21.3 C
Malang
Friday, 3 February 2023

Amunisi Anyar Terganjal Regulasi

Semarang – Pertandingan Arema FC vs PSIS Semarang Sabtu kemarin (21/1) menyisakan banyak pertanyaan. Salah satunya adalah tentang kemana sejumlah rekrutan anyar tim Singo Edan. Sebab, pada pertandingan pekan ke-18 BRI Liga 1 itu mereka tidak tampak. Malah, dalam daftar susunan pemain (DSP) Singo Edan untuk melawan PSIS, nama Ahmad Bustomi dkk juga tidak tercantum.

Lantas ada apa dengan status pemain anyar tim yang sebelumnya diklaim sudah menjadi bagain Arema FC untuk putaran kedua? Pelatih Kepala Arema FC Javier Roca mengungkapkan tidak adanya mereka dalam laga melawan PSIS bukan karena batal bergabung. Tapi, masih menyelesaikan proses administrasi ke operator kompetisi.

”Harusnya pemain yang sudah masuk tim itu sudah didaftarkan. Mungkin sekarang sedang proses,” kata juru taktik asal Chile tersebut. Berdasarkan pengetahuannya, semua pemain baru bisa tampil di Liga 1 jika sudah melewati prosedur pengesahan dari operator kompetisi yakni PT Liga Indonesia Baru (LIB). Dia mencotohkan seperti apa yang terjadi dengan Syaeful Anwar dan Kushedya Hari Yudo beberapa waktu lalu.

Dia menyebutkan usai disahkan, nama keduanya sudah muncul dalam daftar pemain Singo Edan di laman resmi PT LIB. ”Menurut regulasi, nama pemain anyar perlu tercantum di sistem informasi dan administrasi PSSI (SIAP),” kata pria kelahiran 1977 itu.

Selain itu, Roca mengungkapkan indikasi lain para pemain anyar tidak hengkang adalah saat ini mereka diikutsertakan dalam laga away Singo Edan. ”Kenapa kita boyong mereka ke Semarang kalau tidak jadi (gabung tim, red),” tutur Roca. Terpisah, mengenai status kiper Galih Firmansyah, Asisten Pelatih Kiper Arema FC Felipe Americo menyebutkan kalau dia sudah menjadi bagian tim. Karena sejak awal Galih tidak masuk dengan status trial. ”Dia tetap bersama kita (bergabung dengan tim, red),” tuturnya.

Terkait nama mantan pemain Perseru Serui itu tidak ada didaftar susunan pemain, Felipe menyebut itu karena terhalang aturan pemain cadangan yang hanya memperbolehkan adanya 8 official tim dan 10 pemain saja. ”Kami pilih dua kiper paling siap. Yakni Maringa dan Ciko (Andriyas Francisco,red),” katanya.

Terkait pemain-pemain anyar tersebut manajemen klub seperti juga masih menunggu pengesahan dari operator kompetisi. Ini karena sampai saat ini namanama tersebut belum dirilis oleh pihak klub. Artinya, mereka belum resmi diperkenalkan ke publik. Manajer Arema FC Wiebie Dwi Andriyas mengungkapkan kalau dalam waktu dekat bakal ada informasi terkait pemain anyar. Menurutnya saat ini pihaknya juga tengah dalam proses menunggu. ”Tunggu saja dalam 1-2 hari ke depan ada informasi lanjutan,” jelas Wiebie. (gp)

Semarang – Pertandingan Arema FC vs PSIS Semarang Sabtu kemarin (21/1) menyisakan banyak pertanyaan. Salah satunya adalah tentang kemana sejumlah rekrutan anyar tim Singo Edan. Sebab, pada pertandingan pekan ke-18 BRI Liga 1 itu mereka tidak tampak. Malah, dalam daftar susunan pemain (DSP) Singo Edan untuk melawan PSIS, nama Ahmad Bustomi dkk juga tidak tercantum.

Lantas ada apa dengan status pemain anyar tim yang sebelumnya diklaim sudah menjadi bagain Arema FC untuk putaran kedua? Pelatih Kepala Arema FC Javier Roca mengungkapkan tidak adanya mereka dalam laga melawan PSIS bukan karena batal bergabung. Tapi, masih menyelesaikan proses administrasi ke operator kompetisi.

”Harusnya pemain yang sudah masuk tim itu sudah didaftarkan. Mungkin sekarang sedang proses,” kata juru taktik asal Chile tersebut. Berdasarkan pengetahuannya, semua pemain baru bisa tampil di Liga 1 jika sudah melewati prosedur pengesahan dari operator kompetisi yakni PT Liga Indonesia Baru (LIB). Dia mencotohkan seperti apa yang terjadi dengan Syaeful Anwar dan Kushedya Hari Yudo beberapa waktu lalu.

Dia menyebutkan usai disahkan, nama keduanya sudah muncul dalam daftar pemain Singo Edan di laman resmi PT LIB. ”Menurut regulasi, nama pemain anyar perlu tercantum di sistem informasi dan administrasi PSSI (SIAP),” kata pria kelahiran 1977 itu.

Selain itu, Roca mengungkapkan indikasi lain para pemain anyar tidak hengkang adalah saat ini mereka diikutsertakan dalam laga away Singo Edan. ”Kenapa kita boyong mereka ke Semarang kalau tidak jadi (gabung tim, red),” tutur Roca. Terpisah, mengenai status kiper Galih Firmansyah, Asisten Pelatih Kiper Arema FC Felipe Americo menyebutkan kalau dia sudah menjadi bagian tim. Karena sejak awal Galih tidak masuk dengan status trial. ”Dia tetap bersama kita (bergabung dengan tim, red),” tuturnya.

Terkait nama mantan pemain Perseru Serui itu tidak ada didaftar susunan pemain, Felipe menyebut itu karena terhalang aturan pemain cadangan yang hanya memperbolehkan adanya 8 official tim dan 10 pemain saja. ”Kami pilih dua kiper paling siap. Yakni Maringa dan Ciko (Andriyas Francisco,red),” katanya.

Terkait pemain-pemain anyar tersebut manajemen klub seperti juga masih menunggu pengesahan dari operator kompetisi. Ini karena sampai saat ini namanama tersebut belum dirilis oleh pihak klub. Artinya, mereka belum resmi diperkenalkan ke publik. Manajer Arema FC Wiebie Dwi Andriyas mengungkapkan kalau dalam waktu dekat bakal ada informasi terkait pemain anyar. Menurutnya saat ini pihaknya juga tengah dalam proses menunggu. ”Tunggu saja dalam 1-2 hari ke depan ada informasi lanjutan,” jelas Wiebie. (gp)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru