alexametrics
28 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Arema FC Mulai Waswas Nasib Lanjutan Liga 1 Putri

MALANG KOTA – Nasib kompetisi sepak bola putra dan putri di Indonesia berbeda 180 derajat. Di saat jadwal kompetisi tertinggi untuk sepak bola putra mulai mencuat, kepastian Liga 1 Putri masih cukup gelap. Belum terlihat ada rencana untuk menjalankan kompetisi tersebut, padahal sudah cukup lama Liga 1 Putri tidak bergulir.

Untuk diketahui, kali terakhir kompetisi tersebut bergulir di tahun 2019 lalu. Ketika itu, Liga 1 Putri cukup menarik dengan adanya 10 tim yang ambil bagian. Selain Arema FC Women, tim-tim seperti Persija Jakarta Putri, Bali United, PSIS Putri, sampai PSM Makassar Putri turut ambil bagian. Untuk memperjuangkan berjalannya kompetisi di musim depan, manajemen Arema FC bakal berusaha menyampaikan aspirasinya.

Salah satu cara yang bakal ditempuh mereka yakni menyuarakan aspirasi di pertemuan akbar tahunan para anggota PSSI, yang rencananya digelar akhir bulan Mei nanti. ”Salah satu topik yang dibawa Arema FC pada Kongres tahunan PSSI mendatang yakni kompetisi sepak bola putri,” jelas Media Officer Arema FC Sudarmaji kepada koran ini.

Bila Liga 1 Putri bergulir, Arema FC bakal mendapat beberapa manfaat. Salah satunya memberikan iklim yang positif terhadap olahraga. ”Mulai banyak industri yang tertarik di football sport entertainment,” tambah pria asal Banyuwangi tersebut. Selain itu, efek positif adanya Liga 1 Putri juga akan berimbas kepada timnas. Sebab lewat berjalannya kompetisi, bakal semakin banyak bakat pesepakbola putri yang bermunculan.

Meski bakal berupaya mendorong, namun Sudarmaji memastikan bila Arema FC tetap menaruh respect kepada PSSI. Artinya, pihaknya bakal menghormati apa pun yang menjadi keputusan federasi tertinggi sepak bola Indonesia itu. ”Tapi jika federasi perlu kajian terkait kompetisi yang dimaksud, pihak klub tentu bisa memahaminya,” kata dia.

Di tempat lain, Manajer Arema FC Women Fuad Ardiansyah mengaku sangat berharap tahun ini ada kesempatan Liga 1 Putri bergulir kembali. ”Momen kembali bergulirnya kompetisi sepak bola putri tentunya sangat kami nantikan,” jelasnya kepada koran ini. Sebab, memang sudah sangat lama kompetisi yang mempertemukan pemain-pemain putri tersebut vakum.

Meski terus berharap, namun beberapa rencana lain juga sudah disiapkan Arema FC Women. Salah satunya yakni aktif mengikuti turnamen. ”Saat ini ada tiga turnamen yang masuk list. Dua di Indonesia dan satu di luar negeri,” jelas pria yang juga menjadi kader Partai Golkar tersebut. Event terdekat yang bakal diikuti Arema FC Women adalah Piala Menpora. Disebut Fuad, ajang tersebut akan digelar 10 hari setelah Lebaran. Pemain-pemain yang tampil berasal dari kelas junior, yakni U-18.

Di tempat lain, para pemain Arema FC Women sepakat menyebut bila kompetisi sangat penting. ”Dari kompetisi kami bisa mengasah skill dan mental. Selain itu juga membuat sepak bola putri semakin berkembang,” kelas Regina Tiofanny. Beranjak dari hal tersebut, dia bersikap sama seperti manajemen Singo Edan. (gp/by)

 

MALANG KOTA – Nasib kompetisi sepak bola putra dan putri di Indonesia berbeda 180 derajat. Di saat jadwal kompetisi tertinggi untuk sepak bola putra mulai mencuat, kepastian Liga 1 Putri masih cukup gelap. Belum terlihat ada rencana untuk menjalankan kompetisi tersebut, padahal sudah cukup lama Liga 1 Putri tidak bergulir.

Untuk diketahui, kali terakhir kompetisi tersebut bergulir di tahun 2019 lalu. Ketika itu, Liga 1 Putri cukup menarik dengan adanya 10 tim yang ambil bagian. Selain Arema FC Women, tim-tim seperti Persija Jakarta Putri, Bali United, PSIS Putri, sampai PSM Makassar Putri turut ambil bagian. Untuk memperjuangkan berjalannya kompetisi di musim depan, manajemen Arema FC bakal berusaha menyampaikan aspirasinya.

Salah satu cara yang bakal ditempuh mereka yakni menyuarakan aspirasi di pertemuan akbar tahunan para anggota PSSI, yang rencananya digelar akhir bulan Mei nanti. ”Salah satu topik yang dibawa Arema FC pada Kongres tahunan PSSI mendatang yakni kompetisi sepak bola putri,” jelas Media Officer Arema FC Sudarmaji kepada koran ini.

Bila Liga 1 Putri bergulir, Arema FC bakal mendapat beberapa manfaat. Salah satunya memberikan iklim yang positif terhadap olahraga. ”Mulai banyak industri yang tertarik di football sport entertainment,” tambah pria asal Banyuwangi tersebut. Selain itu, efek positif adanya Liga 1 Putri juga akan berimbas kepada timnas. Sebab lewat berjalannya kompetisi, bakal semakin banyak bakat pesepakbola putri yang bermunculan.

Meski bakal berupaya mendorong, namun Sudarmaji memastikan bila Arema FC tetap menaruh respect kepada PSSI. Artinya, pihaknya bakal menghormati apa pun yang menjadi keputusan federasi tertinggi sepak bola Indonesia itu. ”Tapi jika federasi perlu kajian terkait kompetisi yang dimaksud, pihak klub tentu bisa memahaminya,” kata dia.

Di tempat lain, Manajer Arema FC Women Fuad Ardiansyah mengaku sangat berharap tahun ini ada kesempatan Liga 1 Putri bergulir kembali. ”Momen kembali bergulirnya kompetisi sepak bola putri tentunya sangat kami nantikan,” jelasnya kepada koran ini. Sebab, memang sudah sangat lama kompetisi yang mempertemukan pemain-pemain putri tersebut vakum.

Meski terus berharap, namun beberapa rencana lain juga sudah disiapkan Arema FC Women. Salah satunya yakni aktif mengikuti turnamen. ”Saat ini ada tiga turnamen yang masuk list. Dua di Indonesia dan satu di luar negeri,” jelas pria yang juga menjadi kader Partai Golkar tersebut. Event terdekat yang bakal diikuti Arema FC Women adalah Piala Menpora. Disebut Fuad, ajang tersebut akan digelar 10 hari setelah Lebaran. Pemain-pemain yang tampil berasal dari kelas junior, yakni U-18.

Di tempat lain, para pemain Arema FC Women sepakat menyebut bila kompetisi sangat penting. ”Dari kompetisi kami bisa mengasah skill dan mental. Selain itu juga membuat sepak bola putri semakin berkembang,” kelas Regina Tiofanny. Beranjak dari hal tersebut, dia bersikap sama seperti manajemen Singo Edan. (gp/by)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/