alexametrics
26.5 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Imbas Perusakan Bus Arema, Seri Jatim Terancam Dibatalkan?

JOGJAKARTA – Kasus perusakan bus Arema oleh oknum pendukung Persebaya menjadi catatan merah dalam gelaran BRI Liga 1. Imbasnya, seri ketiga dan keempat di turnamen sepak bola tertinggi di Indonesia itu terancam batal digelar di Jawa Timur.

Jika demikian, maka venue seri selanjutnya akan digelar di Jabodetabek atau tetap di Jawa Tengah seperti sekarang.

Dari info yang dihimpun Radar Malang, operator BRI Liga 1, yakni PT Liga Indonesia Baru (LIB) masih terus melakukan kajian untuk menentukan keputusan final.

Menanggapi kabar tersebut, Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida mengaku bila timnya siap bermain di mana saja. Bagi dia, tidak menjadi sebuah masalah jika seri selanjutnya tetap digelar di Jawa Tengah. ”Tentunya kami tidak bisa berbuat apa-apa dengan keputusan yang nantinya diambil,” jelas pria asal Portugal tersebut.

Eduardo mencontohkan, ketika tim tidak bisa bermain di kandang sendiri, Stadion Kanjuruhan, pihaknya juga tidak bisa berbuat banyak. Suka tidak suka, keputusan dari federasi terkait keputusan itu tetap harus dijalankan Arema FC. ”Sebagai pemain dan pelatih, tugas kami adalah bekerja keras dan berusaha mendapatkan kemenangan di setiap laga,” kata juru taktik berlisensi UEFA Pro itu.

Setali tiga uang dengan Eduardo, pemain Arema FC juga mengaku siap untuk bermain di mana saja. Meski begitu, beberapa di antara mereka tidak menampik anggapan jika kerinduan untuk kembali bermain di Stadion Kanjuruhan, dan disaksikan penonton itu ada. ”Kalau harapannya ya bisa tampil kandang lagi. Namun, jika harus bermain di wilayah Jakarta atau Jawa Tengah lagi, juga bukan masalah,” jelas penyerang tim Singo Edan Muhammad Rafli.

Yang saat ini terpenting menurutnya adalah sepak bola dulu berjalan dengan lancar. Rafli menyebut bila semua pemain sudah melakukan beberapa penyesuaian. Seperti kepatuhan terhadap protokol kesehatan (prokes). Lebih lanjut, penyerang asal Jakarta itu juga berharap kejadian perusakan bus tim Arema FC tidak terulang lagi. ”Semoga kejadian kemarin menjadi pelajaran kita semua untuk lebih baik ke depannya,” paparnya.

Sementara itu, Direktur PT LIB Akhmad Hadian Lukita mengaku kalau saat ini operator tengah berpikir keras untuk menentukan sistem lanjutan kompetisi. Beberapa plan untuk seri selanjutnya sudah dibuat pihaknya. ”Kami saat ini masih melihat situasi untuk menentukan seri ketiga akan dimainkan di mana,” jelasnya. (gp/by/rmc)

JOGJAKARTA – Kasus perusakan bus Arema oleh oknum pendukung Persebaya menjadi catatan merah dalam gelaran BRI Liga 1. Imbasnya, seri ketiga dan keempat di turnamen sepak bola tertinggi di Indonesia itu terancam batal digelar di Jawa Timur.

Jika demikian, maka venue seri selanjutnya akan digelar di Jabodetabek atau tetap di Jawa Tengah seperti sekarang.

Dari info yang dihimpun Radar Malang, operator BRI Liga 1, yakni PT Liga Indonesia Baru (LIB) masih terus melakukan kajian untuk menentukan keputusan final.

Menanggapi kabar tersebut, Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida mengaku bila timnya siap bermain di mana saja. Bagi dia, tidak menjadi sebuah masalah jika seri selanjutnya tetap digelar di Jawa Tengah. ”Tentunya kami tidak bisa berbuat apa-apa dengan keputusan yang nantinya diambil,” jelas pria asal Portugal tersebut.

Eduardo mencontohkan, ketika tim tidak bisa bermain di kandang sendiri, Stadion Kanjuruhan, pihaknya juga tidak bisa berbuat banyak. Suka tidak suka, keputusan dari federasi terkait keputusan itu tetap harus dijalankan Arema FC. ”Sebagai pemain dan pelatih, tugas kami adalah bekerja keras dan berusaha mendapatkan kemenangan di setiap laga,” kata juru taktik berlisensi UEFA Pro itu.

Setali tiga uang dengan Eduardo, pemain Arema FC juga mengaku siap untuk bermain di mana saja. Meski begitu, beberapa di antara mereka tidak menampik anggapan jika kerinduan untuk kembali bermain di Stadion Kanjuruhan, dan disaksikan penonton itu ada. ”Kalau harapannya ya bisa tampil kandang lagi. Namun, jika harus bermain di wilayah Jakarta atau Jawa Tengah lagi, juga bukan masalah,” jelas penyerang tim Singo Edan Muhammad Rafli.

Yang saat ini terpenting menurutnya adalah sepak bola dulu berjalan dengan lancar. Rafli menyebut bila semua pemain sudah melakukan beberapa penyesuaian. Seperti kepatuhan terhadap protokol kesehatan (prokes). Lebih lanjut, penyerang asal Jakarta itu juga berharap kejadian perusakan bus tim Arema FC tidak terulang lagi. ”Semoga kejadian kemarin menjadi pelajaran kita semua untuk lebih baik ke depannya,” paparnya.

Sementara itu, Direktur PT LIB Akhmad Hadian Lukita mengaku kalau saat ini operator tengah berpikir keras untuk menentukan sistem lanjutan kompetisi. Beberapa plan untuk seri selanjutnya sudah dibuat pihaknya. ”Kami saat ini masih melihat situasi untuk menentukan seri ketiga akan dimainkan di mana,” jelasnya. (gp/by/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/