alexametrics
29.6 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Tekuk Persiraja, ini Dua Rekor Baru yang Ditorehkan Arema FC

SLEMAN – Kemenangan Arema FC melawan Persiraja Banda Aceh tadi malam (23/10) menambah catatan apik tim Singo Edan dalam turnamen sepak bola tertinggi, BRI Liga 1. Dua rekor baru berhasil dicatatkan dari kemenangan dengan skor 0-2 tersebut.

Pertama, tim asuhan Eduardo Almeida itu berhasil mencatat empat kemenangan berturut-turut. Rekor itu adalah yang pertama kalinya diraih Arema sejak era Liga 1 yang digeber tahun 2017 lalu.

Sebelumnya, kemenangan beruntun terbanyak dirasakan Arema FC di Liga 1 musim 2019 lalu. Ketika itu, Dendi Santoso dan kawan-kawan mencatatkan tiga kemenangan beruntun. Catatan tersebut didapatkan mereka saat Liga 1 masih memasuki putaran pertama. Saat itu, mereka mampu mengalahkan tim-tim seperti Badak Lampung FC, Persipura Jayapura, dan Semen Padang.

Selanjutnya, rekor kedua yang dicatatkan tim Singo Edan adalah catatan clean sheet terpanjang. Sampai pekan kedelapan BRI Liga 1, mereka sudah menorehkan lima kali nirbobol. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak bagi Arema FC di era Liga 1. Di musim ini, mereka bersanding dengan PSIS Semarang, yang juga sudah mencatatkan lima kali clean sheet.

Bedanya, hanya tim Singo Edan yang mencatatkannya secara beruntun. Tepatnya mulai pekan keempat BRI Liga 1, 25 September lalu.  Di musim sebelumnya, rekor tanpa kebobolan terpanjang pernah dicatatkan Arema FC pada tahun 2017 dan 2018. Kala itu, mereka sukses mencatatkan clean sheet di empat pertandingan beruntun.

Sementara itu, hasil positif yang didapat dari pertandingan malam kemarin membuat tim Singo Edan terus menempel tim-tim yang berada di posisi tiga besar. Yakni Bhayangkara FC, Persib Bandung, dan PSIS Semarang. Kini mereka tetap berada di posisi keempat klasemen sementara, dengan koleksi 15 poin. Hasil tersebut turut disyukuri penggawa Arema FC.

Menurut mereka, kemenangan malam kemarin adalah buah dari kerja keras selama masa persiapan. ”Selama masa persiapan, pelatih selalu memberikan instruksi untuk tidak meremehkan tim lawan,” jelas Diego Michiels. Berkat instruksi itu, dia menyebut bila rekan-rekannya mampu mengontrol jalannya pertandingan. Lalu, beberapa kali juga mereka mampu mematahkan serangan lawan. ”Kami juga sukses membuat gol. Instruksi dari pelatih juga dijalankan dengan baik. Itu jadi kunci kemenangan hari ini (kemarin),” imbuhnya.

Senyum mengembang tampak ditunjukkan Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida di sesi press conference malam kemarin. Secara khusus dia turut mengapresiasi usaha para pemainnya, yang mampu menjaga fokus dan bermain baik selama 2 x 45 menit. ”Para pemain mampu bermain dengan organisasi baik hari ini. Bola juga berjalan lancar antar pemain,” jelasnya. Berkat hal itu, para pemainnya mampu menciptakan banyak peluang.

Lebih lanjut, Eduardo berharap kemenangan itu terus memotivasi pemainnya untuk memperoleh hasil positif di pertandingan selanjutnya. Bagi dia, tiga poin harus selalu diupayakan di setiap laga. Dalam pertandingan malam kemarin, para pemain Arema FC memang tampil ngotot sejak menit-menit awal. Gol cepat di menit keempat lewat tendangan bebas dari Muhammad Rafli mampu menaikkan kepercayaan diri pemain.

Itu menjadi gol kedua Rafli yang dibuat lewat skema bola mati. Sebelumnya, dia juga menorehkan gol serupa saat Arema FC bersua Persela Lamongan, 3 Oktober lalu. Usai membuat gol, Arema FC sempat berbalik diserang. Beruntung, duet Sergio Silva dan Bagas Adi Nugroho membuat pertahanan tim Singo Edan tetap aman. Penampilan apik dari Adilson Maringa di babak pertama juga patut diacungi jempol. Dia sempat menggagalkan peluang emas Persiraja Banda Aceh yang diciptakan Vanja Markovic.

Memasuki interval kedua, Arema FC langsung memegang kendali serangan. Strategi menekan itu membuat anak asuh Hendrie Susilo gagal bangkit. Permainan mereka cukup mudah dihentikan Hanif Sjahbandi dan kawan-kawan. Penampilan bagus anak asuh Eduardo Almeida akhirnya berbuah gol tambahan di menit 55.

Memanfaatkan umpan dari Renshi Yamaguchi yang sukses melakukan intercept, Carlos Fortes mampu membuat kiper Persiraja Banda Aceh Fakhrurrazi Quba memungut bola dari gawangnya untuk kali kedua. Gol tersebut membuat Fortes menjadi satu-satunya pemain Arema FC di di musim ini yang tidak pernah absen membuat gol di lima pertandingan terakhir. Capaian itu juga membuat dia menjaga asal menjadi top skor di BRI Liga 1. (gp/by/rmc)

SLEMAN – Kemenangan Arema FC melawan Persiraja Banda Aceh tadi malam (23/10) menambah catatan apik tim Singo Edan dalam turnamen sepak bola tertinggi, BRI Liga 1. Dua rekor baru berhasil dicatatkan dari kemenangan dengan skor 0-2 tersebut.

