alexametrics
18.6 C
Malang
Wednesday, 29 June 2022

Kompetisi Jadi Bergulir, Ini Yang Akan Dirindukan Penggawa Arema FC

MALANG KOTA – Belum terkendalinya pandemi Covid-19 membuat potensi bergulirnya kompetisi tidak akan melibatkan suporter secara langsung. Kalaupun kompetisi kembali dilaksanakan, sulit rasanya melihat ingar-bingar pemain ke-12 di dalam stadion.

Meski begitu, para pemain Arema FC mengaku legawa. Mereka umumnya menganggap pemain ke-12 di tribun penonton sulit diwujudkan dalam kondisi seperti sekarang. Maklum, Covid-19 memang belum diketahui kapan mereda. Apalagi virus itu juga bisa menular kepada siapa saja tanpa pandang bulu.

Salah satu pemain tim Singo Edan yang legawa adalah Titan Agung Bagus. Pemain jebolan SSB AMS itu menuturkan kalau saat ini memang harus tetap waspada terhadap Covid- 19. ”Ini kan masalahnya adalah musibah nasional dan semua orang juga terdampak. Jadi mau bagaimana lagi, harus mengikuti aturan yang ada,” tuturnya.

Meski begitu, pesepak bola berusia 19 tahun itu tidak menampik kalau dirinya ingin pertandingan yang dijalaninya bisa disaksikan pemain ke-12. Sebab, bagi Titan, teriakan dan nyanyian para suporter bisa menciptakan euforia yang turut membakar semangat pemain. Apalagi, kedatangan pemain di laga away. ”Secara pribadi sih inginnya ada penonton. Sebab, selalu bisa berikan tenaga ekstra untuk yang ada di lapangan,” jelas mantan pemain Persid Jember itu. Lebih lanjut, Titan bertekad ada atau tidak ada pemain ke-12, dia akan tetap bermain all-out saat diturunkan.

Setali tiga uang dengan Titan, penyerang Arema FC lainnya yakni Dedik Setiawan juga mengaku bakal menghormati apa pun yang jadi keputusan pihak berwenang. ”Pertandingan pasti akan berbeda. Apalagi, sebelumnya ketika main di Kanjuruhan juga pasti ramai penonton. Pemain juga sudah lama tidak rasakan bermain di hadapan suporter,” kata dia. Bagi dia, yang terpenting saat ini adalah segera ada kepastian kapan sepak bola bisa bergulir lagi. Apapun itu titelnya. (rmc/gp/by)

MALANG KOTA – Belum terkendalinya pandemi Covid-19 membuat potensi bergulirnya kompetisi tidak akan melibatkan suporter secara langsung. Kalaupun kompetisi kembali dilaksanakan, sulit rasanya melihat ingar-bingar pemain ke-12 di dalam stadion.

Meski begitu, para pemain Arema FC mengaku legawa. Mereka umumnya menganggap pemain ke-12 di tribun penonton sulit diwujudkan dalam kondisi seperti sekarang. Maklum, Covid-19 memang belum diketahui kapan mereda. Apalagi virus itu juga bisa menular kepada siapa saja tanpa pandang bulu.

Salah satu pemain tim Singo Edan yang legawa adalah Titan Agung Bagus. Pemain jebolan SSB AMS itu menuturkan kalau saat ini memang harus tetap waspada terhadap Covid- 19. ”Ini kan masalahnya adalah musibah nasional dan semua orang juga terdampak. Jadi mau bagaimana lagi, harus mengikuti aturan yang ada,” tuturnya.

Meski begitu, pesepak bola berusia 19 tahun itu tidak menampik kalau dirinya ingin pertandingan yang dijalaninya bisa disaksikan pemain ke-12. Sebab, bagi Titan, teriakan dan nyanyian para suporter bisa menciptakan euforia yang turut membakar semangat pemain. Apalagi, kedatangan pemain di laga away. ”Secara pribadi sih inginnya ada penonton. Sebab, selalu bisa berikan tenaga ekstra untuk yang ada di lapangan,” jelas mantan pemain Persid Jember itu. Lebih lanjut, Titan bertekad ada atau tidak ada pemain ke-12, dia akan tetap bermain all-out saat diturunkan.

Setali tiga uang dengan Titan, penyerang Arema FC lainnya yakni Dedik Setiawan juga mengaku bakal menghormati apa pun yang jadi keputusan pihak berwenang. ”Pertandingan pasti akan berbeda. Apalagi, sebelumnya ketika main di Kanjuruhan juga pasti ramai penonton. Pemain juga sudah lama tidak rasakan bermain di hadapan suporter,” kata dia. Bagi dia, yang terpenting saat ini adalah segera ada kepastian kapan sepak bola bisa bergulir lagi. Apapun itu titelnya. (rmc/gp/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/