alexametrics
32 C
Malang
Saturday, 15 May 2021

Klub Pendiri Tinggalkan ESL, Presiden Real Madrid: Tidak Semudah Itu

RADAR MALANG – Presiden Real Madrid, Florentino Perez belum menyerah dalam proyek Liga Super Eropa atau European Super League (ESL). Meski sejumlah klub pendiri ESL menyatakan mundur dari kompetisi yang memisahkan diri dari UEFA dan FIFA itu, namun Perez yakin mereka tidak akan kemana-mana.

Kepada salah satu media ternama Spanyol, Perez mengatakan 12 klub yang mendirikan Liga Super Eropa tidak dapat meninggalkannya karena kontrak yang mengikat, dan dia berjanji proyek itu akan kembali.

Perez adalah salah satu tokoh utama dari ESL yang diumumkan Minggu (18/4/2021) lalu dan dianggap bubar hanya dua hari kemudian. ESL berantakan ketika keenam klub Inggris yang terlibat mengundurkan diri dan diikuti klub lainnya.

Namun Perez, yang klubnya merupakan satu dari tiga tim bersama dengan Barcelona dan Juventus belum meninggalkan proyek tersebut, mengatakan tidak mudah bagi klub untuk pergi.

“Saya tidak perlu menjelaskan kontrak yang mengikat tetapi efektif, klub tidak bisa pergi begitu saja,” kata Perez kepada surat kabar Spanyol AS, Sabtu (24/4) seperti dilansir dari Pojoksatu (Jawapos Group).

“Beberapa dari mereka, karena tekanan, mengatakan mereka akan pergi. Tapi proyek ini, atau yang sangat mirip, akan terus berjalan dan saya harap segera,” tegasnya.

Liga Super mendapat pukulan lain pada hari Jumat ketika JPMorgan, yang telah memberikan hibah 3,5 miliar euro kepada klub-klub pendiri, mengatakan telah salah menilai konsep kesepakatan itu. Namun Perez bersikukuh bahwa bank itu masih bergabung.

“Tidak benar mereka mundur. Mereka membutuhkan waktu untuk refleksi, seperti halnya 12 klub. Jika kami perlu melakukan perubahan, kami akan melakukannya, tetapi Liga Super adalah proyek terbaik yang kami pikirkan,” tambahnya.

“Kemitraan masih ada seperti halnya anggota yang membentuk Liga Super. Apa yang telah kami lakukan membutuhkan waktu beberapa minggu untuk direfleksikan dalam terang kemarahan orang-orang tertentu yang tidak ingin kehilangan hak istimewa mereka dan telah memanipulasi proyek tersebut,” tukas dia.

Perez menegaskan kembali perlunya kompetisi baru untuk meningkatkan klub yang berjuang mengatasi kerugian akibat pandemi Covid-19. Ia menambahkan bahwa 12 klub Liga Super telah kehilangan total 650 juta euro tahun lalu karena pandemi.

Tahun ini, lanjut Perez bahkan lebih parah, kerugian ditaksir mencapai 2,5 miliar euro. Dia juga tidak yakin dengan reformasi Liga Champions UEFA berikutnya, yang akan membuat kompetisi diperluas menjadi 36 tim mulai 2024.

“Liga Super adalah proyek terbaik untuk membantu sepak bola keluar dari krisis. Sepak bola sangat menyakitkan dan kami harus beradaptasi dengan era yang kita jalani sekarang,” kata Perez.

“Saya pikir reformasi Liga Champions bukanlah yang terbaik, dan terlebih lagi kita tidak bisa menunggu hingga 2024,” pungkasnya.

Sumber: Pojoksatu

RADAR MALANG – Presiden Real Madrid, Florentino Perez belum menyerah dalam proyek Liga Super Eropa atau European Super League (ESL). Meski sejumlah klub pendiri ESL menyatakan mundur dari kompetisi yang memisahkan diri dari UEFA dan FIFA itu, namun Perez yakin mereka tidak akan kemana-mana.

Kepada salah satu media ternama Spanyol, Perez mengatakan 12 klub yang mendirikan Liga Super Eropa tidak dapat meninggalkannya karena kontrak yang mengikat, dan dia berjanji proyek itu akan kembali.

Perez adalah salah satu tokoh utama dari ESL yang diumumkan Minggu (18/4/2021) lalu dan dianggap bubar hanya dua hari kemudian. ESL berantakan ketika keenam klub Inggris yang terlibat mengundurkan diri dan diikuti klub lainnya.

Namun Perez, yang klubnya merupakan satu dari tiga tim bersama dengan Barcelona dan Juventus belum meninggalkan proyek tersebut, mengatakan tidak mudah bagi klub untuk pergi.

“Saya tidak perlu menjelaskan kontrak yang mengikat tetapi efektif, klub tidak bisa pergi begitu saja,” kata Perez kepada surat kabar Spanyol AS, Sabtu (24/4) seperti dilansir dari Pojoksatu (Jawapos Group).

“Beberapa dari mereka, karena tekanan, mengatakan mereka akan pergi. Tapi proyek ini, atau yang sangat mirip, akan terus berjalan dan saya harap segera,” tegasnya.

Liga Super mendapat pukulan lain pada hari Jumat ketika JPMorgan, yang telah memberikan hibah 3,5 miliar euro kepada klub-klub pendiri, mengatakan telah salah menilai konsep kesepakatan itu. Namun Perez bersikukuh bahwa bank itu masih bergabung.

“Tidak benar mereka mundur. Mereka membutuhkan waktu untuk refleksi, seperti halnya 12 klub. Jika kami perlu melakukan perubahan, kami akan melakukannya, tetapi Liga Super adalah proyek terbaik yang kami pikirkan,” tambahnya.

“Kemitraan masih ada seperti halnya anggota yang membentuk Liga Super. Apa yang telah kami lakukan membutuhkan waktu beberapa minggu untuk direfleksikan dalam terang kemarahan orang-orang tertentu yang tidak ingin kehilangan hak istimewa mereka dan telah memanipulasi proyek tersebut,” tukas dia.

Perez menegaskan kembali perlunya kompetisi baru untuk meningkatkan klub yang berjuang mengatasi kerugian akibat pandemi Covid-19. Ia menambahkan bahwa 12 klub Liga Super telah kehilangan total 650 juta euro tahun lalu karena pandemi.

Tahun ini, lanjut Perez bahkan lebih parah, kerugian ditaksir mencapai 2,5 miliar euro. Dia juga tidak yakin dengan reformasi Liga Champions UEFA berikutnya, yang akan membuat kompetisi diperluas menjadi 36 tim mulai 2024.

“Liga Super adalah proyek terbaik untuk membantu sepak bola keluar dari krisis. Sepak bola sangat menyakitkan dan kami harus beradaptasi dengan era yang kita jalani sekarang,” kata Perez.

“Saya pikir reformasi Liga Champions bukanlah yang terbaik, dan terlebih lagi kita tidak bisa menunggu hingga 2024,” pungkasnya.

Sumber: Pojoksatu

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru