alexametrics
25.6 C
Malang
Wednesday, 6 July 2022

Gol dari Skema Open Play Masih Jadi PR

MALANG KOTA – Jelang tampil di babak 8 besar Piala Presiden 2022, Arema FC masih menyimpan sejumlah pekerjaan rumah (PR). Yang utama yakni produktivitas gol. Dalam tiga laga yang sudah dijalani mereka di fase grup, tercatat Singo Edan hanya mampu membuat dua gol saja. Itu menjadi jumlah gol terendah kedua di antara tim yang lolos ke babak 8 besar.

Kurang bagusnya lagi, dua gol yang dibuat tim Singo Edan itu tidak tercipta melalui skema open play. Ya, keunggulan mereka dari tim lawan selama babak fase grup hanya lahir dari bola mati. Pertama yakni gol dari titik putih, saat mereka menghadapi Persik Kediri. Berikutnya ada gol dari tendangan bebas ketika Arema FC berhadapan dengan Persikabo 1973.

Menanggapi kondisi tersebut, Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida menilai kalau proses gol yang dibuat selama fase grup bukan sesuatu yang salah. ”Bola mati atau set-piece juga salah satu cara membuat gol,” jelas juru taktik asal Portugal tersebut. Karena itu, dia tidak melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang merugikan timnya.

Apalagi, dijelaskan Eduardo Almeida, setiap laga di babak fase grup, timnya selalu berusaha membuat gol. Namun sejumlah peluang yang telah tercipta belum bisa membuahkan hasil. ”Kami terus berusaha membuat gol apa pun caranya. Tapi, tidak semua berjalan sesuai rencana,” tambah Eduardo.

Pelatih berusia 44 tahun itu mencontohkan laga tim Singo Edan melawan Persikabo 1973. Saat itu, Adam Alis sempat berhadapan langsung dengan kiper lawan. Sayang tendangannya tidak masuk. Lalu, tandukan Dedik Setiawan di laga perdana melawan PSM Makassar juga masih melebar. Padahal, saat itu skema yang dibangun cukup bagus.

Karena itu, Eduardo menilai kalau tim Singo Edan tetap pantas lolos ke babak 8 besar. Meskipun dua gol kemenangan yang mengantarkan timnya menuju fase tersebut tidak tercipta melalui open play. ”Saat ini yang juga perlu diketahui adalah kami mengumpulkan enam poin, membuat dua clean sheet, dan mampu lolos di laga sulit,” jelas eks Pelatih Semen Padang tersebut.

Apabila melihat statistik tim Singo Edan, beberapa peningkatan memang perlu dilakukan. Salah satunya perihal kesempatan mereka membobol gawang lawan. Saat melawan PSM Makassar, Dendi Santoso dan kawan-kawan sebenarnya sudah membuat empat shot on target. Lalu di laga melawan Persik Kediri mereka menciptakan lima shot on target. Sedangkan pertandingan melawan Persikabo 1973, Adam Alis dan kawan-kawan tercatat telah membukukan delapan shot on target.

Menanggapi catatan itu, Eduardo memastikan bila skuadnya siap berbenah. ”Kami harus tidak akan puas dan harus terus meningkat,” tuturnya. Terpisah, mengenai performa tim selama fase grup, para pemain menilai kalau semua telah bekerja keras. ”Saya rasa kami mendapatkan kemenangan penting. Dari usaha keras dilakukan semuanya di lapangan,” center back Sergio Silva.

Kalau ada kritik terkait performa yang belum memuaskan, dia menyiasati itu sebagai pengingat agar pemain tidak jemawa. ”Kami harus bekerja keras, berproses, dan berusaha mendapatkan hasil yang terbaik,” kata dia. Senada dengan Sergio, Adam Alis juga menyebut kalau saat ini chemistry antar pemain belum benar-benar klop.

