alexametrics
28 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Berikut Para Pemain Lokal yang Berpotensi Menembus Line-Up Arema FC

MESKI komposisi pemain Singo Edan belum lengkap, namun gambaran terkait starting eleven tim sudah mulai terlihat. Selain tiga penggawa asing, ada lima pemain lokal yang berpotensi masuk di dalamnya. Dua pengamat sepak bola nasional, Mohamad Kusnaeni dan Akmal Maharli, turut berbagi pandangan.

Persaingan masuk line-up skuad Arema FC di musim depan bakal lebih ketat lagi. Sebab saat ini semua lini punya materi pemain yang kompetitif. Hadirnya sejumlah muka-muka baru dipastikan bakal menambah persaingan. Berdasarkan analisa Jawa Pos Radar Malang, Nama-nama seperti Evan Dimas, Gian Zola, dan Adam Alis punya kans cukup besar untuk dilirik Eduardo Almeida.

Selain ketiganya, ada dua nama penggawa lama yang punya potensi besar menembus line-up tim. Mereka adalah Jhon Alfarizi dan Bagas Adi Nugroho. Statistik mereka sepanjang musim lalu bisa menjadi dasar (selengkapnya baca grafis). Contohnya Evan Dimas. Di musim lalu, bersama Bhayangkara FC dia sudah mencatatkan 22 kali penampilan.

Sepanjang itu, dia sukses menciptakan 2 assist, 13 shots, dan 6 shots on target. Sedangkan Adam Alis yang jadi tandemnya musim lalu mencatatkan 26 kali penampilan. Sepanjang waktu itu, dia mampu membuat 4 asisst dan 4 gol. Pembelian tiga sosok penggawa baru yang dilakukan Arema FC itu mendapat apresiasi dari komentator dan pengamat sepak bola Mohamad Kusnaeni. ”Sebab saya lihat gelandang kreatif menjadi titik lemah Arema FC di musim lalu,” jelas pria yang akrab disapa Bung Kus itu, kemarin (22/4).

Alhasil, dia memprediksi bila kedatangan Gian Zola, Adam Alis, dan Evan Dimas bakal memberikan beberapa perubahan positif bagi Singo Edan. ”Trio itu juga bisa saling mengisi,” jelas pria kelahiran Cirebon tersebut. Apalagi, dalam perjalanannya bukan kali ini saja ketiganya bermain bersama. Sebelumnya, baik di klub atau timnas, ketiganya juga sempat tampil bersama. Khususnya Evan dan Adam.

Meski menilai hadirnya ketiga gelandang itu akan memberikan efek baik, namun Bung Kus menyebut terlalu pagi jika saat ini mereka menjadi puzzle yang hilang di tim. ”Kita harus melihat bagaimana operasi transfer Arema FC ke depan bagaimana,” jelasnya. Sebab performa dari pemain bakal diketahui saat kompetisi berlangsung.

Terpisah, pengamat sepak bola serta pendiri Save Our Soccer (SOS) Akmal Maharli mengatakan bila kehadiran pemain baru Arema FC bakal memberikan efek positif dan negatif. ”Akan ada penyegaran dan strategi baru yang memungkinkan untuk diterapkan pelatih,” kata dia kepada wartawan koran ini.

Meski begitu, dia juga menyebut ada efek negatif yang bisa terjadi. Khususnya bila pelatih tidak jeli melihat potensi pemain. ”Apabila tidak bisa mengendalikan ego pemain bintang, itu berpotensi jadi bumerang untuk tim,” jelas Akmal. Berangkat dari hal tersebut Akmal menyebut bila pelatih Singo Edan punya tugas khusus untuk menyusun program latihan dan strategi. ”Itu menjadi hal yang vital,” kata dia.

Terpisah mengenai siapa yang akan masuk starting eleven atau line-up tim, Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida mengaku hanya akan melihat performa pemain sebelum laga. ”Penilaian tim pelatih didasari pada bagaimana mereka berlatih sebelum laga. Kondisi kebugaran pemain dan strategi kami juga berpengaruh,” jelas pelatih asal Portugal tersebut. Alhasil, dia menyebut bila pemain lama maupun anyar wajib bekerja keras.

Statement yang disampaikan Eduardo itu memang berdasar. Sebab di musim lalu dia tak segan untuk memberi kepercayaan para pemain muda untuk turun di sejumlah laga besar. Contohnya Tito Hamzah, yang dipercaya turun di derby Jatim melawan Persebaya di putaran kedua.

Sementara itu, sejumlah pemain lokal lama juga punya peluang besar untuk tembus line-up. Ada nama Jhon Alfarizi dan Bagas Adi Nugroho yang paling mencuat. Juga ada nama Rizky Dwi Febrianto. Selama ini, ketiganya mampu membuat lini belakang Singo Edan solid. Terkadang juga mampu menjadi solusi gol untuk tim.

Statistik mereka saat bertahan maupun menyerang juga cukup apik. Itu menjadi tantangan bagi sejumlah pemain baru seperti Rendika Rama dan Hasyim Kipuw untuk menembus line-up. Bila dilihat lebih jauh, para pemain lokal yang berpotensi masuk starting eleven itu semuanya punya posisi di lini tengah dan belakang. Untuk lini depan, beberapa pergeseran masih berpotensi dilakukan Eduardo. (gp/by)

 

MESKI komposisi pemain Singo Edan belum lengkap, namun gambaran terkait starting eleven tim sudah mulai terlihat. Selain tiga penggawa asing, ada lima pemain lokal yang berpotensi masuk di dalamnya. Dua pengamat sepak bola nasional, Mohamad Kusnaeni dan Akmal Maharli, turut berbagi pandangan.

Persaingan masuk line-up skuad Arema FC di musim depan bakal lebih ketat lagi. Sebab saat ini semua lini punya materi pemain yang kompetitif. Hadirnya sejumlah muka-muka baru dipastikan bakal menambah persaingan. Berdasarkan analisa Jawa Pos Radar Malang, Nama-nama seperti Evan Dimas, Gian Zola, dan Adam Alis punya kans cukup besar untuk dilirik Eduardo Almeida.

Selain ketiganya, ada dua nama penggawa lama yang punya potensi besar menembus line-up tim. Mereka adalah Jhon Alfarizi dan Bagas Adi Nugroho. Statistik mereka sepanjang musim lalu bisa menjadi dasar (selengkapnya baca grafis). Contohnya Evan Dimas. Di musim lalu, bersama Bhayangkara FC dia sudah mencatatkan 22 kali penampilan.

Sepanjang itu, dia sukses menciptakan 2 assist, 13 shots, dan 6 shots on target. Sedangkan Adam Alis yang jadi tandemnya musim lalu mencatatkan 26 kali penampilan. Sepanjang waktu itu, dia mampu membuat 4 asisst dan 4 gol. Pembelian tiga sosok penggawa baru yang dilakukan Arema FC itu mendapat apresiasi dari komentator dan pengamat sepak bola Mohamad Kusnaeni. ”Sebab saya lihat gelandang kreatif menjadi titik lemah Arema FC di musim lalu,” jelas pria yang akrab disapa Bung Kus itu, kemarin (22/4).

Alhasil, dia memprediksi bila kedatangan Gian Zola, Adam Alis, dan Evan Dimas bakal memberikan beberapa perubahan positif bagi Singo Edan. ”Trio itu juga bisa saling mengisi,” jelas pria kelahiran Cirebon tersebut. Apalagi, dalam perjalanannya bukan kali ini saja ketiganya bermain bersama. Sebelumnya, baik di klub atau timnas, ketiganya juga sempat tampil bersama. Khususnya Evan dan Adam.

Meski menilai hadirnya ketiga gelandang itu akan memberikan efek baik, namun Bung Kus menyebut terlalu pagi jika saat ini mereka menjadi puzzle yang hilang di tim. ”Kita harus melihat bagaimana operasi transfer Arema FC ke depan bagaimana,” jelasnya. Sebab performa dari pemain bakal diketahui saat kompetisi berlangsung.

Terpisah, pengamat sepak bola serta pendiri Save Our Soccer (SOS) Akmal Maharli mengatakan bila kehadiran pemain baru Arema FC bakal memberikan efek positif dan negatif. ”Akan ada penyegaran dan strategi baru yang memungkinkan untuk diterapkan pelatih,” kata dia kepada wartawan koran ini.

Meski begitu, dia juga menyebut ada efek negatif yang bisa terjadi. Khususnya bila pelatih tidak jeli melihat potensi pemain. ”Apabila tidak bisa mengendalikan ego pemain bintang, itu berpotensi jadi bumerang untuk tim,” jelas Akmal. Berangkat dari hal tersebut Akmal menyebut bila pelatih Singo Edan punya tugas khusus untuk menyusun program latihan dan strategi. ”Itu menjadi hal yang vital,” kata dia.

Terpisah mengenai siapa yang akan masuk starting eleven atau line-up tim, Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida mengaku hanya akan melihat performa pemain sebelum laga. ”Penilaian tim pelatih didasari pada bagaimana mereka berlatih sebelum laga. Kondisi kebugaran pemain dan strategi kami juga berpengaruh,” jelas pelatih asal Portugal tersebut. Alhasil, dia menyebut bila pemain lama maupun anyar wajib bekerja keras.

Statement yang disampaikan Eduardo itu memang berdasar. Sebab di musim lalu dia tak segan untuk memberi kepercayaan para pemain muda untuk turun di sejumlah laga besar. Contohnya Tito Hamzah, yang dipercaya turun di derby Jatim melawan Persebaya di putaran kedua.

Sementara itu, sejumlah pemain lokal lama juga punya peluang besar untuk tembus line-up. Ada nama Jhon Alfarizi dan Bagas Adi Nugroho yang paling mencuat. Juga ada nama Rizky Dwi Febrianto. Selama ini, ketiganya mampu membuat lini belakang Singo Edan solid. Terkadang juga mampu menjadi solusi gol untuk tim.

Statistik mereka saat bertahan maupun menyerang juga cukup apik. Itu menjadi tantangan bagi sejumlah pemain baru seperti Rendika Rama dan Hasyim Kipuw untuk menembus line-up. Bila dilihat lebih jauh, para pemain lokal yang berpotensi masuk starting eleven itu semuanya punya posisi di lini tengah dan belakang. Untuk lini depan, beberapa pergeseran masih berpotensi dilakukan Eduardo. (gp/by)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/