alexametrics
21.9 C
Malang
Thursday, 26 May 2022

Kembali Cedera, Yudo Terpaksa Mengakhiri Musim Lebih Cepat

BALI – Sudah jatuh tertimpa tangga. Peribahasa itu agaknya tepat menggambarkan situasi di tim Arema FC saat ini. Setelah kalah dari rival klasik Rabu malam (23/2), mereka juga dipastikan pincang di laga selanjutnya. Ya, selain harus kehilangan Bagas Adi Nugroho karena kartu merah, di laga selanjutnya mereka juga tidak bisa diperkuat dua pemain. Mereka adalah Tito Hamzah dan Kushedya Hari Yudo, yang mendapat problem cedera.

Kehilangan Yudo bakal terasa berat untuk Arema FC. Itu karena pemain asal Kabupaten Malang tersebut diperkirakan bakal menjalani penyembuhan cedera yang cukup lama. Bahkan Dokter Tim Arema FC Nanang Tri Wahyudi menyebut bila musim selesai lebih cepat untuk eks pemain PSS Sleman tersebut. ”Yudo absen sampai akhir musim,” kata pria asal Magetan itu kemarin.

Nanang menjelaskan bahwa permasalahan kaki Yudo masih seputar cedera lamanya. ”Dia kembali cedera di bagian lututnya,” kata alumnus Universitas Indonesia (UI) tersebut. Sebelumnya, pemain berusia 28 tahun itu didiagnosis mengalami dua cedera sekaligus. Yakni lateral collateral ligament (LCL) dan meniskus. Karena itu, sejak laga Arema FC melawan Persija sampai Madura United, dia terpaksa absen.

Yudo sempat disebut pulih lebih cepat dan akan bermain melawan Persebaya Surabaya. Namun, beberapa menit jelang pertandingan, dia mengalami permasalahan kaki. Dijabarkan Nanang, semua bermula ketika Yudo tidak mendapat pendaratan yang bagus ketika menjalani pemanasan. ”Salah tumpuan saat pemanasan,” kata dia.

Kehilangan Yudo tentu tidak menguntungkan. Sebab bakal mengurangi opsi untuk lini depan Singo Edan. Di sisi lain, nama Dedik Setiawan juga belum pulih dari cedera. Praktis, kini lini depan hanya menyisakan duet Muhammad Rafli dan Carlos Fortes saja.

Sementara untuk Tito Hamzah, Nanang menyebut kalau dia perlu waktu penyembuhan minimal satu pekan. Pesepakbola berusia 20 tahun tersebut mendapat problem pada bagian engkelnya. ”Dia (Tito) perlu waktu sekitar 5 sampai 7 hari untuk penyembuhan,” papar Nanang. Problem itu tidak hanya buruk untuk tim, namun juga untuk sang pemain sendiri. Pasalnya, dalam beberapa laga terakhir, Tito mulai mendapatkan kesempatan untuk tampil sejak menit awal.

Menanggapi apa yang terjadi kepada Yudo, Dedik, dan Tito, Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida menyikapinya dengan tenang. Menurutnya, problem tersebut memang bisa datang kepada semua tim yang ada di Liga 1. ”Inilah sepak bola, terkadang ada hal yang di luar kapasitas kami,” kata pelatih asal Portugal itu. (gp/by)

 

BALI – Sudah jatuh tertimpa tangga. Peribahasa itu agaknya tepat menggambarkan situasi di tim Arema FC saat ini. Setelah kalah dari rival klasik Rabu malam (23/2), mereka juga dipastikan pincang di laga selanjutnya. Ya, selain harus kehilangan Bagas Adi Nugroho karena kartu merah, di laga selanjutnya mereka juga tidak bisa diperkuat dua pemain. Mereka adalah Tito Hamzah dan Kushedya Hari Yudo, yang mendapat problem cedera.

Kehilangan Yudo bakal terasa berat untuk Arema FC. Itu karena pemain asal Kabupaten Malang tersebut diperkirakan bakal menjalani penyembuhan cedera yang cukup lama. Bahkan Dokter Tim Arema FC Nanang Tri Wahyudi menyebut bila musim selesai lebih cepat untuk eks pemain PSS Sleman tersebut. ”Yudo absen sampai akhir musim,” kata pria asal Magetan itu kemarin.

Nanang menjelaskan bahwa permasalahan kaki Yudo masih seputar cedera lamanya. ”Dia kembali cedera di bagian lututnya,” kata alumnus Universitas Indonesia (UI) tersebut. Sebelumnya, pemain berusia 28 tahun itu didiagnosis mengalami dua cedera sekaligus. Yakni lateral collateral ligament (LCL) dan meniskus. Karena itu, sejak laga Arema FC melawan Persija sampai Madura United, dia terpaksa absen.

Yudo sempat disebut pulih lebih cepat dan akan bermain melawan Persebaya Surabaya. Namun, beberapa menit jelang pertandingan, dia mengalami permasalahan kaki. Dijabarkan Nanang, semua bermula ketika Yudo tidak mendapat pendaratan yang bagus ketika menjalani pemanasan. ”Salah tumpuan saat pemanasan,” kata dia.

Kehilangan Yudo tentu tidak menguntungkan. Sebab bakal mengurangi opsi untuk lini depan Singo Edan. Di sisi lain, nama Dedik Setiawan juga belum pulih dari cedera. Praktis, kini lini depan hanya menyisakan duet Muhammad Rafli dan Carlos Fortes saja.

Sementara untuk Tito Hamzah, Nanang menyebut kalau dia perlu waktu penyembuhan minimal satu pekan. Pesepakbola berusia 20 tahun tersebut mendapat problem pada bagian engkelnya. ”Dia (Tito) perlu waktu sekitar 5 sampai 7 hari untuk penyembuhan,” papar Nanang. Problem itu tidak hanya buruk untuk tim, namun juga untuk sang pemain sendiri. Pasalnya, dalam beberapa laga terakhir, Tito mulai mendapatkan kesempatan untuk tampil sejak menit awal.

Menanggapi apa yang terjadi kepada Yudo, Dedik, dan Tito, Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida menyikapinya dengan tenang. Menurutnya, problem tersebut memang bisa datang kepada semua tim yang ada di Liga 1. ”Inilah sepak bola, terkadang ada hal yang di luar kapasitas kami,” kata pelatih asal Portugal itu. (gp/by)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/