Itu terjadi akibat jadwal kompetisi yang cukup padat. Saat itu, dalam dua pekan para penggawa tim Singo Edan bisa bermain hingga 4 kali. Kondisi itu pun membuat performa Arema FC labil. Mereka harus terpaksa mengakhiri kompetisi di peringkat kesembilan. Lalu, selama pertandingan away, mereka juga tidak pernah memetik hasil yang bagus.

Terpisah, asisten pelatih Arema FC Kuncoro mengakui bila kondisi fisik merupakan hal yang penting untuk pemain. Karenanya, ketika pelatih Eduardo Almeida datang, aspek itu langsung mendapat perhatian. ”Tanpa fisik prima, skill dan skema pemain tidak akan berjalan,” tuturnya.

Kini, demi meningkatkan kondisi fisik para pemain Arema FC, sesi latihan sengaja digeber 2 kali. Pertama latihan di gym. Lalu kedua berlatih di lapangan pada sore hari. Skema itu diharapkan membuat Dendi Santoso dan kawan-kawan siap untuk Liga 1 mendatang. ”Kondisi fisik dulu, baru itu masuk ke skema permainan sekaligus membentuk chemistry,” tutup Kuncoro. (rmc/gp/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru