alexametrics
27.2 C
Malang
Saturday, 13 August 2022

Ronaldinho Berbagi Cerita Semasa Kecil

KABUPATEN – Ini cerita dibalik kedatangan Ronaldinho ke Malang, kemarin (26/6). Dari sumber Jawa Pos Radar Malang, dijelaskan bila laga bertajuk Trofeo Ronaldinho itu sejatinya digelar di Jakarta International Stadion (JIS). Namun izin penyelenggaraan di sana tak bisa dikantongi. Alasannya karena JIS dipergunakan sebagai lokasi acara ulang tahun DKI Jakarta ke-495. Rangkaiannya sudah berlangsung sejak 22 Juni hingga Sabtu lalu (25/6).

”Laganya kemudian hendak dipindahkan ke Bandung, tapi juga terkendala izin,” kata sumber yang enggan disebutkan namanya. Izin bermain di Bandung tak dikeluarkan pasca terjadi kerusuhan di laga Persib Bandung melawan Persebaya Surabaya, beberapa waktu lalu. Gagal menyelenggarakan di Bandung, panitia kemudian melirik Bali sebagai lokasinya.

Namun lagi-lagi izin tak bisa dikantongi. ”AFC tidak mengizinkan,” tambah sumber koran ini. Saat ini, Bali United tengah melakoni babak penyisihan grup AFC Cup di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Jumat lalu (24/6) mereka melawan tim asal Malaysia, Kedah Darul Aman FC. Pada 30 Juni nanti, Bali United juga bakal melanjutkan laga penyisihan di Grup G AFC Cup. Alasan itulah yang membuat AFC tak mengizinkan Trofeo Ronaldinho digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Setelah itu, baru lah Malang dilirik sebagai venue-nya.

Datang sejak kemarin (26/6) siang, Ronaldinho mengawali agenda dengan memberi coaching clinic di Unggul Sport Center. Ada sekitar 25 anak dari Malang, Trenggalek, Bandung, sampai Bali yang ambil bagian. Meski tidak banyak memberi contoh teknik atau skill, di sana Ronaldinho turut memberikan beberapa petuah untuk anak-anak yang hadir. ”Apabila kalian ingin menjadi pemain sepak bola profesional, harus latihan dan terus latihan,” kata pesepakbola yang kini berusia 42 tahun itu.

Menurutnya, jika terus berlatih tanpa kenal menyerah, pasti akan ada jalan untuk mencapai cita-cita. Ronaldinho juga sedikit bercerita bila dia sudah bermain sepak bola sejak kecil. Tepatnya saat berusia 7 tahun. Saat itu dia mulai masuk sekolah sepak bola di Brazil. Di sana, dia membutuhkan waktu 11 tahun untuk menempa diri. Hingga akhirnya mendapatkan kesempatan turun di pertandingan profesional pertamanya. Menurut beberapa sumber, Ronaldinho melakukan debut seniornya di tim Gremio. Saat itu dia juga ambil bagian di turnamen bergengsi Copa Libertadores, tahun 1998 lalu.

Dalam coaching clinic kemarin, Ronaldinho mengaku puas dengan teknik dasar para pemain. Menurut dia, 25 anak yang ambil bagian sudah melakukannya dengan benar. Seperti passing, kontrol, dan drible.

Ronaldinho juga menjelaskan kalau passing yang bagus adalah salah kunci untuk menjadi pemain bagus. Sebab, itu adalah salah satu dasar sepak bola.

Indonesia bagi Ronaldinho bukanlah negara asing. Dia mengaku sudah sering mendengar soal Indonesia dari teman-temannya yang pernah bermain di Liga 1. Karena itu, dia cukup menikmati kedatangannya ke Indonesia. ”Saya juga ingin mengenal lebih banyak tentang Indonesia,” tuturnya. Di sela-sela coaching clinic, dia juga berbagi informasi seputar kuliner di tanah air telah diketahuinya. ”Saya suka makanan Indonesia. Salah satu yang favorit adalah rendang,” kata dia.

Sementara itu, dalam pertandingan Trofeo Ronaldinho tadi malam, tampak dia bermain sejak menit pertama di laga Rans Nusantara versus Persik Kediri. Mengenakan nomor punggung 10, Ronaldinho bermain di belakang striker. Meski tidak seperti dulu, namun dia tetap mampu menunjukkan skill olah bola. Tercatat, di laga melawan Persik Kediri dia membuat 4 umpan, yang membuat Rans Nusantara sukses menciptakan peluang. Lalu dia juga sempat melakukan passing tanpa melihat rekannya, seperti yang menjadi ciri khasnya saat aktif bermain. Itu terjadi pada menit ke-5. Ronaldinho juga menunjukkan kontrol bola yang sangat baik.

Dalam pertandingan tadi malam, reuni beberapa eks pemain Arema FC juga tersaji. Dari kubu Persik Kediri, ada Kurniawan Kartika Ajie dan Agil Munawar yang kembali ke Stadion Kanjuruhan. Lalu di kubu Rans Nusantara ada Cristian Gonzales, Sandi Sute, dan Makan Konate yang kembali bertemu Aremania.

Terpisah, Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana yang hadir di acara coaching clinic turut memberikan apresiasi terhadap Ronaldinho, yang sudah memberikan motivasi kepada bibit-bibit pemain sepak bola Indonesia. ”Itu penting sebagai bekal mereka untuk meraih cita-cita sebagai pemain sepak bola,” kata dia. Apalagi, motivasi itu datang dari salah satu pemain terbaik dunia, yang sudah mencatatkan sejarah di sepak bola dunia. (gp/by)

KABUPATEN – Ini cerita dibalik kedatangan Ronaldinho ke Malang, kemarin (26/6). Dari sumber Jawa Pos Radar Malang, dijelaskan bila laga bertajuk Trofeo Ronaldinho itu sejatinya digelar di Jakarta International Stadion (JIS). Namun izin penyelenggaraan di sana tak bisa dikantongi. Alasannya karena JIS dipergunakan sebagai lokasi acara ulang tahun DKI Jakarta ke-495. Rangkaiannya sudah berlangsung sejak 22 Juni hingga Sabtu lalu (25/6).

”Laganya kemudian hendak dipindahkan ke Bandung, tapi juga terkendala izin,” kata sumber yang enggan disebutkan namanya. Izin bermain di Bandung tak dikeluarkan pasca terjadi kerusuhan di laga Persib Bandung melawan Persebaya Surabaya, beberapa waktu lalu. Gagal menyelenggarakan di Bandung, panitia kemudian melirik Bali sebagai lokasinya.

Namun lagi-lagi izin tak bisa dikantongi. ”AFC tidak mengizinkan,” tambah sumber koran ini. Saat ini, Bali United tengah melakoni babak penyisihan grup AFC Cup di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Jumat lalu (24/6) mereka melawan tim asal Malaysia, Kedah Darul Aman FC. Pada 30 Juni nanti, Bali United juga bakal melanjutkan laga penyisihan di Grup G AFC Cup. Alasan itulah yang membuat AFC tak mengizinkan Trofeo Ronaldinho digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Setelah itu, baru lah Malang dilirik sebagai venue-nya.

Datang sejak kemarin (26/6) siang, Ronaldinho mengawali agenda dengan memberi coaching clinic di Unggul Sport Center. Ada sekitar 25 anak dari Malang, Trenggalek, Bandung, sampai Bali yang ambil bagian. Meski tidak banyak memberi contoh teknik atau skill, di sana Ronaldinho turut memberikan beberapa petuah untuk anak-anak yang hadir. ”Apabila kalian ingin menjadi pemain sepak bola profesional, harus latihan dan terus latihan,” kata pesepakbola yang kini berusia 42 tahun itu.

Menurutnya, jika terus berlatih tanpa kenal menyerah, pasti akan ada jalan untuk mencapai cita-cita. Ronaldinho juga sedikit bercerita bila dia sudah bermain sepak bola sejak kecil. Tepatnya saat berusia 7 tahun. Saat itu dia mulai masuk sekolah sepak bola di Brazil. Di sana, dia membutuhkan waktu 11 tahun untuk menempa diri. Hingga akhirnya mendapatkan kesempatan turun di pertandingan profesional pertamanya. Menurut beberapa sumber, Ronaldinho melakukan debut seniornya di tim Gremio. Saat itu dia juga ambil bagian di turnamen bergengsi Copa Libertadores, tahun 1998 lalu.

Dalam coaching clinic kemarin, Ronaldinho mengaku puas dengan teknik dasar para pemain. Menurut dia, 25 anak yang ambil bagian sudah melakukannya dengan benar. Seperti passing, kontrol, dan drible.

Ronaldinho juga menjelaskan kalau passing yang bagus adalah salah kunci untuk menjadi pemain bagus. Sebab, itu adalah salah satu dasar sepak bola.

Indonesia bagi Ronaldinho bukanlah negara asing. Dia mengaku sudah sering mendengar soal Indonesia dari teman-temannya yang pernah bermain di Liga 1. Karena itu, dia cukup menikmati kedatangannya ke Indonesia. ”Saya juga ingin mengenal lebih banyak tentang Indonesia,” tuturnya. Di sela-sela coaching clinic, dia juga berbagi informasi seputar kuliner di tanah air telah diketahuinya. ”Saya suka makanan Indonesia. Salah satu yang favorit adalah rendang,” kata dia.

Sementara itu, dalam pertandingan Trofeo Ronaldinho tadi malam, tampak dia bermain sejak menit pertama di laga Rans Nusantara versus Persik Kediri. Mengenakan nomor punggung 10, Ronaldinho bermain di belakang striker. Meski tidak seperti dulu, namun dia tetap mampu menunjukkan skill olah bola. Tercatat, di laga melawan Persik Kediri dia membuat 4 umpan, yang membuat Rans Nusantara sukses menciptakan peluang. Lalu dia juga sempat melakukan passing tanpa melihat rekannya, seperti yang menjadi ciri khasnya saat aktif bermain. Itu terjadi pada menit ke-5. Ronaldinho juga menunjukkan kontrol bola yang sangat baik.

Dalam pertandingan tadi malam, reuni beberapa eks pemain Arema FC juga tersaji. Dari kubu Persik Kediri, ada Kurniawan Kartika Ajie dan Agil Munawar yang kembali ke Stadion Kanjuruhan. Lalu di kubu Rans Nusantara ada Cristian Gonzales, Sandi Sute, dan Makan Konate yang kembali bertemu Aremania.

Terpisah, Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana yang hadir di acara coaching clinic turut memberikan apresiasi terhadap Ronaldinho, yang sudah memberikan motivasi kepada bibit-bibit pemain sepak bola Indonesia. ”Itu penting sebagai bekal mereka untuk meraih cita-cita sebagai pemain sepak bola,” kata dia. Apalagi, motivasi itu datang dari salah satu pemain terbaik dunia, yang sudah mencatatkan sejarah di sepak bola dunia. (gp/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/