MALANG KOTA – Kebutuhan air dalam tubuh harus benar-benar dijaga. Apalagi, untuk para olahragawan, terutama orang-orang yang sudah lanjut usia (lansia) dan masih tetap aktif untuk melakukan olahraga, jangan sampai terjadi dehidrasi atau kekurangan cairan karena bisa menyebabkan penurunan kesadaran atau pingsan.

”Kalau sampai terjadi dehidrasi berat tidak segera ditangani bisa sesak napas, mata cowong, kebingungan, denyut jantung cepat, lemah, demam, bahkan bisa penurunan kesadaran atau pingsan. Itu efek dari dehidrasi berat,” kata Ketua Komunitas Lari Freyja Kota Malang dr Mutia Larasati.

Namun, dia melanjutkan, dehidrasi yang bersifat ringan efeknya akan relatif lebih ringan juga. “Salah satunya adalah penurunan produktivitas. Sebab, ketika mengalami hal itu, gejala-gejala yang timbul adalah mudah mengantuk, cepat merasa lelah, sembelit, sakit kepala, dan masih banyak lagi,” jelas dokter yang akrab disapa Laras ini.

Laras menjelaskan, kebutuhan air untuk orang dewasa menurut WHO minimal adalah 2 liter setiap hari. ”Namun, jika tinggal di iklim panas, bekerja berat, olahraga maka kebutuhan air bisa meningkat, bisa sampai 4 liter,” tutur alumnus Universitas Brawijaya itu.

Meski begitu, asupan cairan yang masuk juga harus dijaga jumlahnya. Khususnya untuk mereka yang mempunyai penyakit ginjal. ”Karena air prinsipnya akan dibuang melalui ginjal, ginjal yang menyaring dan kerja keras. Kalau ginjalnya rusak. maka akan memperparah kondisi ginjalnya,” ujar dokter yang hobi lari ini.

Karena itu, Laras mengingatkan bahwa kebutuhan air harus sesuai, tidak boleh berlebihan atau kekurangan supaya beberapa efek samping tersebut bisa untuk dihindari.

Lebih lanjut, Laras mengaku kalau cara minum juga perlu diperhatikan. Menurut dia, banyak orang yang haus saat olahraga, kadang tidak memperhatikan cara minum.

Padahal minum dengan berdiri punya efek samping yang tidak boleh disepelekan. ”Minum dengan berdiri berpotensi menyebabkan ganguan pada perut,” kata perempuan asal Bogor itu. Sebab, saat minum dengan posisi berdiri, air yang mengalir dalam tubuh dibarengi dengan tekanan.

Pewarta: Galih Prasetyo
Foto: Laoh Mahfud
Editor: Hendarmono Al S