Bila urusan itu sudah selesai, dia yakin semua skema dan keinginan pelatih akan berjalan lancar. ”Saya pikir kami juga butuh waktu,” jelasnya. Terkait tim Singo Edan yang belum membuat gol lewat skema open play, dia memastikan kalau pemain sudah berusaha semaksimal mungkin membuat gol. ”Kami sudah berusaha. Tapi rejekinya ada di situ (tendangan bola mati, red),” tuturnya.(gp/by)

MALANG KOTA – Jelang tampil di babak 8 besar Piala Presiden 2022, Arema FC masih menyimpan sejumlah pekerjaan rumah (PR). Yang utama yakni produktivitas gol. Dalam tiga laga yang sudah dijalani mereka di fase grup, tercatat Singo Edan hanya mampu membuat dua gol saja. Itu menjadi jumlah gol terendah kedua di antara tim yang lolos ke babak 8 besar.

Kurang bagusnya lagi, dua gol yang dibuat tim Singo Edan itu tidak tercipta melalui skema open play. Ya, keunggulan mereka dari tim lawan selama babak fase grup hanya lahir dari bola mati. Pertama yakni gol dari titik putih, saat mereka menghadapi Persik Kediri. Berikutnya ada gol dari tendangan bebas ketika Arema FC berhadapan dengan Persikabo 1973.

Menanggapi kondisi tersebut, Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida menilai kalau proses gol yang dibuat selama fase grup bukan sesuatu yang salah. ”Bola mati atau set-piece juga salah satu cara membuat gol,” jelas juru taktik asal Portugal tersebut. Karena itu, dia tidak melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang merugikan timnya.

Apalagi, dijelaskan Eduardo Almeida, setiap laga di babak fase grup, timnya selalu berusaha membuat gol. Namun sejumlah peluang yang telah tercipta belum bisa membuahkan hasil. ”Kami terus berusaha membuat gol apa pun caranya. Tapi, tidak semua berjalan sesuai rencana,” tambah Eduardo.

Pelatih berusia 44 tahun itu mencontohkan laga tim Singo Edan melawan Persikabo 1973. Saat itu, Adam Alis sempat berhadapan langsung dengan kiper lawan. Sayang tendangannya tidak masuk. Lalu, tandukan Dedik Setiawan di laga perdana melawan PSM Makassar juga masih melebar. Padahal, saat itu skema yang dibangun cukup bagus.

Karena itu, Eduardo menilai kalau tim Singo Edan tetap pantas lolos ke babak 8 besar. Meskipun dua gol kemenangan yang mengantarkan timnya menuju fase tersebut tidak tercipta melalui open play. ”Saat ini yang juga perlu diketahui adalah kami mengumpulkan enam poin, membuat dua clean sheet, dan mampu lolos di laga sulit,” jelas eks Pelatih Semen Padang tersebut.

Apabila melihat statistik tim Singo Edan, beberapa peningkatan memang perlu dilakukan. Salah satunya perihal kesempatan mereka membobol gawang lawan. Saat melawan PSM Makassar, Dendi Santoso dan kawan-kawan sebenarnya sudah membuat empat shot on target. Lalu di laga melawan Persik Kediri mereka menciptakan lima shot on target. Sedangkan pertandingan melawan Persikabo 1973, Adam Alis dan kawan-kawan tercatat telah membukukan delapan shot on target.

Menanggapi catatan itu, Eduardo memastikan bila skuadnya siap berbenah. ”Kami harus tidak akan puas dan harus terus meningkat,” tuturnya. Terpisah, mengenai performa tim selama fase grup, para pemain menilai kalau semua telah bekerja keras. ”Saya rasa kami mendapatkan kemenangan penting. Dari usaha keras dilakukan semuanya di lapangan,” center back Sergio Silva.

Kalau ada kritik terkait performa yang belum memuaskan, dia menyiasati itu sebagai pengingat agar pemain tidak jemawa. ”Kami harus bekerja keras, berproses, dan berusaha mendapatkan hasil yang terbaik,” kata dia. Senada dengan Sergio, Adam Alis juga menyebut kalau saat ini chemistry antar pemain belum benar-benar klop.

Bila urusan itu sudah selesai, dia yakin semua skema dan keinginan pelatih akan berjalan lancar. ”Saya pikir kami juga butuh waktu,” jelasnya. Terkait tim Singo Edan yang belum membuat gol lewat skema open play, dia memastikan kalau pemain sudah berusaha semaksimal mungkin membuat gol. ”Kami sudah berusaha. Tapi rejekinya ada di situ (tendangan bola mati, red),” tuturnya.(gp/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/