MALANG KOTA – Arema FC memiliki jadwal padat lanjutan Liga 1 2020. Mereka harus melakoni 31 pertandingan selama sekitar 21 pekan jika kompetisi dimulai 1 Oktober dan berakhir 28 Februari 2021. Padatnya jadwal kompetisi lanjutan tersebut, tak membuat pusing para pemain Arema. Alih-alih mengeluh, mereka memilih untuk tetap fight membawa capaian tim lebih baik lagi.

Seperti yang dikatakan Hendro Siswanto, kapten klub Liga 1 Arema FC, sebagai pemain, ia mengaku tetap harus mengeluarkan kemampuan 100 persen di setiap pertandingan.

”(Soal jadwal padat) kalau saya ikut bagaimana baiknya saja. Ya, kalau itu terbaik untuk semuanya, mau bagaimana lagi,” ungkap Hendro.

Bagi dia, jadwal padat di Liga 1 2020 sudah sering dihadapinya. ”Apalagi musim lalu jadwalnya juga mepet. Khususnya saat memasuki putaran kedua,” tutur pemain asal Tuban itu. Kuncinya, sebagai pemain harus pintar menjaga kondisi saat menghadapi kondisi seperti itu.

Untuk diketahui, pada Liga 1 2019 lalu, dalam satu pekan kadang para pemain harus menjalani dua pertandingan atau lebih. Karena kondisi itu, efeknya adalah kebugaran pemain menjadi terganggu. Beberapa pemain juga ada yang cedera karena jadwal pertandingan padat.

Senada dengan Hendro, Johan Ahmat Farizi juga mengungkapkan tidak merisaukan jadwal yang berpotensi padat. Menurut dia, semua tim merasakannya. Jadi, memang harus pintar-pintar untuk melakukan recovery.
”Terkait jadwal padat tidak hanya Arema merasakannya. Jadi memang tidak perlu ditakuti,” jelas bek kiri Arema FC itu. Meski bakal menghadapi jadwal yang padat pemain-pemain Arema FC bisa agak tenang.

Sebab, selain Liga 1 bakal dipusatkan di Pulau Jawa, pada pekan awal Liga tidak akan langsung padat. Kabarnya untuk pertandingan pada Oktober ada jeda yang cukup lama antara pertandingan satu dan yang selanjutnya.

Pewarta: Galih Praseto
Foto: Rubianto
Editor: Hendarmono Al S