24.7 C
Malang
Tuesday, 6 December 2022

Maringa Pastikan Stay Bersama Arema FC

RUMOR yang menyebut bila Adilson Maringa bakal hengkang dari Arema FC pasca tragedi Kanjuruhan dipastikan tak benar. Kepada koran ini, Maringa menyampaikan bantahannya terhadap kabar tersebut. “Saya tidak pernah berbicara tentang itu (pergi dari klub, red). Saya ingin tetap tinggal di sini (Arema FC),” kata eks kiper UD Vilafranquense tersebut.

Sebelumnya, ada kabar yang menyebut bila Maringa mengalami trauma berat pasca tragedi Kanjuruhan. Dari situ, dia disebut-sebut punya niatan untuk menyudahi perjalanannya bersama Singo Edan. Maringa memastikan bila dirinya akan berusaha profesional dan menjaga komitmen untuk klub.

Keputusannya untuk stay juga jadi bentuk respect kepada pemain lainnya. Seperti diketahui, pelatih dan manajemen Singo Edan sudah memastikan bila seluruh pemain tetap bertahan. Fokus tim saat ini adalah menjalani pendampingan psikolog. Itu dilakukan karena trauma terhadap tragedi Kanjuruhan masih ada. Sebab para pemain, pelatih dan official tim sempat menyaksikan secara langsung tumbangnya korban.

Melihat aktivitas tim Singo Edan dalam beberapa hari terakhir, Maringa selalu ambil bagian. Dia terus mengikuti agenda atau program yang diberikan tim pelatih kepada pemain. Mulai dari pendampingan psikolog sampai kembali berlatih di lapangan.

Lebih lanjut, kiper berusia 31 tahun tersebut berharap apa yang terjadi di Kanjuruhan tidak terulang lagi. “Semoga ini menjadi perhatian serius dan ada perbaikan ke depannya,” harap Maringa. Dia mengakui bila kesedihan yang mendalam sempat dirasakannya. Sebab Aremania sudah menjadi bagian dari keluarga besar timnya.

Saat tragedi, Maringa mengaku semua panik. Dia turut melihat beberapa orang meninggal di ruang ganti pemain. “Rasanya sulit mengingat kejadian waktu itu. Semua panik dan shock,” terangnya.

Terpisah, Manajer Arema FC Muhammad Ali Rifki turut memastikan bila semua pemain masih stay bersama timnya. “Yang saya tahu pemain merasakan kesedihan mendalam dari tragedi itu,” kata dia. Pria asal Pasuruan itu yakin kalau semua pemain tidak akan pergi. Sebab dia menyebut bila timnya sudah seperti keluarga. Semua elemen kini berupaya untuk saling menguatkan. “Antar-pemain tentunya saling support. Tidak ada yang meninggalkan rekannya,” tutupnya. (gp/by)

RUMOR yang menyebut bila Adilson Maringa bakal hengkang dari Arema FC pasca tragedi Kanjuruhan dipastikan tak benar. Kepada koran ini, Maringa menyampaikan bantahannya terhadap kabar tersebut. “Saya tidak pernah berbicara tentang itu (pergi dari klub, red). Saya ingin tetap tinggal di sini (Arema FC),” kata eks kiper UD Vilafranquense tersebut.

Sebelumnya, ada kabar yang menyebut bila Maringa mengalami trauma berat pasca tragedi Kanjuruhan. Dari situ, dia disebut-sebut punya niatan untuk menyudahi perjalanannya bersama Singo Edan. Maringa memastikan bila dirinya akan berusaha profesional dan menjaga komitmen untuk klub.

Keputusannya untuk stay juga jadi bentuk respect kepada pemain lainnya. Seperti diketahui, pelatih dan manajemen Singo Edan sudah memastikan bila seluruh pemain tetap bertahan. Fokus tim saat ini adalah menjalani pendampingan psikolog. Itu dilakukan karena trauma terhadap tragedi Kanjuruhan masih ada. Sebab para pemain, pelatih dan official tim sempat menyaksikan secara langsung tumbangnya korban.

Melihat aktivitas tim Singo Edan dalam beberapa hari terakhir, Maringa selalu ambil bagian. Dia terus mengikuti agenda atau program yang diberikan tim pelatih kepada pemain. Mulai dari pendampingan psikolog sampai kembali berlatih di lapangan.

Lebih lanjut, kiper berusia 31 tahun tersebut berharap apa yang terjadi di Kanjuruhan tidak terulang lagi. “Semoga ini menjadi perhatian serius dan ada perbaikan ke depannya,” harap Maringa. Dia mengakui bila kesedihan yang mendalam sempat dirasakannya. Sebab Aremania sudah menjadi bagian dari keluarga besar timnya.

Saat tragedi, Maringa mengaku semua panik. Dia turut melihat beberapa orang meninggal di ruang ganti pemain. “Rasanya sulit mengingat kejadian waktu itu. Semua panik dan shock,” terangnya.

Terpisah, Manajer Arema FC Muhammad Ali Rifki turut memastikan bila semua pemain masih stay bersama timnya. “Yang saya tahu pemain merasakan kesedihan mendalam dari tragedi itu,” kata dia. Pria asal Pasuruan itu yakin kalau semua pemain tidak akan pergi. Sebab dia menyebut bila timnya sudah seperti keluarga. Semua elemen kini berupaya untuk saling menguatkan. “Antar-pemain tentunya saling support. Tidak ada yang meninggalkan rekannya,” tutupnya. (gp/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/