alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Atlet Peraih Medali PON Asal Kabupaten Dapat Bonus, Kota Malang?

RADAR MALANG – Berakhirnya Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 masih menyisakan asa bagi sejumlah atlet asal Kota Malang. Utamanya terkait dengan bonus bagi pemain yang berhasil meraih medali dalam kasta kompetisi olahraga tertinggi di Indonesia tersebut.

KONI Kota Malang akhirnya memberikan jawaban mengenai masalah bonus yang belum diberikan kepada atlet peraih medali di PON Papua. Sebelumnya, polemik pemberian penghargaan kepada atlet itu ramai diperbincangkan di media sosial Twitter. Dikarenakan salah satu atlet menceritakan kegusarannya, terkait belum mendapatkan bonus dari Pemerintah Kota Malang.

Sementara di daerah lain, seperti Kabupaten Banyuwangi sudah menggelontorkan bonus untuk para atlet. Kabupaten Malang juga sudah menyiapkan bonus untuk para atletnya yang meraih prestasi di PON.

Ketua Umum KONI Kota Malang Edy Wahyono langsung memberikan jawaban ketika dikonfirmasi. Dia menjelaskan, sebenarnya bonus yang diberikan oleh pemerintah kota atau KONI kota bukanlah sebuah kewajiban. Bonus ini hanya berupa apresiasi yang diberikan kepada para atletnya. Pihak yang berkewajiban atau berwenang memberikan bonus yakni Pemerintah Provinsi Jawa Timur atau KONI Jatim.

“Karena mereka membawa nama Provinsi bukan Kota Malang. Kalau ada dari pemkot atau pemkab itu sifatnya hanya apresiasi atau ibaratnya bonus hiburan,” ujar Edy.

Lebih lanjut, KONI mengaku sudah menyiapkan agenda pemberian bonus yang akan dilaksanakan bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober mendatang. Apresiasi tersebut juga akan diberikan langsung Wali Kota Malang Sutiaji. Peraih medali emas rencananya akan mendapatkan bonus sebesar Rp 5 juta, medali perak Rp 4 juta dan perunggu Rp 3 juta.

Disinggung mengenai besaran bonus yang diberikan, Edy menegaskan tidak bisa disamakan setiap daerah kabupaten atau kota. Hal itu tergantung dengan kekuatan anggaran masing-masing daerah. “Jadi ya disesuaikan dengan keadaan keuangan daerah tersebut. Tidak bisa dibandingbandingkan,” tegasnya.

Wali Kota Malang Sutiaji menanggapi mengenai masalah bonus yang akan diberikan kepada atlet. Sutiaji menuturkan, masalah olahraga prestasi bukan menjadi wewenang pemkot, sepenuhnya dijalankan oleh KONI Kota Malang. Pemkot hanya menganggarkan dana hibah yang kemudian disalurkan ke KONI untuk kepentingan olahraga Kota Malang. “Sesuai undang-undang, olahraga prestasi bukan ranah pemkot. Kalau olahraga rekreasi seperti gobak sodor, sepeda onthel baru masuk ranah Disporapar,” kata Sutiaji.

Meskipun bukan ranah pemkot, orang nomor satu di Pemkok Malang itu tetap memantau agar bonus tersebut tepat diberikan kepada atlet. Bahkan dia meminta agar penyerahan bonus dipercepat hari Senin (25/10). Tidak perlu menunggu momen Hari Sumpah Pemuda.

“Saya bilang ke KONI sudah tidak perlu pas Sumpah Pemuda, Senin pekan depan saja kami agendakan bertemu sembilan atlet yang meraih medali,” terang Sutiaji.

Wartawan Jawa Pos Radar Malang ini lalu mencoba mengonfirmasi kepada salah satu atlet basket putri asal Kota Malang yang meraih medali emas, Adelaide Callista Wongsohardjo. Dia mengatakan, KONI memang sebelumnya tidak menjanjikan besaran bonus yang diberikan kepada atlet. Namun, berkaca dari daerah lain yang mengapresiasi atletnya dengan guyuran bonus lumayan besar, membuat dirinya bersama teman-teman yang lain ingin mendapat apresiasi dari pemerintah setempat.

Seperti misalnya, peraih medali emas di Kabupaten Malang mendapatkan bonus sebesar Rp 10 Juta. Di daerah lain Kabupaten Banyuwangi, peraih medali emas mendapat bonus Rp 25 juta. “Kami dari atlet minta kepastian saja, kemarin yang saya baca, pihak KONI mengatakan ada apresiasi meskipun sedikit,” ujar Laide.

Sampai saat ini, dirinya mengaku belum mendapatkan bonus dari KONI. Meskipun sebelum berangkat ke Papua, dia bersama atlet lain sudah dimintai nomor rekening.

Laide juga berharap, selain pemberian bonus, ada juga penyambutan dari pemerintah kota. Pasalnya menurut dia, para atlet ini juga membawa nama harum Kota Malang, tidak hanya provinsi Jawa Timur. “Saya melihat kemarin di Banyuwangi ada penyambutan atlet. Saya harapkan di sini juga ada, mungkin minimal bisa lewat Zoom,” tutup Laide. (cj7/abm/rmc)

RADAR MALANG – Berakhirnya Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 masih menyisakan asa bagi sejumlah atlet asal Kota Malang. Utamanya terkait dengan bonus bagi pemain yang berhasil meraih medali dalam kasta kompetisi olahraga tertinggi di Indonesia tersebut.

