alexametrics
23 C
Malang
Wednesday, 6 July 2022

Profesionalitas Maringa di Tengah Kabar Duka

MALANG KOTA – Kabar duka datang dari Adilson Maringa. Di tengah-tengah persiapannya untuk babak 8 besar Piala Presiden, kiper asal Brazil itu mendapat kabar menyedihkan. Kekasihnya, yang juga berdomisili di Brazil, meninggal dunia Selasa lalu (21/6). Itu membuat rencananya memboyong sang pujaan hati ke Indonesia sirna.

Ya, dalam sebuah obrolan bersama sejumlah awak media di Malang bulan lalu, Maringa memang punya rencana memboyong pacarnya itu ke Indonesia. Namun, karena mengalami sakit dan harus mendapatkan perawatan, planning tersebut terpaksa diurungkan. Mengenai apa yang dialami Maringa, Pelatih Kiper Arema FC Djarot Supriadi mengaku kalau semua elemen tim ikut berduka. ”Setelah mendengar kabar itu kami langsung berikan support kepada dia,” kata dia.

Di tengah kabar duka tersebut, Jarot juga mengaku kagum dengan sikap yang ditunjukkan Adilson Maringa. Sebab, di saat suasana hatinya kurang baik, kiper asal Brazil itu tetap berlatih secara serius. Ya, Maringa terpantau menjalani latihan secara penuh. ”Dia menunjukkan profesionalisme. Maringa tetap berkerja keras dan fokus seperti sebelumnya,” jelas eks pelatih kiper Timnas U-19 tersebut.

Menurut Jarot, sampai saat ini sang kiper juga belum mengajukan izin untuk pulang ke kampung halamannya, di Brazil. Baginya, komitmen tersebut adalah hal yang bagus. Sebab, menunjukkan kalau Maringa tidak hanya bertindak sebagai pemain yang menuntut haknya saja. Namun, juga menjalankan kewajibannya dengan sebaik mungkin. ”Sebetulnya kalau pelatih kepala memberikan izin tentunya boleh pulang,” jelasnya.

Terpisah, mengenai tidak pulang ke Brazil, Adilson Maringa mempunyai sejumlah alasan. Salah satunya lantaran tim yang tengah berfokus untuk babak 8 besar Piala Presiden. ”Tentu hatiku hancur. Tapi, saya harus fokus di sini saat ini,” kata dia. Sementara itu, Manager Arema FC Muhammad Ali Rifki memahami bahwa hal  tersebut membawa kesedihan yang dalam.

Namun dia yakin hal itu tidak akan mengurangi motivasi Maringa untuk menunjukkan penampilan yang terbaik.”Jadikan ini sebagai semangat untuk bangkit. Harus punya tekad kuat untuk memberikan yang terbaik untuk orang terkasih,” kata pria asal Pasuruan tersebut. (gp/by)

MALANG KOTA – Kabar duka datang dari Adilson Maringa. Di tengah-tengah persiapannya untuk babak 8 besar Piala Presiden, kiper asal Brazil itu mendapat kabar menyedihkan. Kekasihnya, yang juga berdomisili di Brazil, meninggal dunia Selasa lalu (21/6). Itu membuat rencananya memboyong sang pujaan hati ke Indonesia sirna.

Ya, dalam sebuah obrolan bersama sejumlah awak media di Malang bulan lalu, Maringa memang punya rencana memboyong pacarnya itu ke Indonesia. Namun, karena mengalami sakit dan harus mendapatkan perawatan, planning tersebut terpaksa diurungkan. Mengenai apa yang dialami Maringa, Pelatih Kiper Arema FC Djarot Supriadi mengaku kalau semua elemen tim ikut berduka. ”Setelah mendengar kabar itu kami langsung berikan support kepada dia,” kata dia.

Di tengah kabar duka tersebut, Jarot juga mengaku kagum dengan sikap yang ditunjukkan Adilson Maringa. Sebab, di saat suasana hatinya kurang baik, kiper asal Brazil itu tetap berlatih secara serius. Ya, Maringa terpantau menjalani latihan secara penuh. ”Dia menunjukkan profesionalisme. Maringa tetap berkerja keras dan fokus seperti sebelumnya,” jelas eks pelatih kiper Timnas U-19 tersebut.

Menurut Jarot, sampai saat ini sang kiper juga belum mengajukan izin untuk pulang ke kampung halamannya, di Brazil. Baginya, komitmen tersebut adalah hal yang bagus. Sebab, menunjukkan kalau Maringa tidak hanya bertindak sebagai pemain yang menuntut haknya saja. Namun, juga menjalankan kewajibannya dengan sebaik mungkin. ”Sebetulnya kalau pelatih kepala memberikan izin tentunya boleh pulang,” jelasnya.

Terpisah, mengenai tidak pulang ke Brazil, Adilson Maringa mempunyai sejumlah alasan. Salah satunya lantaran tim yang tengah berfokus untuk babak 8 besar Piala Presiden. ”Tentu hatiku hancur. Tapi, saya harus fokus di sini saat ini,” kata dia. Sementara itu, Manager Arema FC Muhammad Ali Rifki memahami bahwa hal  tersebut membawa kesedihan yang dalam.

Namun dia yakin hal itu tidak akan mengurangi motivasi Maringa untuk menunjukkan penampilan yang terbaik.”Jadikan ini sebagai semangat untuk bangkit. Harus punya tekad kuat untuk memberikan yang terbaik untuk orang terkasih,” kata pria asal Pasuruan tersebut. (gp/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/