Pertama, tim asuhan Eduardo Almeida itu berhasil mencatat empat kemenangan berturut-turut. Rekor itu adalah yang pertama kalinya diraih Arema sejak era Liga 1 yang digeber tahun 2017 lalu.

Sebelumnya, kemenangan beruntun terbanyak dirasakan Arema FC di Liga 1 musim 2019 lalu. Ketika itu, Dendi Santoso dan kawan-kawan mencatatkan tiga kemenangan beruntun. Catatan tersebut didapatkan mereka saat Liga 1 masih memasuki putaran pertama. Saat itu, mereka mampu mengalahkan tim-tim seperti Badak Lampung FC, Persipura Jayapura, dan Semen Padang.

Selanjutnya, rekor kedua yang dicatatkan tim Singo Edan adalah catatan clean sheet terpanjang. Sampai pekan kedelapan BRI Liga 1, mereka sudah menorehkan lima kali nirbobol. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak bagi Arema FC di era Liga 1. Di musim ini, mereka bersanding dengan PSIS Semarang, yang juga sudah mencatatkan lima kali clean sheet.

Bedanya, hanya tim Singo Edan yang mencatatkannya secara beruntun. Tepatnya mulai pekan keempat BRI Liga 1, 25 September lalu.  Di musim sebelumnya, rekor tanpa kebobolan terpanjang pernah dicatatkan Arema FC pada tahun 2017 dan 2018. Kala itu, mereka sukses mencatatkan clean sheet di empat pertandingan beruntun.

Sementara itu, hasil positif yang didapat dari pertandingan malam kemarin membuat tim Singo Edan terus menempel tim-tim yang berada di posisi tiga besar. Yakni Bhayangkara FC, Persib Bandung, dan PSIS Semarang. Kini mereka tetap berada di posisi keempat klasemen sementara, dengan koleksi 15 poin. Hasil tersebut turut disyukuri penggawa Arema FC.

Menurut mereka, kemenangan malam kemarin adalah buah dari kerja keras selama masa persiapan. ”Selama masa persiapan, pelatih selalu memberikan instruksi untuk tidak meremehkan tim lawan,” jelas Diego Michiels. Berkat instruksi itu, dia menyebut bila rekan-rekannya mampu mengontrol jalannya pertandingan. Lalu, beberapa kali juga mereka mampu mematahkan serangan lawan. ”Kami juga sukses membuat gol. Instruksi dari pelatih juga dijalankan dengan baik. Itu jadi kunci kemenangan hari ini (kemarin),” imbuhnya.

Senyum mengembang tampak ditunjukkan Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida di sesi press conference malam kemarin. Secara khusus dia turut mengapresiasi usaha para pemainnya, yang mampu menjaga fokus dan bermain baik selama 2 x 45 menit. ”Para pemain mampu bermain dengan organisasi baik hari ini. Bola juga berjalan lancar antar pemain,” jelasnya. Berkat hal itu, para pemainnya mampu menciptakan banyak peluang.

Lebih lanjut, Eduardo berharap kemenangan itu terus memotivasi pemainnya untuk memperoleh hasil positif di pertandingan selanjutnya. Bagi dia, tiga poin harus selalu diupayakan di setiap laga. Dalam pertandingan malam kemarin, para pemain Arema FC memang tampil ngotot sejak menit-menit awal. Gol cepat di menit keempat lewat tendangan bebas dari Muhammad Rafli mampu menaikkan kepercayaan diri pemain.

Itu menjadi gol kedua Rafli yang dibuat lewat skema bola mati. Sebelumnya, dia juga menorehkan gol serupa saat Arema FC bersua Persela Lamongan, 3 Oktober lalu. Usai membuat gol, Arema FC sempat berbalik diserang. Beruntung, duet Sergio Silva dan Bagas Adi Nugroho membuat pertahanan tim Singo Edan tetap aman. Penampilan apik dari Adilson Maringa di babak pertama juga patut diacungi jempol. Dia sempat menggagalkan peluang emas Persiraja Banda Aceh yang diciptakan Vanja Markovic.

Memasuki interval kedua, Arema FC langsung memegang kendali serangan. Strategi menekan itu membuat anak asuh Hendrie Susilo gagal bangkit. Permainan mereka cukup mudah dihentikan Hanif Sjahbandi dan kawan-kawan. Penampilan bagus anak asuh Eduardo Almeida akhirnya berbuah gol tambahan di menit 55.

Memanfaatkan umpan dari Renshi Yamaguchi yang sukses melakukan intercept, Carlos Fortes mampu membuat kiper Persiraja Banda Aceh Fakhrurrazi Quba memungut bola dari gawangnya untuk kali kedua. Gol tersebut membuat Fortes menjadi satu-satunya pemain Arema FC di di musim ini yang tidak pernah absen membuat gol di lima pertandingan terakhir. Capaian itu juga membuat dia menjaga asal menjadi top skor di BRI Liga 1. (gp/by/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/