KONI Kota Malang akhirnya memberikan jawaban mengenai masalah bonus yang belum diberikan kepada atlet peraih medali di PON Papua. Sebelumnya, polemik pemberian penghargaan kepada atlet itu ramai diperbincangkan di media sosial Twitter. Dikarenakan salah satu atlet menceritakan kegusarannya, terkait belum mendapatkan bonus dari Pemerintah Kota Malang.

Sementara di daerah lain, seperti Kabupaten Banyuwangi sudah menggelontorkan bonus untuk para atlet. Kabupaten Malang juga sudah menyiapkan bonus untuk para atletnya yang meraih prestasi di PON.

Ketua Umum KONI Kota Malang Edy Wahyono langsung memberikan jawaban ketika dikonfirmasi. Dia menjelaskan, sebenarnya bonus yang diberikan oleh pemerintah kota atau KONI kota bukanlah sebuah kewajiban. Bonus ini hanya berupa apresiasi yang diberikan kepada para atletnya. Pihak yang berkewajiban atau berwenang memberikan bonus yakni Pemerintah Provinsi Jawa Timur atau KONI Jatim.

“Karena mereka membawa nama Provinsi bukan Kota Malang. Kalau ada dari pemkot atau pemkab itu sifatnya hanya apresiasi atau ibaratnya bonus hiburan,” ujar Edy.

Lebih lanjut, KONI mengaku sudah menyiapkan agenda pemberian bonus yang akan dilaksanakan bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober mendatang. Apresiasi tersebut juga akan diberikan langsung Wali Kota Malang Sutiaji. Peraih medali emas rencananya akan mendapatkan bonus sebesar Rp 5 juta, medali perak Rp 4 juta dan perunggu Rp 3 juta.

Disinggung mengenai besaran bonus yang diberikan, Edy menegaskan tidak bisa disamakan setiap daerah kabupaten atau kota. Hal itu tergantung dengan kekuatan anggaran masing-masing daerah. “Jadi ya disesuaikan dengan keadaan keuangan daerah tersebut. Tidak bisa dibandingbandingkan,” tegasnya.

Wali Kota Malang Sutiaji menanggapi mengenai masalah bonus yang akan diberikan kepada atlet. Sutiaji menuturkan, masalah olahraga prestasi bukan menjadi wewenang pemkot, sepenuhnya dijalankan oleh KONI Kota Malang. Pemkot hanya menganggarkan dana hibah yang kemudian disalurkan ke KONI untuk kepentingan olahraga Kota Malang. “Sesuai undang-undang, olahraga prestasi bukan ranah pemkot. Kalau olahraga rekreasi seperti gobak sodor, sepeda onthel baru masuk ranah Disporapar,” kata Sutiaji.

Meskipun bukan ranah pemkot, orang nomor satu di Pemkok Malang itu tetap memantau agar bonus tersebut tepat diberikan kepada atlet. Bahkan dia meminta agar penyerahan bonus dipercepat hari Senin (25/10). Tidak perlu menunggu momen Hari Sumpah Pemuda.

“Saya bilang ke KONI sudah tidak perlu pas Sumpah Pemuda, Senin pekan depan saja kami agendakan bertemu sembilan atlet yang meraih medali,” terang Sutiaji.

Wartawan Jawa Pos Radar Malang ini lalu mencoba mengonfirmasi kepada salah satu atlet basket putri asal Kota Malang yang meraih medali emas, Adelaide Callista Wongsohardjo. Dia mengatakan, KONI memang sebelumnya tidak menjanjikan besaran bonus yang diberikan kepada atlet. Namun, berkaca dari daerah lain yang mengapresiasi atletnya dengan guyuran bonus lumayan besar, membuat dirinya bersama teman-teman yang lain ingin mendapat apresiasi dari pemerintah setempat.

Seperti misalnya, peraih medali emas di Kabupaten Malang mendapatkan bonus sebesar Rp 10 Juta. Di daerah lain Kabupaten Banyuwangi, peraih medali emas mendapat bonus Rp 25 juta. “Kami dari atlet minta kepastian saja, kemarin yang saya baca, pihak KONI mengatakan ada apresiasi meskipun sedikit,” ujar Laide.

Sampai saat ini, dirinya mengaku belum mendapatkan bonus dari KONI. Meskipun sebelum berangkat ke Papua, dia bersama atlet lain sudah dimintai nomor rekening.

Laide juga berharap, selain pemberian bonus, ada juga penyambutan dari pemerintah kota. Pasalnya menurut dia, para atlet ini juga membawa nama harum Kota Malang, tidak hanya provinsi Jawa Timur. “Saya melihat kemarin di Banyuwangi ada penyambutan atlet. Saya harapkan di sini juga ada, mungkin minimal bisa lewat Zoom,” tutup Laide. (cj7/abm/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/